Daun Maple Gugur, Nasib Singa Atlas Mujur, Tuan Rumah Kanada Dihajar Maroko

METROTODAY, HOUSTON – Mimpi Kanada untuk melangkah lebih jauh di Piala Dunia 2026 harus kandas secara menyakitkan. Bermain sebagai salah satu tuan rumah, The Canucks justru dipermalukan Maroko dengan skor telak 0-3 pada babak 16 besar di Houston Stadium, Minggu (5/7) WIB.

Hasil ini membuat Kanada menjadi tuan rumah pertama yang tersingkir, sementara dua sesama penyelenggara, Amerika Serikat dan Meksiko, masih bertahan di fase gugur.

Ironisnya, Kanada sebenarnya tampil lebih meyakinkan pada babak pertama. Pasukan Jesse Marsch menekan sejak menit awal melalui kecepatan Jonathan David, Tani Oluwaseyi, dan Ali Ahmed.

Mereka menciptakan beberapa peluang berbahaya, tetapi penyelesaian akhir yang kurang baik membuat skor tetap imbang tanpa gol hingga turun minum. Maroko bahkan hanya mampu menghasilkan sedikit ancaman sebelum jeda.

Petaka datang selepas turun minum. Maroko menunjukkan kelasnya sebagai salah satu tim kuat baru sepak bola dunia. Azzedine Ounahi memecah kebuntuan melalui skema bola mati yang dieksekusi dengan cerdik sebelum kembali mencatatkan namanya di papan skor lewat serangan balik mematikan.

Ketika Kanada mulai kehilangan keseimbangan, Soufiane Rahimi melengkapi penderitaan tuan rumah lewat gol pada masa injury time untuk memperlebar kemenangan menjadi 3-0.

Dilaporkan Fox Sports, ada sejumlah fenomena langka dari pertandingan tersebut. Wasit Michael Oliver sempat menghentikan laga hanya beberapa detik setelah kick-off karena terjadi pelanggaran prosedur saat sepak mula, sebuah insiden yang sangat jarang terjadi di panggung Piala Dunia.

Selain itu, babak pertama berlangsung panas dengan hujan kartu kuning yang mencerminkan tingginya tensi duel antara kedua tim.

Bagi Maroko, kemenangan ini menjadi penegas bahwa pencapaian mereka sebagai semifinalis Piala Dunia 2022 bukanlah kebetulan. Singa Atlas kini mencatat sejarah sebagai tim Afrika pertama yang mampu menembus perempat final dalam dua edisi Piala Dunia secara beruntun.

Minimnya ego para pemain, efektivitas serangan balik, dan ketenangan dalam memanfaatkan peluang menjadi senjata utama yang kembali mengantar mereka melangkah jauh di turnamen.

Pelatih Kanada, Jesse Marsch, tetap memberikan apresiasi kepada anak asuhnya meski gagal melangkah lebih jauh. Ia menilai timnya bermain berani dan bahkan merasa tim Daun Maple (julukan Kanada) tampil lebih baik pada sebagian besar pertandingan, meski mengakui Maroko jauh lebih klinis dalam memanfaatkan setiap kesempatan.

Setelah ini, Maroko akan menghadapi Prancis untuk mengulangi kisah indah mereka di Piala Dunia dua edisi terakhir. (eza/mt)

METROTODAY, HOUSTON – Mimpi Kanada untuk melangkah lebih jauh di Piala Dunia 2026 harus kandas secara menyakitkan. Bermain sebagai salah satu tuan rumah, The Canucks justru dipermalukan Maroko dengan skor telak 0-3 pada babak 16 besar di Houston Stadium, Minggu (5/7) WIB.

Hasil ini membuat Kanada menjadi tuan rumah pertama yang tersingkir, sementara dua sesama penyelenggara, Amerika Serikat dan Meksiko, masih bertahan di fase gugur.

Ironisnya, Kanada sebenarnya tampil lebih meyakinkan pada babak pertama. Pasukan Jesse Marsch menekan sejak menit awal melalui kecepatan Jonathan David, Tani Oluwaseyi, dan Ali Ahmed.

Mereka menciptakan beberapa peluang berbahaya, tetapi penyelesaian akhir yang kurang baik membuat skor tetap imbang tanpa gol hingga turun minum. Maroko bahkan hanya mampu menghasilkan sedikit ancaman sebelum jeda.

Petaka datang selepas turun minum. Maroko menunjukkan kelasnya sebagai salah satu tim kuat baru sepak bola dunia. Azzedine Ounahi memecah kebuntuan melalui skema bola mati yang dieksekusi dengan cerdik sebelum kembali mencatatkan namanya di papan skor lewat serangan balik mematikan.

Ketika Kanada mulai kehilangan keseimbangan, Soufiane Rahimi melengkapi penderitaan tuan rumah lewat gol pada masa injury time untuk memperlebar kemenangan menjadi 3-0.

Dilaporkan Fox Sports, ada sejumlah fenomena langka dari pertandingan tersebut. Wasit Michael Oliver sempat menghentikan laga hanya beberapa detik setelah kick-off karena terjadi pelanggaran prosedur saat sepak mula, sebuah insiden yang sangat jarang terjadi di panggung Piala Dunia.

Selain itu, babak pertama berlangsung panas dengan hujan kartu kuning yang mencerminkan tingginya tensi duel antara kedua tim.

Bagi Maroko, kemenangan ini menjadi penegas bahwa pencapaian mereka sebagai semifinalis Piala Dunia 2022 bukanlah kebetulan. Singa Atlas kini mencatat sejarah sebagai tim Afrika pertama yang mampu menembus perempat final dalam dua edisi Piala Dunia secara beruntun.

Minimnya ego para pemain, efektivitas serangan balik, dan ketenangan dalam memanfaatkan peluang menjadi senjata utama yang kembali mengantar mereka melangkah jauh di turnamen.

Pelatih Kanada, Jesse Marsch, tetap memberikan apresiasi kepada anak asuhnya meski gagal melangkah lebih jauh. Ia menilai timnya bermain berani dan bahkan merasa tim Daun Maple (julukan Kanada) tampil lebih baik pada sebagian besar pertandingan, meski mengakui Maroko jauh lebih klinis dalam memanfaatkan setiap kesempatan.

Setelah ini, Maroko akan menghadapi Prancis untuk mengulangi kisah indah mereka di Piala Dunia dua edisi terakhir. (eza/mt)

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait