METROTODAY, SURABAYA – Pesatnya perkembangan Kota Surabaya yang merupakan ibu kota Jawa Timur ternyata masih terdapat sejumlah warga yang belum mendapatkan akses air bersih secara optimal. Seperti yang dialami oleh warga di kawasan Gebang Lor, yang hingga kini belum terjangkau jaringan pipa utama Perumda Air Minum Surya Sembada.
Selama ini, warga harus mengandalkan air sumur untuk kebutuhan sehari-hari. Namun kualitasnya sering kali kurang baik, terutama saat air berubah keruh. Akibatnya, sebagian warga terpaksa membeli air bersih dari penjual keliling, yang menambah beban pengeluaran rumah tangga.
Kondisi tersebut mendapat perhatian Sekretaris Komisi A DPRD Surabaya, Anas Karno. Setelah menerima keluhan saat kegiatan reses, ia langsung berkoordinasi dengan jajaran Perumda Air Minum Surya Sembada.
Untuk menindaklanjutinya, tim PDAM bersama Anas turun ke lokasi untuk melakukan peninjauan, pengukuran, dan kajian teknis sebagai langkah awal penyediaan akses air bersih.
Ketua RT 01 Gebang Lor, Winarsih, menyampaikan bahwa masih ada sekitar sepuluh rumah yang belum terhubung ke jaringan air bersih. Jarak pipa utama yang cukup jauh menjadi kendala utama.
“Harapannya kami bisa menikmati air bersih seperti warga lainnya. Selama ini pakai air sumur, tapi kadang kualitasnya kurang baik. Kalau sudah keruh, kami beli air gerobakan untuk mandi, dan untuk memasak juga harus beli. Ini membuat pengeluaran jadi bertambah banyak,” ujarnya, Jumat (3/7).
Winarsih menjelaskan bahwa jarak pipa terdekat diperkirakan sekitar 200 meter dari permukiman, sehingga jika harus dipasang secara mandiri biayanya terasa cukup berat bagi warga.
Menanggapi hal itu, Anas Karno menegaskan bahwa akses air bersih adalah kebutuhan dasar yang harus dipenuhi. Pemerintah Kota Surabaya juga telah mencanangkan target agar seluruh warga dapat terlayani jaringan PDAM.
“Kami menerima keluhan ini dan langsung menindaklanjutinya dengan turun ke lapangan bersama tim PDAM. Kami ingin ada solusi yang jelas dan segera bisa direalisasikan. Hasil pengukuran dan kajian teknis hari ini akan menjadi dasar untuk menentukan langkah selanjutnya, termasuk penyusunan anggaran yang dibutuhkan,” tegas Anas.
Ia juga memastikan akan terus mengawal proses ini agar aspirasi warga tidak hanya berhenti sebagai usulan, melainkan benar-benar terwujud. “Kami akan pastikan pengembangan jaringan ini dapat segera diproses sesuai kemampuan teknis dan anggaran yang ada,” tambahnya.
Bagi warga Gebang Lor, kehadiran tim peninjauan ini membawa harapan baru. Mereka berharap kajian yang sedang dilakukan dapat segera berlanjut ke tahap pelaksanaan, sehingga kebutuhan air bersih dapat terpenuhi secara lebih mudah, terjangkau, dan berkelanjutan. (ahm)

