METROTODAY, ATLANTA – Timnas Maroko harus bekerja ekstra keras sebelum akhirnya memulangkan Haiti dengan skor 4-2 pada laga terakhir Grup C Piala Dunia 2026 di Atlanta Stadium, Selasa (24/6) waktu setempat.
Kemenangan ini memastikan Singa Atlas melaju ke babak 32 besar sebagai runner-up grup di bawah Brasil yang juga meraih kemenangan saat kontra Skotlandia.
Meski datang sebagai unggulan, Maroko justri dikagetkan oleh permainan Haiti. Tim asal Karibia tersebut beberapa kali memanfaatkan celah di lini belakang lawan dan mampu membuat pertandingan berlangsung jauh lebih sempit dibandingkan prediksi pengamat.
Reuters melaporkan Haiti sempat dua kali unggul sebelum Maroko menemukan ritme permainan terbaiknya.
Gol pertama Haiti datang dari situasi yang berujung gol bunuh diri penjaga gawang Maroko, Yassine Bounou. Namun kapten tim Achraf Hakimi segera merespons melalui aksi overlap yang menghasilkan gol penyeimbang.
Kejutan kembali muncul ketika Wilson Isidor melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti dan membuat Haiti kembali memimpin, Beruntung bagi Maroko diperkuat Ismael Saibari yang mampu menyamakan kedudukan menjadi 2-2 sebelum turun minum.
Babak kedua menjadi titik balik Singa Atlas. Pelatih Mohamed Ouahbi memutuskan sejumlah substitusi yang mengubah jalannya pertandingan.
Soufiane Rahimi mencetak gol pembalik keadaan pada menit ke-78, sebelum pemain muda Gessime Yassine memastikan kemenangan lewat gol pada menit ke-89. Kedua pemain yang masuk sebagai supersub menjadi penentu ketika Haiti mulai kehilangan tenaga di pengujung laga.
Keberhasilan Maroko membalikkan keadaan seperti sebuah mentalitas yang membuat mereka pernah mencapai semifinal Piala Dunia 2022 di Qatar.
Meski pertahanan mereka beberapa kali terlihat rapuh saat menghadapi serangan balik Haiti, kualitas individu para pemain terbukti cukup untuk mengamankan tiga poin.
Laga ini juga menjadi penampilan yang sangat baik dari Ismail Saibari yang kembali memunculkan namanya di papan skor.
Penyerang PSV Eindhoven itu sukses mencetak gol dalam seluruh pertandingan fase grup yang dijalani Maroko. Konsistensi tersebut membuat Saibari menjadi salah satu pemain paling berpengaruh di skuad Ouahbi.
Pelatih Maroko Mohamed Ouahbi mengakui timnya sempat terkejut dengan bensin yang dimiliki Haiti. Menurutnya, drama enam gol yang tercipta menjadi pengingat bahwa tidak ada laga mudah di Piala Dunia.
Sementara pelatih Haiti Sebastien Migne menyebut anak asuhnya layak mendapat apresiasi karena mampu membuat Yassine Bounou Cs kerepotan.
Dua gol yang dicetak ke gawang tim peringkat teratas benua Afrika itu menjadi penampilan terbaik Haiti sepanjang turnamen dan meninggalkan kesan positif meski menjadi juru kunci grup. (ezaar/mt)

