Tren Penyembelihan Kurban di Surabaya: Masyarakat Beralih Potong Langsung di Lapak, Lebih Praktis dan Bersih

METROTODAY, SURABAYA – Pola penyembelihan hewan kurban di kalangan masyarakat kini mengalami pergeseran.

Jika dulu warga umumnya membeli hewan kurban lalu menyerahkannya ke masjid atau mushala untuk disembelih secara bersama-sama, saat ini tren baru mulai bermunculan.

Banyak pembeli yang lebih memilih cara praktis, yakni membeli sekaligus meminta hewan kurbannya langsung disembelih, dipotong, hingga dikemas rapi di lapak atau tempat penjualan.

Metode ini dinilai lebih efisien, higienis, serta mampu mengurangi limbah dari hasil pemotongan hewan kurban di lingkungan sekitar.

WhatsApp Image 2026-05-27 at 20.43.41
Aktifitas di lapak di Kawasan Rungkut Surabaya saat melakukan penyembelihan hewan kurban. (Foto: Ahmad/METROTODAY)

Salah satu warga Surabaya, Lia, mengaku sengaja memilih opsi membeli dan menyembelih sapinya langsung di lapak pedagang.

Baginya, layanan satu atap ini sangat membantu, terlebih lokasi masjid terdekat dari rumahnya cukup jauh dan biasanya sudah penuh sesak saat musim kurban tiba.

“Menurut saya, menguntungkan sih. Karena memang buat alternatif ketika kita di masjid mungkin agak jauh. Terus mungkin di masjid juga udah pack banget, maksudnya full juga teman-teman di sana, jadi mungkin di sini bisa langsung tersalurkan dan mungkin saya juga tahu misalkan mau disalurkan ke sini saja, saya bisa minta tolong sama teman-teman di sini,” ungkap Lia, Rabu (27/5).

Selain faktor kepraktisan, Lia menilai harga hewan kurban di lapak tersebut cukup bersaing dan transparan. Ia pun percaya pada kredibilitas tempat tersebut karena memiliki rekam jejak yang baik dan direkomendasikan oleh kerabat.

“Harganya sendiri bersaing sih. Ini lumayan, karena saya kan sebelum kurban biasanya cari di dekat rumah, beberapa tempat gitu,” ujarnya.

METROTODAY, SURABAYA – Pola penyembelihan hewan kurban di kalangan masyarakat kini mengalami pergeseran.

Jika dulu warga umumnya membeli hewan kurban lalu menyerahkannya ke masjid atau mushala untuk disembelih secara bersama-sama, saat ini tren baru mulai bermunculan.

Banyak pembeli yang lebih memilih cara praktis, yakni membeli sekaligus meminta hewan kurbannya langsung disembelih, dipotong, hingga dikemas rapi di lapak atau tempat penjualan.

Metode ini dinilai lebih efisien, higienis, serta mampu mengurangi limbah dari hasil pemotongan hewan kurban di lingkungan sekitar.

WhatsApp Image 2026-05-27 at 20.43.41
Aktifitas di lapak di Kawasan Rungkut Surabaya saat melakukan penyembelihan hewan kurban. (Foto: Ahmad/METROTODAY)

Salah satu warga Surabaya, Lia, mengaku sengaja memilih opsi membeli dan menyembelih sapinya langsung di lapak pedagang.

Baginya, layanan satu atap ini sangat membantu, terlebih lokasi masjid terdekat dari rumahnya cukup jauh dan biasanya sudah penuh sesak saat musim kurban tiba.

“Menurut saya, menguntungkan sih. Karena memang buat alternatif ketika kita di masjid mungkin agak jauh. Terus mungkin di masjid juga udah pack banget, maksudnya full juga teman-teman di sana, jadi mungkin di sini bisa langsung tersalurkan dan mungkin saya juga tahu misalkan mau disalurkan ke sini saja, saya bisa minta tolong sama teman-teman di sini,” ungkap Lia, Rabu (27/5).

Selain faktor kepraktisan, Lia menilai harga hewan kurban di lapak tersebut cukup bersaing dan transparan. Ia pun percaya pada kredibilitas tempat tersebut karena memiliki rekam jejak yang baik dan direkomendasikan oleh kerabat.

“Harganya sendiri bersaing sih. Ini lumayan, karena saya kan sebelum kurban biasanya cari di dekat rumah, beberapa tempat gitu,” ujarnya.

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait