1 April 2026, 6:37 AM WIB

Termakan Isu Kenaikan Harga BBM di Medsos, Ratusan Orang Serbu SPBU di Surabaya

spot_img

METROTODAY, SURABAYA – Kekhawatiran masyarakat akan kenaikan harga BBM, baik subsidi maupun non-subsidi, dampak dari perang di Timur Tengah menyebabkan antrean tak biasa di beberapa stasiun pengisian bahan bakar (SPBU) di Surabaya.

Seperti yang tampak di SPBU 54-602-39 Manyar Kertoarjo, Selasa (31/3) sore. Antrean kendaraan roda dua dan empat tampak meluber ke jalan raya, meskipun pemerintah belum menetapkan kebijakan kenaikan dalam waktu dekat.

Pihak SPBU turut mengatur arus kendaraan agar tidak terlalu menumpuk. Manager SPBU 54-602-39, Agus Setiawan, mengungkapkan bahwa antrean terjadi sejak pagi hingga sore karena adanya isu yang beredar tentang rencana kenaikan harga BBM per 1 April.

“Jadi antreannya mulai tadi pagi sampai sekarang ini seperti ini. Karena ada isu naik itu,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa stok BBM saat ini masih aman dan bahkan satu truk pengangkut BBM telah tiba saat antrean panjang terjadi. “Kalau untuk stok masih aman saat ini. Lancar tetap lancar, stok aman,” jelas Agus.

WhatsApp Image 2026-03-31 at 17.50.01

WhatsApp Image 2026-03-31 at 17.50.02
Antrean panjang kendaraan bermotor di SPBU 54-602-39 Manyar Kertoarjo, Selasa (31/3) disebabkan isu kenaikan harga BBM. (Foto: Ahmad/METROTODAY)

Menurutnya, jumlah pengunjung hari ini meningkat sekitar 70 persen dibanding hari biasa. Semua nozzle sebanyak 48 buah telah dibuka untuk mengakomodasi permintaan.

“Semua sudah dibuka. Jadi tidak ada yang ditutup. Jadi memang jalan kanan kiri, depan belakang,” katanya.

Agus juga menyebut bahwa ini merupakan pertama kalinya antrean ramai akibat isu kenaikan BBM di media sosial, dengan informasi yang beredar menyatakan kenaikan sekitar 30 persen untuk sebagian BBM dan 70 persen untuk BBM subsidi Pertalite dan Solar.

Salah warga yang mengantre, Sukma Puji Arum, mengaku datang untuk mengisi penuh tanki sepeda motornya akibat isu yang beredar di media sosial.

“Mau isi full tank ya soalnya kan ada kayak berita medsos gitu kan, SPBU ini kayak bensinnya ini mau naik. Jadi hari ini tuh kan hari terakhir, di tanggal satu besok (April) itu kan harganya sudah naik, jadi sekarang mau isi full tank gitu,” tuturnya.

Mahasiswi Universitas Airlangga (Unair) ini menjelaskan bahwa tindakan tersebut merupakan langkah antisipasi, terutama karena diperkirakan kenaikan bisa dipicu oleh ketegangan di Timur Tengah yang berdampak pada kelangkaan.

“Iya, antisipasi. Barangkali bensin ini mau kayak sudah nggak ada di Indonesia atau sudah kayak langka gitu, antisipasi saja,” jelasnya.

Ia juga mengutarakan harapannya agar harga BBM tidak dinaikkan, mengingat ia menggantungkan sepeda motor untuk pergi ke kampus setiap hari.

“Kalau bisa jangan naik lah pak Presiden. Karena sehari-hari saya juga berangkat kuliah naik sepeda motor,” harapnya. (ahm)

spot_img

METROTODAY, SURABAYA – Kekhawatiran masyarakat akan kenaikan harga BBM, baik subsidi maupun non-subsidi, dampak dari perang di Timur Tengah menyebabkan antrean tak biasa di beberapa stasiun pengisian bahan bakar (SPBU) di Surabaya.

Seperti yang tampak di SPBU 54-602-39 Manyar Kertoarjo, Selasa (31/3) sore. Antrean kendaraan roda dua dan empat tampak meluber ke jalan raya, meskipun pemerintah belum menetapkan kebijakan kenaikan dalam waktu dekat.

Pihak SPBU turut mengatur arus kendaraan agar tidak terlalu menumpuk. Manager SPBU 54-602-39, Agus Setiawan, mengungkapkan bahwa antrean terjadi sejak pagi hingga sore karena adanya isu yang beredar tentang rencana kenaikan harga BBM per 1 April.

“Jadi antreannya mulai tadi pagi sampai sekarang ini seperti ini. Karena ada isu naik itu,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa stok BBM saat ini masih aman dan bahkan satu truk pengangkut BBM telah tiba saat antrean panjang terjadi. “Kalau untuk stok masih aman saat ini. Lancar tetap lancar, stok aman,” jelas Agus.

WhatsApp Image 2026-03-31 at 17.50.01

WhatsApp Image 2026-03-31 at 17.50.02
Antrean panjang kendaraan bermotor di SPBU 54-602-39 Manyar Kertoarjo, Selasa (31/3) disebabkan isu kenaikan harga BBM. (Foto: Ahmad/METROTODAY)

Menurutnya, jumlah pengunjung hari ini meningkat sekitar 70 persen dibanding hari biasa. Semua nozzle sebanyak 48 buah telah dibuka untuk mengakomodasi permintaan.

“Semua sudah dibuka. Jadi tidak ada yang ditutup. Jadi memang jalan kanan kiri, depan belakang,” katanya.

Agus juga menyebut bahwa ini merupakan pertama kalinya antrean ramai akibat isu kenaikan BBM di media sosial, dengan informasi yang beredar menyatakan kenaikan sekitar 30 persen untuk sebagian BBM dan 70 persen untuk BBM subsidi Pertalite dan Solar.

Salah warga yang mengantre, Sukma Puji Arum, mengaku datang untuk mengisi penuh tanki sepeda motornya akibat isu yang beredar di media sosial.

“Mau isi full tank ya soalnya kan ada kayak berita medsos gitu kan, SPBU ini kayak bensinnya ini mau naik. Jadi hari ini tuh kan hari terakhir, di tanggal satu besok (April) itu kan harganya sudah naik, jadi sekarang mau isi full tank gitu,” tuturnya.

Mahasiswi Universitas Airlangga (Unair) ini menjelaskan bahwa tindakan tersebut merupakan langkah antisipasi, terutama karena diperkirakan kenaikan bisa dipicu oleh ketegangan di Timur Tengah yang berdampak pada kelangkaan.

“Iya, antisipasi. Barangkali bensin ini mau kayak sudah nggak ada di Indonesia atau sudah kayak langka gitu, antisipasi saja,” jelasnya.

Ia juga mengutarakan harapannya agar harga BBM tidak dinaikkan, mengingat ia menggantungkan sepeda motor untuk pergi ke kampus setiap hari.

“Kalau bisa jangan naik lah pak Presiden. Karena sehari-hari saya juga berangkat kuliah naik sepeda motor,” harapnya. (ahm)

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait