METROTODAY, SURABAYA – Konflik yang memanas di Timur Tengah antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel tidak menghentikan aktivitas penerbangan yang mengangkut jemaah umrah ke tanah suci Arab Saudi. Maskapai penerbangan tetap menjalankan layanannya, meskipun dengan beberapa penyesuaian.
Maskapai Saudi Arabia Airlines merupakan salah satunya yang masih melakukan penerbangan untuk jemaah umrah baik dalam perjalanan ke tanah suci maupun jemaah umrah yang pulang ke Indonesia.
“Alhamdulillah sampai saat ini penerbangan Saudia untuk umrah masih berjalan normal,” ujar Manager Operasional Saudi Arabia Airlines di Surabaya-Bali, Yusuf Rahmani, Kamis (5/3).
Yusuf mengungkapkan bahwa pihaknya melakukan penyesuaian terhadap rute penerbangan sebagai antisipasi akibat serangan udara yang terus dilancarkan. “Pastinya ada perubahan rute untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” jelasnya.
Menurutnya, sejak serangan dimulai pada hari Sabtu lalu, terdapat beberapa rute penerbangan yang harus di tunda di wilayah tertentu. “Tujuan negara seperti Aman, Kuwait, Dubai, Abu Dhabi, Doha, Bahrain, Moscow, dan Peshawar yang di cancel flight nya sampai kemarin, sambil menunggu update lagi,” terangnya.
Sementara itu, Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Jawa Timur terus melakukan pemantauan terhadap kondisi jemaah umrah, baik yang akan berangkat maupun yang sedang berada di Arab Saudi.
Plt Kakanwil Kemenhaj Provinsi Jatim, Mohammad As’adul Anam, memastikan seluruh jemaah umrah dari Jawa Timur dalam kondisi aman. Ia menyebutkan bahwa hingga kini masih ada ribuan jemaah yang sedang melaksanakan ibadah atau dalam proses pulang semenjak konflik memanas.
“Jadi jemaah saya pikir tidak tertahan masih bisa pulang ke tanah air karena penerbangan yang direct atau tidak transit masih beroperasi tapi itu juga butuh pertimbangan dari pihak maskapai. Saya sudah telepon untuk koordinasi dengan pihak maskapai juga,” ucapnya.
Ia menambahkan bahwa jemaah tidak mengalami kendala untuk kembali ke Indonesia meskipun situasi belum stabil. (ahm)


