METROTODAY, SIDOARJO – Menjelang libur panjang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriyah, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo tancap gas memperbaiki puluhan ruas jalan rusak. Perbaikan dilakukan bertahap dengan skala prioritas demi memastikan kenyamanan dan keselamatan masyarakat saat arus mudik dan mobilitas meningkat.
Melalui Dinas PU Bina Marga dan Sumber Daya Air (PUBMSDA), pemkab menargetkan seluruh pekerjaan tahap awal dan sebagian besar tahap lanjutan bisa rampung sebelum Lebaran. Bupati Sidoarjo H. Subandi turun langsung memantau progres di lapangan.
Kepala Dinas PUBMSDA Kabupaten Sidoarjo Makhmud menjelaskan bahwa pada tahap pertama, perbaikan telah dilakukan di 16 ruas jalan dan seluruhnya telah selesai dikerjakan. ”Pada tahap pertama kemarin sudah kami lakukan di 16 ruas jalan dan semuanya selesai,” jelasnya.
Ruas-ruas jalan tersebut berada di Kecamatan Buduran, Waru, Gedangan, dan Sedati. Keempat wilayah itu diprioritaskan karena memiliki tingkat mobilitas kendaraan yang tinggi. Juga, menjadi jalur penghubung aktivitas ekonomi warga.

Memasuki tahap kedua, sebanyak 25 ruas jalan kembali menjadi sasaran perbaikan. Pengerjaan sudah mulai berjalan di sejumlah titik. Meski, dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kesiapan teknis dan kondisi di lapangan.
”Sekarang sudah ada yang berjalan, ada juga yang masih belum. Untuk tahap dua ini, yang sudah jalan meliputi Gedangan dan Sukodono,” kata Makhmud.
Secara umum, jenis kerusakan yang ditangani meliputi jalan berlubang, permukaan bergelombang, hingga kerusakan kategori sedang. Fokus utama perbaikan adalah memulihkan badan jalan agar tetap aman dilalui, terutama menjelang lonjakan arus kendaraan saat musim mudik.
Bentuk 4 UPT dan Satgas
Bupati Sidoarjo H. Subandi menegaskan bahwa perbaikan jalan merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah kepada masyarakat. Ia juga membuka ruang partisipasi warga untuk melaporkan jalan rusak melalui call center 112.
”Warga yang mengetahui ada jalan rusak bisa langsung melapor lewat 112. Nanti bisa diperbaiki menggunakan PIWK atau ditangani langsung oleh Dinas PU,” jelasnya.
Tidak hanya itu, Subandi mengungkapkan bahwa pasca Lebaran pemkab akan membentuk empat unit pelaksana teknis (UPT) serta satuan tugas (satgas) khusus yang bergerak cepat menangani kerusakan jalan.
”Nanti ada empat UPT dan satgas yang keliling. Begitu ada jalan rusak, langsung kita kerjakan,” katanya.

Pengawasan di lapangan juga terus diperketat. Sabtu (28/2/2026), Bupati Subandi bersama jajaran Dinas PUBMSDA meninjau langsung percepatan perbaikan infrastruktur jalan di Kecamatan Tulangan, Candi, dan Porong. Dalam peninjauan tersebut, ditemukan sejumlah ruas dengan kondisi aspal yang sudah cukup tua dan membutuhkan penanganan lebih serius.
Menurut Subandi, perbaikan memang tidak bisa dilakukan sekaligus karena keterbatasan anggaran. Karena itu, pengerjaan dilakukan bertahap dengan tetap memperhatikan urgensi dan dampaknya terhadap aktivitas masyarakat.
Teknologi Pemetaan dengan Drone
Ke depan, Pemkab Sidoarjo berencana menyusun master plan penanganan jalan yang ditargetkan rampung pada 2027. Melalui perencanaan tersebut, akan dilakukan pemetaan menyeluruh kondisi jalan di seluruh wilayah Sidoarjo, termasuk menentukan metode penanganan yang tepat.
”Kita ingin ada master plan yang jelas, sehingga penanganan jalan bisa tepat sasaran. Mana yang harus dibetonisasi, mana yang cukup overlay, dan mana yang perawatan rutin. Jangan sampai anggaran terbuang karena perencanaannya tidak matang,” tegas Subandi.
Ia menambahkan, pemanfaatan teknologi seperti pemetaan menggunakan drone akan digunakan untuk melihat kondisi jalan secara menyeluruh. Termasuk menganalisis kapasitas tonase kendaraan yang melintas pada ruas-ruas tertentu agar kualitas konstruksi bisa disesuaikan.

Saat ini tercatat 16 titik jalan rusak telah selesai diperbaiki dan sekitar 25 titik lainnya masih dalam proses pengerjaan di wilayah Tulangan, Candi, dan Porong. Pemkab menargetkan seluruh pekerjaan tersebut rampung sebelum Hari Raya Idul Fitri.
”Target kita sebelum Lebaran seluruh pekerjaan selesai. Ini tanggung jawab kita kepada rakyat. Masyarakat sudah membayar pajak, maka mereka harus bisa menikmati jalan yang mulus dan aman,” tandasnya.
Untuk menjamin kualitas pekerjaan, pemerintah daerah juga akan melakukan evaluasi terhadap kontraktor pelaksana. Kontraktor yang tidak memenuhi standar kualitas tidak akan diberikan perpanjangan kontrak.
Program Betonisasi
Selain perbaikan rutin dan penanganan darurat, tahun ini Pemkab Sidoarjo juga menyiapkan program betonisasi sembilan ruas jalan strategis. Program itu ditujukan untuk meningkatkan daya tahan jalan, terutama pada jalur dengan beban kendaraan berat dan intensitas tinggi.
Kabid Jalan dan Jembatan Dinas PUBMSDA Joko Yasmintoro menjelaskan bahwa saat ini proyek betonisasi masih dalam tahap penyusunan detail engineering design (DED). Meski demikian, pihaknya memastikan seluruh pekerjaan akan tuntas pada akhir tahun.
”Saat ini masih proses DED. Kami pastikan akhir tahun seluruhnya selesai,” jelas Joko.
Sembilan ruas jalan yang akan dibeton meliputi ruas Krian (RPH)–Kemangsen (Baldes), Kebonagung–Tambak Kemerakan (lanjutan) pada ruas Kebonagung–Kemasan, Kedungturi–Kedungturi, Gedangan–Betro (lanjutan), Tambak Cemandi–Tambak Oso, Blurukidul (Lingkar Timur)–Sidoklumpuk, serta ruas depan SMP 2 Tanggulangin pada ruas Ngaban–Kedung Banteng.

Selain betonisasi jalan, tahun ini juga direncanakan pembangunan tiga jembatan baru untuk memperlancar akses ekonomi dan konektivitas antarwilayah di Sidoarjo.
Subandi pun mengajak seluruh stakeholder, mulai dari camat, pemerintah desa, media, hingga masyarakat untuk ikut mengawasi pelaksanaan proyek di lapangan.
”Silakan diawasi bersama. Kalau pekerjaannya tidak sesuai, laporkan. Kita ingin pembangunan ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegasnya.
Langkah percepatan itu menjadi bagian dari komitmen Pemkab Sidoarjo dalam menghadirkan infrastruktur jalan yang layak, aman, dan berkelanjutan. Dengan perencanaan yang lebih matang serta pengawasan yang ketat, pemerintah daerah berharap persoalan jalan rusak tidak lagi bersifat tambal sulam, melainkan tertangani secara sistematis dan jangka panjang. (red/uzi)


