METROTODAY, SURABAYA – Rektor Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, Prof. Masdar Hilmy, S.Ag., M.A., Ph.D. melantik tiga Wakil Rektor (Warek) baru di ruang meeting lantai 9 Gedung Tower Teungku KH. Ismail Yakub, Kampus Ahmad Yani, Rabu (28/10). Pelantikan warek ini bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98.
Tiga orang yang dilantik yakni Prof. Dr. Ahmad Zaini, M.A. sebagai Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan, Dr. Ali Mustofa, M.Pd. sebagai Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan, serta Dr. Muhammad Saiful Bahar sebagai Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama.
Prof. Masdar Hilmy mengapresiasi para pejabat sebelumnya. Ia kemudian menyampaikan keyakinannya kepada tiga wakil rektor baru bahwa mereka akan mampu mengemban amanah jabatan.
“Saya yakin seyakin‑yakinnya panjenengan terlantik dengan modalitas yang panjenengan miliki, pengalaman yang panjenengan miliki, saya yakin bisa mengemban amanah ini,” ujar Prof. Masdar.
Masdar menjelaskan bahwa jabatan yang diemban merupakan panggilan untuk mengabdikan diri bagi kemaslahatan UINSA dengan empat tantangan utama yakni internal, eksternal, global dan digital.
Untuk tantangan internal, ia menekankan pentingnya soliditas dan kohesi sosial seluruh warga kampus tanpa didominasi kepentingan pribadi.
“Kita bekerja dalam rumah bersama, rumah besar yang bernama UIN Sunan Ampel Surabaya. Di dalamnya terdapat banyak sekali karakter manusia. Saya yakin posisi panjenengan semuanya ini berada pada posisi agar bisa merekatkan kohesi sosial bagi keluarga besar UIN Sunan Ampel Surabaya,” imbuhnya.
Untuk tantangan eksternal, UINSA diharapkan kembali berada di jajaran Top 3 PTKIN dan meningkatkan daya saing regional. Sementara tantangan global menuntut percepatan pemeringkatan internasional seperti QS World University Rankings dan Times Higher Education (THE).
“Saya menginginkan agar terjadi akselerasi pemulihan‑pemulihan pemeringkatan internasional. Saya ingin menyebut ini dengan UINSA Goes Global, agar kita masuk di jajaran elit mulai dari sekarang ini, hari panjenengan terlantik sampai di akhir periode kita,” harap Masdar.
Tantangan terakhir adalah transformasi digital. Rektor mengajak seluruh unsur kampus menguasai media sosial dan perangkat digital sebagai sarana pembelajaran dan penguatan publikasi prestasi kampus.
“Kita memang lebih berpegang pada prinsip sepi ing pamrih rame ing gawe, tetapi betapa pun kita sudah kerja keras tapi tidak ada amplifikasi dan resonansi pemberitaan, maka masyarakat tidak akan tahu apa yang kita lakukan,” pungkasnya. (ahm)


