Faskes di Surabaya Siaga Hadapi Influenza A, Dinkes Ungkap Kenaikan Kasus

METROTODAY, SURABAYA – Seluruh fasilitas kesehatan (faskes) di Kota Surabaya dipastikan dalam kondisi siap siaga menghadapi potensi peningkatan kasus penyakit, termasuk Influenza A.

Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak panik, mengingat gejalanya umumnya menyerupai flu biasa dan mayoritas pasien cukup dirawat jalan.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya, dr. Billy Messakh, menegaskan faskes selalu siap melayani berbagai penanganan penyakit. Ia meluruskan kabar yang menyebutkan ruang rawat inap penuh akibat Influenza A,hal tersebut tidak benar.

“Influenza A ini gejalanya memang menyerupai flu biasa dan angka kematiannya rendah, tidak menyebabkan kematian. Tidak ada ruang rawat inap yang penuh akibat Influenza A, baik di RSUD dr. Mohammad Soewandhie maupun RSUD Eka Candrarini. Pasien lebih banyak berobat di rawat jalan atau Puskesmas,” terang dr. Billy, Rabu (23/9).

Peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan flu memang tercatat naik sekitar 10–15 persen pada September dibandingkan periode Januari–Agustus, namun masih dalam batas wajar.

Penanganannya pun sama seperti flu biasa, tidak memerlukan perawatan khusus seperti pandemi Covid-19.

“Penanganannya sama seperti flu biasa, terapi biasa pasien sudah bisa sembuh. Kita tidak sampai memisahkan spesifikasi strain secara berlebihan seperti Covid-19 karena gejalanya bisa pulih dengan perawatan standar,” tuturnya.

Dinkes mengimbau masyarakat menjaga daya tahan tubuh dengan istirahat cukup, makan bergizi, dan mengonsumsi vitamin. Gunakan masker saat berada di kerumunan atau merasa kurang sehat, serta dapatkan vaksin influenza di faskes terdekat sebagai perlindungan tambahan.

“Kalau memang ada gejala seperti batuk, bersin, demam, dan lemas, jangan panik segera periksa ke Puskesmas,” ujarnya.

Sementara itu Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi telah menginstruksikan seluruh rumah sakit milik Pemkot untuk memperkuat koordinasi dengan pihak berwenang serta menyiapkan tenaga medis guna memastikan pelayanan optimal bagi warga.

“Kemarin sudah kita sampaikan bahwa seluruh rumah sakit harus berkoordinasi dengan pihak berwenang. Yang kedua, siapkan tenaga medisnya agar mampu menghadapi segala situasi,” pungkasnya. (ahm)

METROTODAY, SURABAYA – Seluruh fasilitas kesehatan (faskes) di Kota Surabaya dipastikan dalam kondisi siap siaga menghadapi potensi peningkatan kasus penyakit, termasuk Influenza A.

Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak panik, mengingat gejalanya umumnya menyerupai flu biasa dan mayoritas pasien cukup dirawat jalan.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya, dr. Billy Messakh, menegaskan faskes selalu siap melayani berbagai penanganan penyakit. Ia meluruskan kabar yang menyebutkan ruang rawat inap penuh akibat Influenza A,hal tersebut tidak benar.

“Influenza A ini gejalanya memang menyerupai flu biasa dan angka kematiannya rendah, tidak menyebabkan kematian. Tidak ada ruang rawat inap yang penuh akibat Influenza A, baik di RSUD dr. Mohammad Soewandhie maupun RSUD Eka Candrarini. Pasien lebih banyak berobat di rawat jalan atau Puskesmas,” terang dr. Billy, Rabu (23/9).

Peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan flu memang tercatat naik sekitar 10–15 persen pada September dibandingkan periode Januari–Agustus, namun masih dalam batas wajar.

Penanganannya pun sama seperti flu biasa, tidak memerlukan perawatan khusus seperti pandemi Covid-19.

“Penanganannya sama seperti flu biasa, terapi biasa pasien sudah bisa sembuh. Kita tidak sampai memisahkan spesifikasi strain secara berlebihan seperti Covid-19 karena gejalanya bisa pulih dengan perawatan standar,” tuturnya.

Dinkes mengimbau masyarakat menjaga daya tahan tubuh dengan istirahat cukup, makan bergizi, dan mengonsumsi vitamin. Gunakan masker saat berada di kerumunan atau merasa kurang sehat, serta dapatkan vaksin influenza di faskes terdekat sebagai perlindungan tambahan.

“Kalau memang ada gejala seperti batuk, bersin, demam, dan lemas, jangan panik segera periksa ke Puskesmas,” ujarnya.

Sementara itu Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi telah menginstruksikan seluruh rumah sakit milik Pemkot untuk memperkuat koordinasi dengan pihak berwenang serta menyiapkan tenaga medis guna memastikan pelayanan optimal bagi warga.

“Kemarin sudah kita sampaikan bahwa seluruh rumah sakit harus berkoordinasi dengan pihak berwenang. Yang kedua, siapkan tenaga medisnya agar mampu menghadapi segala situasi,” pungkasnya. (ahm)

Ikuti Kami Untuk mendapatkan Berita menarik MetroToday
Google News

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait