METROTODAY, SURABAYA – Lonjakan harga kebutuhan pokok kembali dikeluhkan pedagang maupun pembeli di Pasar Tradisional Dukuh Kupang, Surabaya, Rabu (23/9). Kenaikan harga daging ayam dialami sejak Agustus hingga saat ini masih belum mengalami penurunan.
Harga daging ayam potong yang biasanya dijual Rp 33 ribu – Rp 35 ribu per kilogram, kini melonjak menjadi Rp 43 ribu per kilogram. Kenaikan ini berlangsung sejak bulan Agustus lalu.
Pedagang ayam di Pasar Dukuh Kupang, Pujiastut mengatakan kenaikan harga dipicu oleh mahalnya harga pakan ternak serta terbatasnya pasokan akibat kebutuhan program makan bergizi gratis. Akibatnya, daya beli masyarakat ikut turun.
“Pembeli yang biasanya mengambil satu kilogram, kini hanya membeli setengah bahkan seperempat kilogram saja. Otomatis omzet penjualan pedagang ikut menurun,” tuturnya.
Warga dan pelaku usaha berharap harga segera kembali normal sehingga tidak mengurangi omzet pendapatan serta pembeli tidak mengurangi belanjaannya.
“Tingginya harga kebutuhan pangan ini membuat pedagang dan masyarakat berharap harga daging ayam bisa segera turun, agar daya beli masyarakat kembali normal,” ujar Ribut.
Sementara itu tidak hanya ayam utuh, harga bagian dan olahan ayam juga ikut naik tinggi. Filet paha menjadi yang termahal di angka Rp 60 ribu per kilogram, filet dada Rp 55 ribu per kilogram, dan paha pentol Rp 45 ribu per kilogram. (ahm)
METROTODAY, SURABAYA – Lonjakan harga kebutuhan pokok kembali dikeluhkan pedagang maupun pembeli di Pasar Tradisional Dukuh Kupang, Surabaya, Rabu (23/9). Kenaikan harga daging ayam dialami sejak Agustus hingga saat ini masih belum mengalami penurunan.
Harga daging ayam potong yang biasanya dijual Rp 33 ribu – Rp 35 ribu per kilogram, kini melonjak menjadi Rp 43 ribu per kilogram. Kenaikan ini berlangsung sejak bulan Agustus lalu.
Pedagang ayam di Pasar Dukuh Kupang, Pujiastut mengatakan kenaikan harga dipicu oleh mahalnya harga pakan ternak serta terbatasnya pasokan akibat kebutuhan program makan bergizi gratis. Akibatnya, daya beli masyarakat ikut turun.
“Pembeli yang biasanya mengambil satu kilogram, kini hanya membeli setengah bahkan seperempat kilogram saja. Otomatis omzet penjualan pedagang ikut menurun,” tuturnya.
Warga dan pelaku usaha berharap harga segera kembali normal sehingga tidak mengurangi omzet pendapatan serta pembeli tidak mengurangi belanjaannya.
“Tingginya harga kebutuhan pangan ini membuat pedagang dan masyarakat berharap harga daging ayam bisa segera turun, agar daya beli masyarakat kembali normal,” ujar Ribut.
Sementara itu tidak hanya ayam utuh, harga bagian dan olahan ayam juga ikut naik tinggi. Filet paha menjadi yang termahal di angka Rp 60 ribu per kilogram, filet dada Rp 55 ribu per kilogram, dan paha pentol Rp 45 ribu per kilogram. (ahm)