METROTODAY, SURABAYA – Hingga memasuki hari keempat pencarian, lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang kontak saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau masih belum ditemukan.
Kabar ini menggerakkan solidaritas rekan-rekan jurnalis di Surabaya. Jumat (10/9) sore, Pewarta Foto Indonesia (PFI) Surabaya dan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Surabaya menggelar doa bersama di Taman Apsari.
Mereka membawa foto kelima jurnalis yang hilang, serta menyalakan lilin sebagai tanda harapan.
Ketua PFI Surabaya, Suryanto, menjelaskan bahwa kegiatan ini murni wujud kebersamaan dan doa tulus dari sesama profesi.
“Kami menggelar doa bersama untuk lima orang jurnalis dan tiga orang kru yang saat ini masih dalam pencarian. Harapan kami kelima jurnalis dan tiga orang kru ini bisa segera ditemukan dengan selamat,” ujar Suryanto.
Terkait makna di balik lilin yang dinyalakan, ia menjelaskan simbol harapan agar kelima jurnalis bisa segera ketemu dengan selamat.
“Simbol lilin adalah simbol harapan dari kami semua agar kelima dan tiga orang rekan kami itu bisa segera ditemukan. Itu adalah lilin harapan,” tuturnya.
Suryanto juga mengungkapkan bahwa PFI sudah bergerak aktif berkoordinasi, baik dengan tim SAR gabungan maupun pihak keluarga korban. Bahkan, upaya telah dilakukan hingga ke tingkat nasional dan luar negeri, mengingat salah satu korban bekerja untuk media internasional.
“Kami sudah berkoordinasi dengan pengurus PFI Nasional. Khusus terkait rekan kami yang bekerja di Anadolu, kami sudah menghubungi kantor mereka. Ternyata pihak pusat di Turki sudah mengetahui kabar ini dan sudah melakukan pendekatan sendiri kepada tim SAR dan Basarnas,” jelasnya.
Pencarian terus berjalan menyisir perairan Selat Sunda. Meski waktu berlalu, rekan-rekan jurnalis tetap berpegang teguh pada harapan terbaik.
“Pokoknya harapannya ketemu aja, gitu aja sih. Apalagi kita juga harus siap untuk segala kemungkinan, tapi yang utama tetap berharap mereka ditemukan dalam keadaan selamat,” tegasnya.
Selain doa bersama, para jurnalis di Surabaya memantau perkembangan informasi dari tim penyelamat.
Sementara itu kelima jurnalis berangkat menggunakan speedboat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Senin (7/9) sekitar pukul 14.00 WIB. Komunikasi terakhir berhasil dilakukan pukul 14.42 WIB, sebelum akhirnya terputus total sekitar pukul 15.04 WIB. Sejak saat itu, keberadaan kedelapan orang di atas kapal 5 jurnalis dan 3 kru belum diketahui.
Nama-nama yang hilang kontak yakni M. Bagus Khoirunnas (Antara), Ari Basuki (Merdeka), Yudhis (iNews), Daus (Anadolu), dan Donal (wartawan lepas/freelance) dan kru kapal Kapten Warta, ABK Surakman serta pemandu Heriyanto. (ahm)


