Perlombaan seperti meniup balon, memasukkan bendera, hingga lari estafet juga disiapkan agar anak-anak berkebutuhan khusus di berbagai lokasi mendapatkan kesempatan yang sama untuk berpartisipasi.
“Selain perlombaan, nuansa kemerdekaan juga ditanamkan melalui kegiatan menghias kantor yang melibatkan anak-anak. Hasil dekorasi tersebut nantinya turut dilombakan. Pada saat penyerahan hadiah, anak-anak juga akan mengenakan pakaian bernuansa merah putih,” jelas Antiek.
Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana edukasi untuk mengenalkan makna kemerdekaan kepada anak-anak.
Mereka diajak memahami arti perjuangan dan mengucapkan terima kasih kepada para pahlawan yang telah berjuang mempertahankan kemerdekaan bangsa.
“Kami juga mengedukasi bagaimana mengucapkan terima kasih kepada para pahlawan yang telah berjuang untuk kemerdekaan. Jadi, bukan hanya lomba, tetapi ada nilai yang ingin kami tanamkan kepada anak-anak,” pungkasnya. (ahm)
Semangat tak mengenal usia dan kecintaan mendalam pada alam berakhir duka bagi Maliya Finda, 51.…
Insiden kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 di perairan Giliyang, Sumenep, Madura, Minggu (2/8) pagi masih…
Keselamatan warga di tengah maraknya proyek pengerjaan saluran air kembali menjadi sorotan tajam. Setelah insiden…
Mobil laboratorium pendidikan keliling Perjalanan Mikroplastik (Microplastic Journey), yang merupakan yang pertama di Indonesia dioperasionalkan.
Pemasangan pagar tinggi di sejumlah pusat perbelanjaan di Surabaya menuai sorotan. Anggota Komisi B DPRD…
Kanwil DJP Jatim II mencatat penerimaan pajak telah mencapai Rp16,08 triliun. Kepatuhan wajib pajak juga…
This website uses cookies.