Kondisi galian saluran di kawasan Ngemplak, Sambikerep, Surabaya yang timbunan sedimentasinya menyebabkan seorang pengendara terpeleset. (Foto: Istimewa)
METROTODAY, SURABAYA – Keselamatan warga di tengah maraknya proyek pengerjaan saluran air kembali menjadi sorotan tajam. Setelah insiden di Margorejo Indah yang merenggut nyawa seorang lansia, kejadian serupa terulang di kawasan Ngemplak, Kecamatan Sambikerep Surabaya.
Kali ini seorang pengendara sepeda motor terpleset akibat tumpukan endapan lumpur sisa pengerukan saluran, mengalami luka-luka dan kendaraannya rusak.
Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya, Hidayat Syah, langsung turun meninjau lokasi pekerjaan. Hasil pemeriksaan menunjukkan meskipun pelaksana sudah menerapkan ketentuan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), namun penataan belum sempurna dan penumpukan material sedimen masih dibiarkan menutupi badan jalan hingga membuat permukaan jalan licin.
“Memang tadi kelihatan K3 sudah ada, cuma tinggal dirapikan. Dari keterangan warga dan hasil kami lihat di lapangan, sedimentasi menumpuk itu harus segera diambil supaya tidak menumpuk di jalan dan ketika dilakukan penyiraman tidak licin,” ujar Hidayat, Rabu (5/8).
Pihaknya juga mempertemukan langsung pelaksana kontraktor dengan korban untuk menyelesaikan masalah secara baik. Hidayat menuntut agar kontraktor bertanggung jawab sepenuhnya atas kerugian yang dialami warga.
“Sudah saya tegur juga waktu di sana (lokasi proyek) dan saya bawa ke sini (rumah korban). Saya minta untuk bertanggung jawab. Tolong betulkan sepeda motornya yang rusak dan biaya pengobatan juga ditanggung,” katanya.
Sebagai bentuk tindakan tegas, DSDABM segera menjatuhkan sanksi Surat Peringatan (SP) Tingkat 1 kepada kontraktor dan surat tersebut akan segera disampaikan hari itu juga. Hidayat tidak main-main dan mengancam langkah penghentian total pekerjaan akan diambil jika arahan tidak dipatuhi.
“Kalau seandainya dia tidak menaati apa yang sudah kita anjurkan, kita akan memberhentikan kegiatannya,” tegasnya.
Kejadian ini dijadikan pelajaran penting bagi seluruh proyek serupa di wilayah Surabaya. Hidayat menekankan perlunya pengawasan ketat agar hal serupa tidak terulang kembali.
“Kami minta maaf atas kejadian ini. Ini menjadi evaluasi kami supaya seluruh kontraktor di Surabaya memperketat K3,” pungkasnya. (ahm)
Semangat tak mengenal usia dan kecintaan mendalam pada alam berakhir duka bagi Maliya Finda, 51.…
Insiden kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 di perairan Giliyang, Sumenep, Madura, Minggu (2/8) pagi masih…
Mobil laboratorium pendidikan keliling Perjalanan Mikroplastik (Microplastic Journey), yang merupakan yang pertama di Indonesia dioperasionalkan.
Pemasangan pagar tinggi di sejumlah pusat perbelanjaan di Surabaya menuai sorotan. Anggota Komisi B DPRD…
Kanwil DJP Jatim II mencatat penerimaan pajak telah mencapai Rp16,08 triliun. Kepatuhan wajib pajak juga…
Guru Besar Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga, Prof. Dr. Sindy Cornelia Nelwan, drg., Sp.KGA., K-KGA.,…
This website uses cookies.