Kursi besi yang biasanya ditempatkan di tepi jalan berhasil diamankan Satpol PP saat hendak ditimbang di pengepul barang bekas. (Foto: Istimewa)
METROTODAY, SURABAYA – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Surabaya membongkar modus pencurian aset milik Pemerintah Kota Surabaya yang diduga dilakukan dengan menggunakan mobil ambulans pribadi untuk mengangkut barang curian.
Kasus ini terungkap berkat kewaspadaan petugas saat melakukan patroli rutin di kawasan Jalan Kaliwaron, Kelurahan Mojo, Kecamatan Gubeng, 23 Juni lalu.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Satpol PP Kota Surabaya, Irna Pawanti, menjelaskan bahwa patroli saat itu sebenarnya ditujukan untuk pengawasan bangunan liar.
Namun, mata petugas justru tertuju pada dua buah kursi yang terlihat sangat mirip dengan kursi milik Pemkot Surabaya yang biasa terpasang di taman-taman kota, yang sudah berada di atas timbangan di tempat pengepul barang bekas.
“Jadi pada tanggal 23 Juni, kami melakukan patroli di Jalan Kaliwaron. Memang patroli sedang kita tingkatkan, sebenarnya untuk penjagaan terhadap bangunan liar. Nah, pada hari itu pagi-pagi kami melihat di tempat penjualan barang bekas itu ada dua kursi, sehingga pasukan kami putar balik dan memastikan itu seperti kursi Pemkot yang ada di taman-taman,” ujar Irna, Kamis (6/8).
Setelah dipastikan bahwa kursi tersebut adalah aset milik Pemkot Surabaya, petugas kemudian menunggu kedatangan pihak yang akan menyerahkan barang.
Tak lama berselang, seorang pria datang menggunakan sepeda motor. Saat ditanya asal-usul barang, pria tersebut menunjukkan surat jalan yang diduga palsu seolah-olah ia mendapat tugas resmi untuk menjual barang tersebut.
“Yang bersangkutan menunjukkan surat jalan. Kami menduga surat jalannya itu surat jalan palsu. Jadi petugas kami mengidentifikasi di lokasi bahwa itu surat jalan palsu, seakan-akan memang dia mendapat tugas untuk melakukan penjualan barang,” ungkapnya.
Pihak pengepul pun diduga mengetahui bahwa kursi tersebut adalah milik pemerintah, mengingat adanya logo Pemkot Surabaya dan desain yang khas sehingga mudah dikenali.
Atas dasar itu, terduga pelaku beserta pengepul dibawa ke Polsek Gubeng untuk diperiksa lebih lanjut. Fakta penggunaan mobil ambulans baru terungkap saat pemeriksaan berlangsung di kantor polisi.
“Waktu di lokasi pengepul, saat menemukan (kursi besi) itu tidak ada ambulans. Ambulans itu diketahui setelah kami bawa ke Polsek. Saat dilakukan interogasi oleh kepolisian, di situlah kami mengetahui bahwa modus mereka menggunakan ambulans. Itu ambulans pribadi,” jelas Irna.
Page: 1 2
Gelar juara Piala Presiden 2026 resmi milik Persebaya Surabaya! Bajol Ijo sukses menaklukkan Persib Bandung…
Kebakaran rumah terjadi di Jalan Sambi Arum Lor II, Blok 53-D No. 2, Kelurahan Sambikerep,…
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menghadiri langsung kegiatan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) di Sekolah…
Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Surabaya berhasil menggagalkan peredaran hampir 100 ribu…
Jalur pendakian Gunung Piramid di Bondowoso yang sudah resmi ditutup dan dinyatakan ilegal, kembali mencatatkan…
Ketidaktepatan pemutakhiran data status desil kemiskinan dinilai merugikan warga yang benar-benar membutuhkan dukungan. Banyak keluarga kurang…
This website uses cookies.