Petugas Damkar Rayon 2 Surabaya saat berusaha melepas cincin milik santri. (Foto: istimewa)
METROTODAY, SURABAYA – Seorang santri pondok pesantren didampingi pengurus datang bukan untuk laporan kebakaran, melainkan meminta bantuan melepas cincin yang terjepit kuat di pergelangan tangannya.
“Awalnya cincin itu sebenarnya bisa masuk, tapi dipaksa masuk. Lama-kelamaan jari terasa gatal, lalu saat hendak dilepas juga dipaksa sehingga akhirnya tidak bisa keluar dan jari pun membengkak,” ujar Kabid Pemadaman Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya, M. Rokhim, Senin (20/7).
Pihak pondok sebenarnya sudah berupaya mengatasinya sendiri dengan melumuri sabun, namun cincin tetap tak bergeser sedikit pun. Karena kondisi jari semakin bengkak, akhirnya mereka memutuskan membawa santri tersebut ke Markas Komando (Mako) Damkar Rayon 2.
Tim penyelamatan kemudian segera bertindak dengan hati-hati menggunakan gerenda untuk memotong dan melepas cincin tanpa melukai jari korban. “Butuh waktu 15 menit untuk melepas cincin dari tangan karena harus hati-hati agar tidak melukai jari tangan,” pungkasnya. (ahm)
Usaha tanpa mengenal lelah, Jessica Claudia Latif, siswa kelas XI SMAN 4 Sidoarjo berkesempatan bersaing…
BGN mengapresiasi penanganan cepat Pemkab Sidoarjo terhadap kasus keracunan makanan program MBG yang menimpa santri…
Masa pemulihan santri Ponpes Manba’ul Hikam terus mendapat perhatian Pemkab Sidoarjo. Dapat pendampingan psikologis.
Dinamika politik Indonesia tak pernah lelah bersolek. Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, genderang tantangan…
Universitas Airlangga (Unair) mengembangkan implan lutut Total Knee Arthroplasty (TKA) yang dirancang khusus sesuai karakteristik…
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya menertibkan sebuah ruko milik KAI di…
This website uses cookies.