Petugas Damkar Rayon 2 Surabaya saat berusaha melepas cincin milik santri. (Foto: istimewa)
METROTODAY, SURABAYA – Seorang santri pondok pesantren didampingi pengurus datang bukan untuk laporan kebakaran, melainkan meminta bantuan melepas cincin yang terjepit kuat di pergelangan tangannya.
“Awalnya cincin itu sebenarnya bisa masuk, tapi dipaksa masuk. Lama-kelamaan jari terasa gatal, lalu saat hendak dilepas juga dipaksa sehingga akhirnya tidak bisa keluar dan jari pun membengkak,” ujar Kabid Pemadaman Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya, M. Rokhim, Senin (20/7).
Pihak pondok sebenarnya sudah berupaya mengatasinya sendiri dengan melumuri sabun, namun cincin tetap tak bergeser sedikit pun. Karena kondisi jari semakin bengkak, akhirnya mereka memutuskan membawa santri tersebut ke Markas Komando (Mako) Damkar Rayon 2.
Tim penyelamatan kemudian segera bertindak dengan hati-hati menggunakan gerenda untuk memotong dan melepas cincin tanpa melukai jari korban. “Butuh waktu 15 menit untuk melepas cincin dari tangan karena harus hati-hati agar tidak melukai jari tangan,” pungkasnya. (ahm)
Tak banyak yang menyangka Luis de la Fuente, pelatih Timnas Spanyol akan menjadi sosok yang…
Bandung kembali "gaduh", tapi kali ini bukan soal euforia juara. Persib Bandung resmi mengumumkan Mariano…
Setelah 14 tahun berada di bawah komando Didier Deschamps, Timnas Prancis akhirnya memasuki babak baru.…
Pemkot Surabaya memperketat pengawasan penyelenggaraan parkir di kawasan usaha, meliputi pusat perbelanjaan, restoran, hingga kafe.…
Pemerataan layanan pendidikan hingga wilayah terpencil kembali menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Sidoarjo. Wakil Bupati Sidoarjo…
Pemkot Surabaya menyatakan kesiapan penuh menjadi tuan rumah salah satu gelaran Piala Presiden 2026. Berbagai…
This website uses cookies.