“Ada penurunan alokasi, jadi nilainya turun dibanding tahun lalu. Tapi bukan berarti programnya dihentikan; kita tetap jalankan. Selain itu, dukungan bagi warga kurang mampu juga tetap tersedia melalui APBD dan PAD, seperti fasilitas sekolah gratis, beasiswa, perbaikan rumah, hingga layanan kesehatan,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Surabaya, Antiek Sugiharti, merinci jumlah penerima yang tercatat sebanyak 3.850 orang.
Sebanyak 3.505 orang merupakan karyawan pabrik rokok yang ber-KTP Surabaya, sedangkan 345 orang lainnya adalah warga miskin dan rentan miskin yang belum menerima bantuan lain tahun ini.
“Tahap pertama yang diserahkan hari ini sebesar Rp 800 ribu untuk empat bulan, dan tahap kedua akan disalurkan sebesar Rp 600 ribu untuk tiga bulan ke depan,” pungkasnya. (ahm)
Page: 1 2
Sebagai negara kepulauan, Indonesia menghadapi tantangan tersendiri dalam menjaga konektivitas, keselamatan, serta pengawasan wilayah antarpulau.…
Pemkot Surabaya mengambil alih sementara hak asuh anak berinisial A dari pasangan suami istri Sunar…
Polemik mengenai tata kelola iuran RT/RW dan Iuran Pengelolaan Lingkungan (IPL) di kawasan CitraLand Surabaya…
Nasib warga yang telah lama bermukim di kawasan emplasemen Stasiun Surabaya Pasar Turi menjadi sorotan…
Peran sivitas akademika di perguruan tinggi dinilai menjadi penentu arah serta masa depan bangsa. Hal…
Suasana penuh keceriaan menyelimuti Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Kampung Anak Negeri (Kanri) Kalijudan, Surabaya.…
This website uses cookies.