Categories: Surabaya

Pasca Idul Adha di Surabaya, Ditemukan Cacing Hati dan Pita pada Hewan Kurban di 21 Lokasi

Hewan tersebut segera diisolasi dan dipisahkan dari hewan lain untuk mencegah risiko penularan. Selain itu, sejumlah hewan lainnya ditemukan mengalami gangguan kesehatan ringan berupa kelelahan ekstrem akibat perjalanan jauh dari daerah asal menuju Surabaya.

“Kasus yang kami temukan sebagian besar dapat ditangani di lapangan. Untuk hewan yang mengalami kelelahan karena perjalanan jauh, petugas memberikan vitamin dan penanganan yang diperlukan agar kondisinya tetap terjaga,” tambahnya.

Nanik menekankan, masyarakat tidak perlu panik atau khawatir berlebihan terhadap temuan kasus cacing hati.

Menurutnya, daging hewan yang terinfeksi cacing hati sebenarnya tetap aman dikonsumsi selama organ hati yang menjadi sarang cacing tersebut tidak ikut dibagikan.

Oleh karena itu, pihaknya terus gencar melakukan edukasi kepada takmir masjid dan panitia penyembelihan agar lebih teliti dan cermat saat memilah organ tubuh hewan.

“Yang perlu menjadi perhatian adalah organ hati yang terinfeksi. Karena itu kami mengimbau panitia kurban untuk tidak membagikan hati yang ditemukan mengandung cacing. Langkah ini penting untuk memastikan keamanan pangan dan melindungi kesehatan masyarakat,” tegas Nanik.

Secara keseluruhan, intensitas pengawasan DKPP Surabaya tahun ini sangat masif. Pada tahap pemeriksaan pasca pemotongan (postmortem), petugas memeriksa 2.123 ekor sapi, 4.772 ekor kambing, dan 133 ekor domba.

Sementara itu, pada tahap pra-pemotongan atau saat hewan masih berada di lapak penjualan (antemortem), tercatat 4.890 ekor sapi, 11.142 ekor kambing, serta 452 ekor domba telah lolos pemeriksaan kesehatan ketat.

Menurut Nanik, data dan hasil evaluasi ini semakin menegaskan betapa pentingnya pengawasan berjenjang mulai dari lapak pedagang hingga ke proses pembagian daging. Hal ini merupakan wujud nyata komitmen Pemerintah Kota Surabaya.

“Upaya itu menjadi bagian dari langkah Pemkot untuk memastikan pelaksanaan kurban tidak hanya berjalan lancar, tetapi juga menghasilkan pangan asal hewan yang aman, sehat, utuh, dan halal,” pungkasnya. (ahm)

Page: 1 2

Jay Wijayanto

Recent Posts

Dua Lapangan Latihan Disiapkan, Ini Daftar Lokasi Piala Presiden di Surabaya

Pemkot Surabaya menyatakan kesiapan penuh menjadi tuan rumah salah satu gelaran Piala Presiden 2026. Berbagai…

20 hours ago

Santri Ini Datangi Damkar Surabaya Minta Bantuan Lepas Cincin yang Bikin Jari Bengkak

Seorang santri pondok pesantren didampingi pengurus datang bukan untuk laporan kebakaran, melainkan meminta bantuan melepas…

20 hours ago

Ribuan Warga Padati Nobar Final Piala Dunia 2026 di Alun-Alun Sidoarjo, Bupati Subandi Ajak Jaga Kebersamaan

Euforia Final Piala Dunia FIFA 2026 terasa begitu kental di Kabupaten Sidoarjo. Ribuan warga memadati…

21 hours ago

Hadapi Tantangan Kenaikan Biaya Tahun Depan, Wamenhaj Minta Layanan Haji Berbeda dan Berbenah

Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, menegaskan bahwa Kementerian Haji dan…

21 hours ago

Panasi Mesin Politik, PAN Sidoarjo Satukan Kekuatan Jajaki Pemilu 2029

Partai Amanat Nasional (PAN) mulai menyusun strategi dan memperkuat barisan menghadapi Pemilu 2029 mendatang. Dewan…

1 day ago

Sapuangin Speed 8 Karya ITS Siap Berlaga di Formula SAE Jepang dengan Mesin 250 cc

Tim otomotif Sapuangin Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) resmi meluncurkan mobil formula teranyar bernama Sapuangin…

1 day ago

This website uses cookies.