Secara teknis, kinerja sistem aplikasi SPMB dipastikan berjalan sangat stabil dan aman selama masa uji coba berlangsung. Ia menegaskan, jika ada kendala, biasanya bukan berasal dari pusat, melainkan dari perangkat peserta.
“Terhitung lancar InsyaAllah. Tidak ada kendala sistem seperti eror yang berjam-jam. Kalaupun ada satu-dua masalah di lokasi, itu biasanya karena faktor alat atau gawai yang digunakan mandiri oleh warga. Begitu mereka mencoba di posko-posko kita, semuanya aman dan berjalan lancar,” tambahnya.
Menjelang pelaksanaan sesungguhnya, Febri mengimbau para orang tua murid untuk memanfaatkan sisa waktu uji coba ini dengan semaksimal mungkin. Ia mengingatkan agar masyarakat tidak meremehkan atau menganggap enteng setiap tahapan pengisian data.
Beberapa poin krusial yang wajib diperhatikan adalah kelengkapan dokumen, berkas pendukung, dan pemahaman jadwal pendaftaran. Ia juga mengingatkan peran aktif orang tua sangat dibutuhkan agar data yang dimasukkan benar.
“Jangan menggampangkan. Ayo dicek benar dokumen dan tahapannya. Kadang anak-anak mau submit saja, takut kalau tidak didampingi. Jadi, orang tua harus benar-benar peduli dan cermat, karena pada saat hari H pelaksanaan, semua data sudah harus benar dan tidak bisa diubah lagi,” tegas Febri.
Selain persoalan teknis, Febri juga menyoroti pola pikir masyarakat yang mayoritas masih memprioritaskan sekolah negeri.
Menanggapi hal ini, ia menekankan bahwa kualitas sekolah swasta saat ini juga tidak kalah bersaing dan memiliki standar yang baik.
Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya pun terus memberikan dukungan penuh kepada semua satuan pendidikan, salah satunya melalui dana Bantuan Operasional Pendidikan Daerah (Bopda), agar pemerataan kualitas pendidikan berjalan maksimal.
“Negeri dan swasta itu menjadi pertimbangan para orang tua. Hari ini kalau misalkan di negeri belum beruntung, swasta terdekat dari rumah InsyaAllah polanya sama. Karena kita kasih semua support, termasuk Bopda. Teman-teman sekolah swasta mestinya juga sudah punya strategi untuk terus meningkatkan mutu di sekolah masing-masing,” pungkasnya. (ahm)

