“Kalau kendalanya sih kalau kepanasan bisa mati. Ada kejauhan terus kepanasan ya begitu. Memang kambing itu berontak pasti, tapi kami sudah biasa jadi enggak sampai jatuh,” jelasnya.
Sementara itu penjual hewan kurban Pondra Irawan Pradita, mengaku bahwa layanan pengantaran ini justru menjadi daya tarik utama yang meningkatkan minat beli masyarakat.
Sejak dua tahun lalu, ia bekerja sama dengan para pengemudi, mulai dari layanan ojek online ternama. Jumlah mitra pengemudi yang tergabung pun terus bertambah, dari awalnya 50 orang kini menjadi hampir 70 orang.
“Pelanggan kami itu sangat terbantu sekali dengan adanya ojek-ojek online ini. Dikarenakan mereka itu sudah berpengalaman dalam hal ketepatan waktu, kecepatan, dan penanganan kambingnya pun mereka sudah familier. Keinginan masyarakat untuk membeli kambing ini sangat meningkat karena ada layanan ini,” papar owner Pradita Farm ini.
Jangkauan pengiriman tidak hanya di wilayah Surabaya, tetapi juga menjangkau hingga Gresik dan Sidoarjo. Agar hewan kurban tetap selamat dan prima sampai tujuan, Pondra menjelaskan ada prosedur khusus yang dilakukan sebelum kambing dinaikkan ke kendaraan.
“Untuk mengantisipasi kelelahan kambing saat dikirim, sebelum berangkat kami kondisikan dulu. Kami kasih makan dan minum supaya nanti keadaannya tetap fit di sana. Memang ada risiko kambing pingsan atau mati di jalan, tapi itu kasus tertentu saja dan persentasenya sangat kecil. Itu hal yang wajar dalam pengantaran,” ujarnya.
Tahun ini, ia menyiapkan sekitar 350 ekor kambing untuk dijual dengan rentang harga antara Rp 1,8 juta hingga Rp 5 juta per ekor. Pondra menjamin seluruh hewan yang dijual telah mendapatkan vaksinasi lengkap, sehingga aman dari penyakit dan layak untuk disembelih sebagai hewan kurban. (ahm)
“Kalau kendalanya sih kalau kepanasan bisa mati. Ada kejauhan terus kepanasan ya begitu. Memang kambing itu berontak pasti, tapi kami sudah biasa jadi enggak sampai jatuh,” jelasnya.
Sementara itu penjual hewan kurban Pondra Irawan Pradita, mengaku bahwa layanan pengantaran ini justru menjadi daya tarik utama yang meningkatkan minat beli masyarakat.
Sejak dua tahun lalu, ia bekerja sama dengan para pengemudi, mulai dari layanan ojek online ternama. Jumlah mitra pengemudi yang tergabung pun terus bertambah, dari awalnya 50 orang kini menjadi hampir 70 orang.
“Pelanggan kami itu sangat terbantu sekali dengan adanya ojek-ojek online ini. Dikarenakan mereka itu sudah berpengalaman dalam hal ketepatan waktu, kecepatan, dan penanganan kambingnya pun mereka sudah familier. Keinginan masyarakat untuk membeli kambing ini sangat meningkat karena ada layanan ini,” papar owner Pradita Farm ini.
Jangkauan pengiriman tidak hanya di wilayah Surabaya, tetapi juga menjangkau hingga Gresik dan Sidoarjo. Agar hewan kurban tetap selamat dan prima sampai tujuan, Pondra menjelaskan ada prosedur khusus yang dilakukan sebelum kambing dinaikkan ke kendaraan.
“Untuk mengantisipasi kelelahan kambing saat dikirim, sebelum berangkat kami kondisikan dulu. Kami kasih makan dan minum supaya nanti keadaannya tetap fit di sana. Memang ada risiko kambing pingsan atau mati di jalan, tapi itu kasus tertentu saja dan persentasenya sangat kecil. Itu hal yang wajar dalam pengantaran,” ujarnya.
Tahun ini, ia menyiapkan sekitar 350 ekor kambing untuk dijual dengan rentang harga antara Rp 1,8 juta hingga Rp 5 juta per ekor. Pondra menjamin seluruh hewan yang dijual telah mendapatkan vaksinasi lengkap, sehingga aman dari penyakit dan layak untuk disembelih sebagai hewan kurban. (ahm)