METROTODAY.ID, SIDOARJO – Film terbaru DC Studios, Supergirl, menjadi salah satu proyek paling dinantikan pada 2026. Disutradarai Craig Gillespie dan dibintangi Milly Alcock sebagai Kara Zor-El, film ini menghadirkan sosok Supergirl yang jauh lebih dewasa, keras, dan emosional dibandingkan adaptasi layar lebar sebelumnya.
Berdurasi 127 menit, Supergirl saat ini mengantongi rating IMDb 6,1/10 berdasarkan empat puluhan ribu penilaian pengguna. Selain itu, film ini juga dipasang dengan label PG-13. Angka yang cukup aman buat penonton umum di kalangan remaja dan dewasa.
Film ini mengadaptasi komik Supergirl: Woman of Tomorrow karya Tom King dan Bilquis Evely. Alih-alih mengisahkan asal-usul Kara secara jiplak, cerita berfokus pada perjalanan seorang gadis muda bernama Ruthye Marye Knoll yang meminta bantuan Supergirl untuk membalas dendam kepada pembunuh orangtuanya, Krem. Kara dan Ruthye menjelajahi berbagai planet dan menghadapi ancaman yang menguji sisi kemanusiaan Kara sekaligus memperlihatkan luka batin yang selama ini ia pendam.
Berbeda dari film Superman yang identik dengan harapan dan optimisme, Supergirl menawarkan nuansa yang lebih dalam. Kara digambarkan sebagai sosok yang masih dibantai kehancuran Krypton dan tumbuh dengan amarah yang belum sepenuhnya pulih. Pendekatan tersebut membuat film terasa seperti perpaduan antara petualangan antariksa, drama karakter, dan kisah balas dendam yang dibalut visual khas DC Studios.
Kekuatan utama film ini berada pada penampilan Milly Alcock. Banyak kritikus menilai aktris asal Australia tersebut berhasil menghadirkan Supergirl yang tangguh sekaligus rapuh. Chemistry antara Alcock dengan Eve Ridley sebagai Ruthye juga menjadi salah satu aspek yang paling sering dipuji karena mampu membangun hubungan emosional yang menjadi fondasi cerita.
Dari sisi visual, Craig Gillespie menghadirkan dunia kosmik yang megah dengan tata produksi yang memanjakan mata. Desain berbagai planet, makhluk luar angkasa, hingga efek visual pertarungan sengit. Kehadiran Jason Momoa sebagai Lobo dalam porsi terbatas juga sukses mencuri perhatian dan menjadi salah satu kejutan dalam film.
Meski demikian, respons kritikus tidak sepenuhnya bulat. Rotten Tomatoes mencatat film ini memperoleh skor sekitar 54 persen dari kritikus, sementara skor kepuasan penonton berada di kisaran 75 persen. Sejumlah pengulas menilai film terlalu banyak mengandalkan visual dan aksi sehingga perkembangan beberapa karakter pendukung terasa kurang mendalam. Konflik utama juga dianggap kehilangan momentum pada paruh akhir sehingga klimaksnya tidak sekuat yang diharapkan.
Associated Press memberikan penilaian bahwa Supergirl merupakan film superhero yang menghibur dengan pendekatan yang lebih berani dan emosional, meski naskahnya belum sepenuhnya konsisten. Sementara Variety memuji penampilan Milly Alcock sebagai alasan utama film ini layak ditonton, namun mengkritik skenario yang dinilai belum mampu mengimbangi potensi besar cerita komiknya.

