Tidak hanya Glenn, istrinya, Florencia, yang berusaha melerai pertikaian justru menjadi sasaran dan dilempari batu hingga mengalami luka berdarah.
Lei Juliana Mei, orang tua sekaligus kuasa hukum korban, menceritakan kronologi mengerikan tersebut dan membenarkan dampak yang dialami anak serta menantunya.
“Akibat kejadian itu, Glenn mengalami sejumlah luka di kepala, wajah, hingga kaki. Sementara Florencia juga terluka terkena lemparan batu. Keduanya hingga kini masih mengalami trauma mendalam atas perlakuan biadab tersebut,” ungkap Mei, Minggu (10/5).
Ia juga mengungkapkan dugaan serius terkait identitas para pelaku.
Dari lima orang yang melakukan pengeroyokan, empat di antaranya diduga kuat merupakan Warga Negara Asing (WNA) asal Tiongkok. Keempat pelaku tersebut diketahui langsung melarikan diri usai melakukan aksinya.
Pihak keluarga sempat berupaya melakukan mediasi, namun pembicaraan tersebut tidak membuahkan titik temu.
Akhirnya, korban memilih jalur hukum dan telah melaporkan peristiwa ini ke Mapolrestabes Surabaya.
Sebagai negara kepulauan, Indonesia menghadapi tantangan tersendiri dalam menjaga konektivitas, keselamatan, serta pengawasan wilayah antarpulau.…
Pemkot Surabaya mengambil alih sementara hak asuh anak berinisial A dari pasangan suami istri Sunar…
Polemik mengenai tata kelola iuran RT/RW dan Iuran Pengelolaan Lingkungan (IPL) di kawasan CitraLand Surabaya…
Nasib warga yang telah lama bermukim di kawasan emplasemen Stasiun Surabaya Pasar Turi menjadi sorotan…
Peran sivitas akademika di perguruan tinggi dinilai menjadi penentu arah serta masa depan bangsa. Hal…
Suasana penuh keceriaan menyelimuti Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Kampung Anak Negeri (Kanri) Kalijudan, Surabaya.…
This website uses cookies.