Categories: Surabaya

SPMB Surabaya Berubah, Nilai TKA Kini Dihitung 40 Persen di Jalur Prestasi Akademik

METROTODAY, SURABAYA – Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya menerapkan skema baru dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ini. Khusus pada jalur prestasi akademik, seleksi tidak lagi 100 persen berdasarkan nilai rapor, namun kini mulai memperhitungkan hasil Tes Kompetensi Akademik (TKA).

Kepala Dispendik Kota Surabaya, Febrina Kusumawati, menjelaskan bahwa perubahan ini dilakukan sesuai arahan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Proporsi penilaian ditetapkan sebesar 60 persen untuk nilai rapor dan 40 persen untuk nilai TKA.

“Dulu 100 persen nilai rapor, sekarang terdiri dari 60 persen rapor dan 40 persen dari TKA. Itu yang akan kita ambil sebagai poin untuk jalur prestasi akademik,” jelas Febrina, Minggu (3/5).

Menurut Febrina, pelibatan nilai TKA ini bertujuan untuk memotivasi siswa serta memberikan gambaran yang lebih akurat mengenai mutu pendidikan di Kota Surabaya. Proporsi ini dipilih setelah melalui kajian mendalam bersama berbagai pemangku kepentingan.

“Harapannya TKA bisa menjadi gambaran mutu pendidikan kita semua, dan bisa menjadi tolok ukur bagi pendidikan di Indonesia ke depannya,” sebutnya.

Sementara itu, pelaksanaan TKA untuk jenjang SD dan SMP sebenarnya telah selesai dilakukan. Namun, Dispendik masih membuka kesempatan bagi siswa yang berhalangan hadir, terutama karena sakit, untuk mengikuti tes susulan pada periode 11 hingga 19 Mei mendatang.

“Nanti suasananya sama dengan tes utama, hanya jumlah siswanya lebih sedikit. Kami ingin memastikan semua siswa tetap mempunyai kesempatan yang sama,” terangnya.

Saat ini tercatat sekitar 60-an siswa jenjang SMP yang akan mengikuti tes susulan, sementara data untuk jenjang SD masih dalam pemutakhiran. Sedangkan untuk jalur masuk lainnya, Febrina memastikan masih sama seperti tahun lalu, meliputi jalur afirmasi, domisili, prestasi, dan mutasi.

Ketua PGRI Surabaya, Agnes Warsiati, menilai kebijakan pembobotan 60:40 ini sudah sangat ideal. Menurutnya, nilai rapor tetap harus menjadi penentu utama karena mencerminkan proses belajar anak selama di sekolah.

“Sudah bagus, memang yang harusnya pembobotan terbesar ada di rapor karena itu gambaran proses belajar anak. Sementara data nilai TKA nanti bisa menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan ke depan,” pungkasnya. (ahm)

Jay Wijayanto

Recent Posts

Eri Cahyadi dan Istri Dijadwalkan Berangkat Haji Khusus 19 Mei, Tunggu Antrean Hanya 7 Tahun

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dijadwalkan akan berangkat ke tanah suci untuk menunaikan ibadah haji…

40 minutes ago

Padukan Batik dan Shibori, Desainer Surabaya Sukses Pukau Publik Fashion Kobe Jepang

Karya desainer asal Surabaya, Veni Rosita, sukses mencuri perhatian di ajang Indonesia Fashion and Cultural…

46 minutes ago

Ketua Dewan Pers: Jurnalisme Berkualitas Fondasi Utama dalam Membangun Masyarakat

Peringatan World Press Freedom Day 2026 menjadi momentum penting bagi dunia pers untuk menegaskan kembali perannya dalam…

11 hours ago

Peringati Hari Kebebasan Pers Sedunia; Ketum SMSI Firdaus: Mendirikan Perusahaan Pers Adalah Hak Asasi

Mendirikan perusahaan pers dalam berbagai platform, termasuk media siber, merupakan hak asasi manusia yang lindungi…

11 hours ago

Wabup Gresik dan Istri Jadi Jemaah Reguler Kloter 46, Kemenhaj: Sudah Daftar Sejak 2012

Wakil Bupati Gresik, Asluchul Alif bersama istri berangkat melaksanakan ibadah haji tahun 2026. Keduanya tergabung…

11 hours ago

Siap Hadapi Porprov 2027, Piala Wali Kota Surabaya Jadi Ajang Seleksi 40 Cabor

Kesiapan Kota Surabaya menyambut Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027 ditunjukkan dengan gelaran Piala…

12 hours ago

This website uses cookies.