17 April 2026, 15:38 PM WIB

Hindari Macet dan Bau, Pengangkutan Sampah di Surabaya Kini Dialihkan pada Malam Hari

METROTODAY, SURABAYA – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya mengubah jadwal pengangkutan sampah dari Tempat Penampungan Sementara (TPS) ke Tempat Penampungan Akhir (TPA) Benowo. Yang biasanya dilakukan pada siang hari, kini operasional diubah menjadi malam hari demi kenyamanan dan kelancaran arus kota.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menjelaskan bahwa perubahan jadwal ini memiliki beberapa tujuan utama. Selain untuk memperlancar proses pengiriman agar TPS terlihat bersih sepanjang hari, kebijakan ini juga bertujuan agar tidak mengganggu aktivitas warga dan lalu lintas di pagi hingga siang hari.

“Jadi, TPS bersih itu kan memberikan kebersihan di Kota Surabaya. Yang kedua, tidak mengganggu lalu lintas, karena kalau truk ke TPA pagi hari dan jam-jam sibuk maka akan mengganggu lalu lintas di Kota Surabaya,” ujar Eri Cahyadi, Jumat (17/4).

Selain aspek kelancaran lalu lintas, pengangkutan di malam hari dinilai lebih efektif karena perjalanan lebih cepat. Hal ini juga berdampak pada pengurangan bau yang menyengat selama perjalanan serta efisiensi operasional kendaraan.

“Kami bisa efisiensi terkait BBM dan efisiensi keausan mobil, karena dengan kelancaran operasional ini, penggunaan BBM juga akan semakin berkurang. Sehingga itulah yang menjadi pertimbangan dilakukan malam hari,” jelasnya.

Eri berharap dengan perubahan ini, warga bisa menyambut pagi hari dengan kondisi TPS yang sudah bersih dan tidak terganggu oleh aktivitas pengangkutan sampah saat berangkat kerja.

Sementara Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DLH Kota Surabaya, M. Fikser, menambahkan bahwa pihaknya akan menyesuaikan seluruh sistem dengan volume sampah dan jam operasional baru.

“Semua sampah yang sekarang ada ini kita sesuaikan dengan jam operasional pengambilan. Jadi akan ada perubahan, pengambilan sampah nanti akan berubah pada malam hari supaya tidak mengganggu aktivitas warga,” jelasnya.

Selain jadwal, ada aturan penting lainnya yang ditegaskan. TPS hanya diperuntukkan bagi sampah rumah tangga. Untuk sampah berukuran besar atau sampah kaleng seperti sofa, kasur, dan lemari, dilarang dibuang di TPS dan harus langsung dibawa ke TPA Benowo yang sudah disiapkan lokasi khususnya.

Hingga saat ini, DLH juga tengah melakukan sosialisasi melalui daring kepada pengurus RT/RW untuk menyamakan persepsi dengan para petugas pengangkut sampah terkait aturan dan jadwal yang baru ini. (ahm)

METROTODAY, SURABAYA – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya mengubah jadwal pengangkutan sampah dari Tempat Penampungan Sementara (TPS) ke Tempat Penampungan Akhir (TPA) Benowo. Yang biasanya dilakukan pada siang hari, kini operasional diubah menjadi malam hari demi kenyamanan dan kelancaran arus kota.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menjelaskan bahwa perubahan jadwal ini memiliki beberapa tujuan utama. Selain untuk memperlancar proses pengiriman agar TPS terlihat bersih sepanjang hari, kebijakan ini juga bertujuan agar tidak mengganggu aktivitas warga dan lalu lintas di pagi hingga siang hari.

“Jadi, TPS bersih itu kan memberikan kebersihan di Kota Surabaya. Yang kedua, tidak mengganggu lalu lintas, karena kalau truk ke TPA pagi hari dan jam-jam sibuk maka akan mengganggu lalu lintas di Kota Surabaya,” ujar Eri Cahyadi, Jumat (17/4).

Selain aspek kelancaran lalu lintas, pengangkutan di malam hari dinilai lebih efektif karena perjalanan lebih cepat. Hal ini juga berdampak pada pengurangan bau yang menyengat selama perjalanan serta efisiensi operasional kendaraan.

“Kami bisa efisiensi terkait BBM dan efisiensi keausan mobil, karena dengan kelancaran operasional ini, penggunaan BBM juga akan semakin berkurang. Sehingga itulah yang menjadi pertimbangan dilakukan malam hari,” jelasnya.

Eri berharap dengan perubahan ini, warga bisa menyambut pagi hari dengan kondisi TPS yang sudah bersih dan tidak terganggu oleh aktivitas pengangkutan sampah saat berangkat kerja.

Sementara Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DLH Kota Surabaya, M. Fikser, menambahkan bahwa pihaknya akan menyesuaikan seluruh sistem dengan volume sampah dan jam operasional baru.

“Semua sampah yang sekarang ada ini kita sesuaikan dengan jam operasional pengambilan. Jadi akan ada perubahan, pengambilan sampah nanti akan berubah pada malam hari supaya tidak mengganggu aktivitas warga,” jelasnya.

Selain jadwal, ada aturan penting lainnya yang ditegaskan. TPS hanya diperuntukkan bagi sampah rumah tangga. Untuk sampah berukuran besar atau sampah kaleng seperti sofa, kasur, dan lemari, dilarang dibuang di TPS dan harus langsung dibawa ke TPA Benowo yang sudah disiapkan lokasi khususnya.

Hingga saat ini, DLH juga tengah melakukan sosialisasi melalui daring kepada pengurus RT/RW untuk menyamakan persepsi dengan para petugas pengangkut sampah terkait aturan dan jadwal yang baru ini. (ahm)

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait