Pelaksanaan TKA SMP di Surabaya yang dimulai Senin (6/4). Sebanyak 321 lembaga pendidikan dengan total 33.352 siswa mengikuti TKA. (Foto: istimewa)
METROTODAY, SURABAYA – Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMP tahun 2026 resmi dimulai hari ini, Senin (6/4). Pelaksanaan yang berlangsung secara nasional hingga tanggal 16 April mendatang ini tercatat berjalan lancar dan kondusif di Kota Surabaya. Hasil TKA SMP secara nasional direncanakan akan diumumkan pada tanggal 24 Mei 2026.
Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya, Febrina Kusumawati, memastikan proses ujian berjalan baik setelah melakukan pemantauan langsung di sejumlah titik sejak pagi hari, antara lain di SMPN 1, SMPN 3, SMPN 5, dan SMPN 32 Surabaya.
“Alhamdulillah hari pertama TKA berjalan dengan lancar. Ada beberapa lokasi tadi yang sempat aku tengok (tinjau) sejak pagi,” ujar Febri.
Salah satu perbedaan utama antara TKA dengan Ujian Nasional (UNAS) masa lalu adalah kebijakan kegiatan belajar mengajar (KBM). Jika dulu siswa non-peserta diliburkan, kini sistem pelaksanaan dibagi menjadi beberapa sesi yang memanfaatkan laboratorium komputer, sehingga siswa lain tetap bisa belajar normal.
“Kalau dulu UNAS, hari ini siswa kelas IX ujian, siswa kelas lain libur. Nah, (TKA) ini enggak. Jadi, selama pelaksanaan TKA, siswa-siswi tidak kami liburkan,” jelasnya.
Data Dispendik mencatat, pelaksanaan TKA SMP diikuti oleh 321 lembaga pendidikan dengan total 33.352 siswa. Untuk mendukung kelancaran, disiapkan 677 laboratorium komputer dan 1.118 pengawas ruang yang disiagakan.
Untuk menjaga integritas dan kejujuran, diterapkan sistem pengawasan silang antar sekolah. Guru pengawas bukan berasal dari sekolah tempat ujian dilaksanakan, melainkan ditugaskan dari institusi lain.
“Jadi memang pengawasannya kita silang, tidak hanya dengan gurunya sendiri. Jadi lintas guru, misalkan tadi aku ke SMPN 1 itu ada dari beberapa SMP yang bukan (guru) dari SMPN 1 yang menjadi pengawas kelasnya,” ungkapnya.
Selain itu, aturan ketat juga diterapkan terhadap barang bawaan. Tas, alat komunikasi, dan barang pribadi lainnya dilarang masuk ke ruang ujian dan harus dititipkan di ruang transit yang telah disediakan.
“Insyaallah semua atribut, segala macam tidak bisa masuk. Tas siswa, handphone, semuanya ditaruh di ruang-ruang tertentu atau ruang-ruang transit,” imbuh Febri.
Bagi siswa yang berhalangan hadir karena sakit atau alasan lain, Dispendik telah menyiapkan skema ujian susulan. Jadwal ujian susulan telah ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah pada tanggal 11 hingga 17 Mei 2026.
Suasana positif juga terlihat dari dukungan orang tua siswa yang hadir memberikan semangat di sekolah. Febri berharap suasana kondusif ini terus terjaga hingga hari terakhir pelaksanaan.
“Tadi ada beberapa sekolah yang tak lihat sampai orang tua (hadir) memberikan support ke anaknya. Kami konfirmasi positif bahwa mereka itu support juga untuk anak-anaknya. Saat masuk kelas itu juga tak kasih salam sapa, ayo senyum ya, jangan tegang depan komputer,” pungkasnya. (ahm)
Genderang perang di Timur Tengah tampaknya belum akan reda dalam waktu dekat. Teheran secara tegas…
Angka investasi di Kabupaten Sidoarjo terus melesat dalam lima tahun terakhir. Nilainya bahkan konsisten melampaui…
Suasana khidmat dan penuh haru menyelimuti jajaran Kodim 0830 Surabaya Senin (6/4). Sejumlah prajurit TNI…
BRI menggelar kegiatan sosial bertajuk BRI Social Activity "Grow & Green".bKegiatan diisi dengan penyaluran bantuan…
Belasan warga di Surabaya menjadi korban penipuan berkedok investasi atau penjualan sembako murah. Total kerugian…
Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mendorong penyelesaian kasus hukum yang saat ini dihadapi oleh Badan Usaha…
This website uses cookies.