Categories: Surabaya

Jadi Percontohan, Kampung Pancasila Ngagel Rejo Kumpulkan Donasi Sosial hingga Rp90 Juta

METROTODAY, SURABAYA – Kampung Pancasila di RW IV Ngagel Mulyo, Kelurahan Ngagel Rejo, Kecamatan Wonokromo, Surabaya, diproyeksikan menjadi model percontohan bagi wilayah lain di Kota Pahlawan.

Penetapan tersebut disampaikan oleh Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, saat meninjau langsung kawasan tersebut.

RW IV Ngagel Rejo dinilai berhasil mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila secara konkret melalui tiga program utama: pengelolaan sampah mandiri, penerapan Sistem Keamanan Terpadu (SISKAMDU), serta pengumpulan donasi sosial antarwarga yang mencapai puluhan juta rupiah.

Dalam kunjungannya, Eri mengapresiasi kohesi sosial yang terbangun di wilayah tersebut. Ia menegaskan bahwa esensi Kampung Pancasila terletak pada kepedulian sosial antarwarga.

“Alhamdulillah, Kampung Pancasila ini luar biasa. Di sini sudah jalan terkait pilah sampah, terkait orang yang (mampu) membantu orang yang tidak mampu. Tapi memang belum semuanya bergerak bersama,” ujar Eri, Senin (23/2).

Eri juga menekankan bahwa kebersihan lingkungan merupakan bagian dari iman yang harus dimulai dari kesadaran memilah sampah di setiap rumah. Atas capaian tersebut, ia menjadikan RW IV Ngagel Rejo sebagai rujukan bagi Kampung Pancasila lainnya di Surabaya.

“Saya matur nuwun sanget (terima kasih banyak). Ini saya buat jadi prototype, jadi contoh untuk ke depannya, untuk Kampung Pancasila yang lainnya yang belum ada,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua RW IV Ngagel Rejo, Endang Purwaningtyas, menyampaikan bahwa sejak 2024 hingga Februari 2026, total donasi warga yang terkumpul mencapai Rp90.331.000.

Dari jumlah tersebut, Rp88.686.500 telah disalurkan untuk berbagai kebutuhan sosial, dengan saldo tersisa Rp1.644.500.

“Dari tahun 2024 sampai hari ini, kami mendapatkan donasi dari warga Rp90.331.000. Lalu kami donasikan Rp88.686.500. Jadi kami ada saldo Rp1.644.500,” ujar Endang.

Menurutnya, dana tersebut dialokasikan untuk bantuan sembako, pembelian kursi roda bagi lansia, serta dukungan rutin bulanan kepada Bangga Surabaya Peduli (BSP) sebesar Rp1.200.000.

“Mungkin ini jadi bagian kecil. Tapi walaupun kecil, tapi kami selalu menginspirasi warga bahwa kita itu harus bermanfaat dan ikut serta dalam pembangunan masyarakat,” tuturnya.

Selain program donasi, RW IV juga memiliki sistem santunan kematian “Sinoman” yang diikuti 741 Kepala Keluarga (KK). Setiap warga memberikan iuran sukarela Rp2.000 setiap ada warga yang meninggal dunia.

“Kita berikan pada yang meninggal Rp1 juta. Untuk jasa mensucikan jenazah Rp50.000 dan jasa pemakaman Rp50.000.

Jadi sampai November 2025, kami punya saldo Rp50.038.300, dan mohon doanya Bapak Wali Kota ke depan kami juga ingin punya ambulance,” katanya.

Kemandirian ekonomi warga turut diperkuat melalui Bank Sampah “Guyub Sayekti” di RT 18 RW IV Ngagel Rejo.

Hasil penjualan sampah kering sebanyak 3 hingga 3,5 ton per bulan digunakan untuk pengadaan delapan titik CCTV, pembangunan sarana prasarana, hingga bantuan pendidikan.

“Pemilahan sampah dilakukan seluruh warga lintas usia, dijadikan media untuk menjaga hubungan, keguyuban dan gotong royong,” kata Endang.

Saat ini, tercatat 452 rumah aktif memilah sampah kering, 48 unit urban farming, serta berbagai instalasi biopori dan eko-enzim di wilayah RW IV Ngagel Rejo.

Dari sisi keamanan, Endang mengungkap bahwa RW IV menerapkan SISKAMDU dengan sistem satu pintu di wilayah barat yang meliputi RT 1-5, 17, dan 18. Kolaborasi antara warga dan petugas keamanan dilakukan untuk pengawasan 24 jam.

“Jadi RT 1-5, 17 dan 18 itu dengan SISKAMDU, satu pintu di wilayah barat. Lalu yang lain mandiri, setiap RT membayar satpam masing-masing. Jadi Bapak RT beserta warga itu menjaga kampungnya dari jam 6 sore sampai jam 11 malam,” paparnya.

Endang juga menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemerintah Kota Surabaya melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dan Dana Kelurahan (Dakel), yang dinilai berhasil menyelesaikan sejumlah persoalan wilayah mulai dari banjir, perbaikan jalan, hingga program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu).

“Sejak dibantu oleh Bapak (Wali Kota Eri Cahyadi) melalui Musrenbang, RW IV tidak lagi banjir. Terima kasih Bapak, mudah-mudahan apa yang sudah diberikan itu bisa bermanfaat,” pungkasnya. (ahm)

Jay Wijayanto

Recent Posts

Satpol PP Surabaya Temukan Dua Restoran Nekat Jual Minuman Beralkohol di Bulan Ramadan

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Surabaya menemukan dua restoran yang masih buka dan…

5 minutes ago

K.H. Ali Mas’Ud, Waliyullah Unik Penuh Karamah (2): Asal Usul Nama Gus Ud dan Garis Nasab ke Sunan Gunungjati

K.H. ALI MAS’UD atau Mbah Ud terlahir dengan nama Mas’ud. Karena putra seorang kiai pengasuh…

53 minutes ago

Menag Beri Penjelasan ke KPK Terkait Kunjungan ke Sulsel Pakai Pesawat Ketum Hanura

Menag Nasaruddin Umar hari ini menghadiri Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memberikan penjelasan terkait…

8 hours ago

Ramadan di Surabaya, Roti Maryam hingga Sambosa Khas Arab Ramai Diburu di Little Mekkah Ampel

Ramadan selalu identik dengan tradisi berburu takjil. Di Kota Pahlawan, suasana tersebut terasa berbeda ketika…

13 hours ago

53.237 Pendaftar SNBP Pilih Unesa, Keperawatan Jadi Prodi dengan Peminat dan Keketatan Tertinggi

Masa pendaftaran Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026 resmi ditutup pada Rabu (18/2) pukul 15.00…

13 hours ago

Jelajah Nusantara Menikmati 100 Menu Lokal untuk Berbuka Puasa di Surabaya

Memeriahkan momen istimewa di bulan Ramadan, ARTOTEL TS Suites Surabaya menghadirkan paket buka puasa istimewa…

14 hours ago

This website uses cookies.