Rencananya lapangan Karanggayam akan menjadi pusat pembinaan sepak bola bagi anak-anak Surabaya. (Foto: istimewa)
METROTODAY, SURABAYA – Pembangunan Lapangan Karanggayam di kawasan Tambaksari Surabaya telah rampung. Lapangan yang berdampingan dengan Gelora 10 Nopember (G10N) tersebut diproyeksikan menjadi pusat pembinaan sepak bola usia dini hingga remaja di Kota Surabaya.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat meninjau langsung kondisi wisma dan Lapangan Karanggayam tidak hanya melihat progres fisik pembangunan, tetapi juga menjajal langsung lapangan.
“Alhamdulillah (lapangan, Red) Karanggayam yang dulu (seperti) hutan sudah berubah total. Hari ini (pembangunan) lapangan selesai. Sehingga nanti insyaAllah kita tinggal melanjutkan (pembangunan) mess, dan nanti ada tambahan bangunan yang terkait ruang ganti pakaian, terus toilet yang ada di sebelahnya dari mess (wisma) tadi,” terang Eri, Jumat (16/1).
Ia menekankan bahwa kompleks Wisma Karanggayam ke depan tidak lagi sekadar fasilitas olahraga, melainkan akan bertransformasi menjadi pusat pembinaan sepak bola usia dini secara berkelanjutan.
“Jadi nanti insyaAllah kita mengingat bahwa Karanggayam ini bukan lagi tempat yang seperti kemarin, kayak hutan tidak terawat, tapi kita ingat bahwa Mess Karanggayam ini akan menjadi tempat pembinaan arek-arek Surabaya,” katanya.
Skema pembinaan akan menyasar anak-anak berprestasi dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SD, SMP, hingga SMA/SMK. Mereka akan disaring melalui kompetisi yang digelar Pemkot Surabaya, kemudian dikumpulkan untuk mendapatkan pembinaan intensif bersama Persebaya Surabaya.
“Jadi nanti anak yang di tingkat SD, SMP, SMA yang dia terbaik dari pertandingan-pertandingan yang kita lakukan, bisa kita kumpulkan di sini (Lapangan Karanggayam), lalu di-coaching clinic dengan pemain-pemain Persebaya,” tuturnya.
Ia menambahkan, pembinaan tersebut tidak berhenti di tingkat kampung, melainkan akan dibuat berjenjang agar talenta muda Surabaya memiliki jalur pengembangan yang jelas.
“Jadi mereka (anak-anak) tidak hanya terputus di Liga Kampung, tapi dari Liga Kampung, nanti kita akan lakukan itu antar kampung, yang dari kampung lolos masuk ke mess (Karanggayam), yang masuk mess akan diberikan coaching clinic oleh Persebaya selama seminggu atau dua minggu,” ujarnya.
Menurut dia, kolaborasi pemkot dengan Persebaya menjadi kunci untuk membangun mimpi dan motivasi para pemain muda. Ia meyakini kedekatan antara Persebaya dan pemerintah kota akan menumbuhkan semangat serta rasa memiliki anak-anak muda terhadap Surabaya.
“Sehingga talenta-talenta Surabaya ini akan muncul terus-menerus. Dan dengan kerjasama Persebaya, maka anak anak punya semangat, punya obsesi,” jelasnya.
Selain pembinaan teknis, Wisma Karanggayam juga akan dikembangkan sebagai pusat pembentukan fisik atlet. “Selain coaching clinic, bagaimana membentuk body,” katanya.
Untuk mendukung aktivitas latihan, Pemkot Surabaya juga akan menyediakan tribun penonton bersifat portable. “Ada tribun tapi nggak full, hanya portable. Jadi pada waktu latihan ada tribun yang memang dia bisa ditarik, bisa dipasang, tapi tidak permanen, sehingga (penonton) bisa melihat,” urainya.
Sementara terkait progres pembangunan, Eri menargetkan seluruh fasilitas pendukung dapat rampung pada pertengahan tahun ini yang bertepatan dengan peringatan hari jadi Persebaya.
“Nanti pembangunan-pembangunan yang dilakukan terkait dengan tempat ganti dan lain-lain, insyaAllah bangunan ini akan selesai di bulan Mei atau Juni (2026). Sehingga pada waktu ulang tahunnya Persebaya, sudah selesai. Bangunan sekaligus lapangannya, termasuk museum yang ada di GBT (Gelora Bung Tomo),” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa Wisma Karanggayam akan diposisikan sebagai ikon sepak bola Surabaya yang tidak terpisahkan dari Persebaya dan Bonek. “Ini menjadi ikonnya arek-arek Surabaya, ikonnya Persebaya, ikonnya Bonek,” imbuhnya.
Ia berencana melibatkan langsung suporter Persebaya atau Bonek dalam proses peresmian. “Maka nanti yang meresmikan, saya berharap juga teman-teman Bonek yang meresmikan ini. Karena ini juga akan menjadi milik Bonek, menjadi kebanggaan, pride-nya Bonek, termasuk museum nanti yang ada di GBT,” terangnya.
Dalam konsep pengembangan kawasan, Wisma Karanggayam juga akan menjadi ruang dokumentasi sejarah Persebaya dan Bonek. “Jadi nanti di wisma ini tidak hanya ada sejarah terkait Persebaya menjadi juara, tapi sejarah bagaimana Bonek juga mulai awal sampai hari ini dengan suka dukanya, dengan jatuh bangunnya Persebaya, Bonek masih setia. Sehingga saya ingin membuat sejarah itu,” pungkasnya. (ahm)
Puluhan jurnalis Surabaya dan Sidoarjo mengikuti Bootcamp Artificial Intelligence for Journalist di iSTTS. Belajar pemanfaatan…
Pendopo Delta Wibawa terasa berbeda pada Minggu (1/2/2026) pagi. Dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Ke-167…
Jelang penyelenggaraan haji 2026, persiapan untuk transit jemaah di Asrama Haji Surabaya terus dilakukan. Dengan…
Cuaca ekstrem melanda Kota Surabaya sejak siang hingga malam hari ini, Selasa (3/2). Hujan deras…
Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Surabaya sejak Selasa (3/2) sore hingga malam…
Kementerian Agama (Kemenag) akan melakukan perbaikan tata kelola dan peningkatan kesejahteraan guru madrasah di seluruh…
This website uses cookies.