Categories: Surabaya

Takbir Keliling Siswa Muhammadiyah di Sukolilo Surabaya, Paduan Tradisi dan Kebersamaan

METROTODAY, SURABAYA – Di tengah perbedaan hari raya Idul Fitri 1447 H, suasana penuh syukur menyelimuti kawasan Sukolilo Baru, Bulak, Surabaya, pada Kamis (19/3) malam.

Alunan takbir dan api obor dibawa berkeliling oleh para siswa SD, SMP, dan TK Muhammadiyah untuk menyambut datangnya Idul Fitri 1447 Hijriah yang jatuh pada Jumat (20/3).

Tak hanya anak-anak, remaja hingga orang tua juga turut serta dalam pawai takbir keliling yang meriah tersebut. Mereka berjalan kaki sambil membawa obor, mengitari kawasan Sukolilo Baru hingga Pantai Mentari.

Rute perjalanan dimulai dari SD Muhammadiyah 9 yang terletak di sebelah Jembatan Surabaya, kemudian melewati Pantai Mentari, Jalan Kenjeran, Kenpark, sebelum kembali ke lokasi awal.

“Takbir keliling ini sudah menjadi rutinitas setiap menjelang Hari Raya Idul Fitri,” ujar Sekretaris Pimpinan Ranting Muhammadiyah Sukolilo Surabaya, Moh Hendra Darmawan, Kamis (19/3) malam.

Menurutnya, kegiatan ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi dan menumbuhkan rasa cinta terhadap agama, khususnya pada anak-anak sejak dini. Selain itu juga berperan sebagai syiar agama Islam.

“Ini bagian dari syiar agama yang mulai dipupuk kepada anak-anak sekaligus menumbuhkan rasa cinta terhadap agama,” tuturnya.

Hendra menjelaskan bahwa ketika takbir keliling melintasi masjid yang tengah menjalankan shalat tarawih telah dikoordinasikan dengan pihak terkait

Termasuk melalui sosialisasi kepada masyarakat agar suasana tetap kondusif meskipun terdapat perbedaan dalam penentuan hari raya Idul Fitri 1447 H.

“Sudah izin dan koordinasi dengan dinas terkait, kita silahturahmi dan sosialisasi sebelum bergerak takbir keliling kepada masyarakat,” ungkapnya.

Menariknya, takbir keliling tahun ini tetap mengikuti tradisi menggunakan obor. “Penggunaan obor ini merupakan upaya untuk mengangkat nilai-nilai tradisional,” jelas Hendra.

Konsep kegiatan setiap tahunnya selalu mengedepankan semangat bambu, mengingatkan pada suasana takbiran di masa lalu.

“Suasana takbir keliling menjadi momen yang penuh makna, menggabungkan tradisi dan semangat kebersamaan dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri,” pungkasnya. (ahm)

Jay Wijayanto

Recent Posts

Harimau Malaya Kena Ghosting! Peter Cklamovski Tinggalkan Kuala Lumpur Menuju Inggris demi Bergabung Geng Paul Scholes

Jagat sepak bola Asia Tenggara mendadak diguncang drama romansa taktik yang kandas di tengah jalan.…

2 hours ago

Gol Pertama Sudah, Poin Belum: Uzbekistan Pulang dari Azteca dengan Cerita Campur Aduk

Debutan Piala Dunia 2026, Uzbekistan, harus mengakui keunggulan Kolombia setelah takluk 1-3 dalam laga Grup…

3 hours ago

Pelajar SMA Tewas Diduga Dibacok di Jalan Sumatera Surabaya Usai Konvoi HUT Persebaya

Seorang pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) tewas diduga menjadi korban penganiayaan dengan senjata tajam usai…

4 hours ago

Wamenham Hadiri Uji Publik RUU Perubahan UU HAM di Unesa, Ditargetkan Disahkan Tahun Ini

Wakil Menteri HAM, Mugiyanto, menghadiri uji publik terhadap rancangan undang-undang perubahan atas Undang-Undang Nomor 39…

5 hours ago

Video Mahasiswa Mesum di Ruang Kelas Unair, Rektor: Proses Pemeriksaan Berjalan, Sanksi Sesuai Aturan

Sebuah rekaman video berdurasi 2 menit 15 detik yang diduga memperlihatkan dua mahasiswa melakukan perbuatan…

5 hours ago

AC Milan Resmi Berganti Gaya Main, Kedatangan Ruben Amorim Jadi Panggung Pertunjukan Tiga Bek

Era baru permainan tiga bek resmi dimulai di San Siro. Manajemen AC Milan mengejutkan bursa…

6 hours ago

This website uses cookies.