Categories: Nasional

WFH Sehari dalam Sepekan Jadi Strategi Hemat Energi, Konsumsi BBM Turun 20 Persen

METROTODAY, JAKARTA – Pemerintah menyiapkan langkah-langkah penghematan energi nasional. Eskalasi di Timur Tengah dengan peran antara Israel-Amerika Serikat dan Iran memengaruhi stabilitas pasokan dan harga energi dunia.

Menjelang Lebaran, tepatnya pada 19 Maret 2026, Presiden Prabowo Subianto sudah memimpin rapat membahas langkah-langkah penghematan energi. Presiden menekankan pentingnya langkah antisipatif yang terukur untuk menjaga ketahanan energi nasional di tengah situasi global yang dinamis.

”Presiden menginstruksikan agar efisiensi difokuskan pada beberapa sektor spesifik guna menjaga stabilitas dan ketahanan energi dalam negeri,” kata Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Presiden telah mengusulkan sejumlah langkah. Di antaranya, pembatasan penggunaan kendaraan pribadi serta penerapan sistem kerja fleksibel. Prabowo mencontohkan, beberapa negara di kawasan seperti Pakistan dan Filipina yang telah lebih dulu menerapkan sistem kerja hybrid, yakni empat hari kerja tatap muka dan satu hari kerja daring.

Rencana Work From Home (WFH)

Salah satu rencana yang tengah digodok adalah penerapan Work From Home (WFH) setelah libur Hari Raya Idul Fitri. Kebijakan itu disebut bisa menghemat penggunaan energi sekaligus  mengurangi tekanan terhadap anggaran subsidi energi nasional.

Kebijakan itu akan diterapkan secara terbatas. Tidak setiap hari. Direncanakan, kebijakan WFH akan diterapkan satu hari dalam sepekan. Pemerintah memperkirakan, WFH selama satu hari tersebut akan menghemat konsumsi BBM hingga 20 persen.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa kebijakan WFH akan didetailkan lagi.

”Namun, setelah Lebaran akan mulai diberlakukan, baik untuk ASN maupun sebagai imbauan bagi sektor swasta. Kecuali yang bergerak di pelayanan publik,” ujar Airlangga pada  Sabtu (21/3/2026).

Penerapan WFH diharapkan tidak hanya berlaku bagi ASN, tetapi juga dilakukan pemerintah daerah dan sektor swasta. ”Ada penghematan dari segi penggunaan mobilitas, dari bensin penghematannya cukup signifikan. Seperlima dari apa yang biasa kita keluarkan,” katanya.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai kebijakan WFH dapat memberikan dampak signifikan terhadap efisiensi energi nasional. Terutama melalui pengurangan mobilitas harian masyarakat.

”Perhitungan kasar, WFH dapat menghemat sekitar 20 % konsumsi BBM,” ungkapnya.

WFH yang diterapkan sehari dalam satu pekan dinilai tepat untuk menjaga produktivitas kerja tetap optimal. ”Kalau terlalu sering WFH, dikhawatirkan produktivitas menurun,” ujarnya. (red/MT)

Naufal

Recent Posts

Atasi Banjir di Surabaya Selatan, Pemkot Fokus Penyambungan Saluran dan Penyamaan Ketinggian Air

Penanganan banjir di wilayah Surabaya Selatan dilakukan dengan pendekatan yang menyeluruh. Pemerintah kota menitikberatkan pada…

5 hours ago

Anas Karno Resmi Jabat Sekretaris Komisi A Bidang Pemerintahan DPRD Kota Surabaya

Anas Karno ditetapkan sebagai Sekretaris Komisi A DPRD Kota Surabaya dalam rapat paripurna yang digelar…

5 hours ago

Gantikan Adi Sutarwijono, Syaifuddin Zuhri Dilantik sebagai Ketua DPRD Surabaya, Fokus Optimalisasi Pendapatan Daerah

Syaifuddin Zuhri resmi dilantik dan mengucap sumpah jabatan sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)…

5 hours ago

Kelihaian Perempuan Mengubah Diam Menjadi Emas

KALIMAT yang diucapkan belum sepenuhnya tuntas. Tapi, air matanya sudah tumpah membasahi pipi. Ia tak…

7 hours ago

Pakar: Pengelolaan Budaya Surabaya Dinilai Masih Fase Transisi

Penyediaan ruang publik serta transformasi lembaga kesenian menjadi lembaga kebudayaan dinilai sebagai langkah positif menuju…

1 day ago

KAI Uji Coba Biodiesel B50 di KA Sembrani, Performa Tetap Optimal di Jalur Surabaya – Jakarta

PT KAI melakukan terobosan baru dengan menggelar uji coba perdana penggunaan bahan bakar Biodiesel B50…

1 day ago

This website uses cookies.