Categories: Bumi Aulia

Makam Sesepuh Desa Tambaksumur; Makam Tengah sebagai Titik Sentral (3)

Mulai Ramadan 1447 Hijriah/2026 M, Metrotoday.id menayangkan kisah-kisah religi jejak para Auliya (Waliyullah) penyebar agama Islam di wilayah Kabupaten Sidoarjo. Penayangan kisah ini bersumber dari buku ”Sidoarjo Bumi Aulia” karya Muh. Subhan dan Fathur Roziq.

===

Luas Makam Islam Desa Tambaksumur sekitar 1 hektare. Di sudut timur laut, terdapat bangunan calon rumah joglo yang sedang dalam proses penyelesaian. Bangunan itu tampak diistimewakan. Lantainya dibuat lebih tinggi. Sekitar setengah meter dari tanah di sekitarnya. Batu-batu nisan yang berjajar rapi di dalamnya hanya berjumlah lima buah. Ukurannya besar-besar, dengan desain yang khas, dan memancarkan kesan berwibawa.

Tidak ada suasana maupun kesan angker seperti makam tua lain bila menjelang malam hari. Di Makam Tambaksumur justru memancar sinar lampu-lampu yang dipasang mengarah ke atas. Berpadu dengan penerangan dari tengah makam. Yang muncul justru kesan agung dan khidmat.

Cahaya lampu penerangan di sana seakan menegaskan bahwa kompleks makam aulia tersebut merupakan pusat spiritual yang dijaga dan dihormati. Inilah pemandangan yang dapat dijumpai di kompleks makam Mbah Zainal Abidin, ulama yang menjadi punjer (sesepuh sentral) masyarakat Tambaksumur. Di samping beliau, bersemayam pula Nyai Ummi Kulsum, istrinya yang setia. Juga Mbah Ustadz, putra ketiga beliau, beserta istri Mbah Ustadz.

Tidak jauh dari situ, terdapat pula sebuah makam yang masih menyimpan misteri hingga kini, yakni makam Gembong Sulaiman alias Kik Leng. Sosok Kik Leng sampai saat ini masih menimbulkan perdebatan di antara para sarkub (sarjana kuburan, sebutan untuk para pencinta ziarah makam) di Tambaksumur. Sebab, namanya beraroma Tionghoa, berbeda dengan nama-nama lain di sekitarnya yang bernuansa Arab-Islami. Banyak yang meyakini bahwa Kik Leng bukan bagian dari garis nasab keluarga Mbah Zainal Abidin. Namun, keberadaan makamnya di dalam kompleks utama menunjukkan bahwa ia adalah sosok penting meskipun jejak sejarahnya masih menunggu untuk terus digali dan ditelusuri.

”Iya, benar. Kik Leng itu bukanlah keluarga Mbah Zainal Abidin. Akan tetapi, beliau adalah orang yang pertama kali babat Desa Tambaksumur, lalu diserahkan pada Mbah Kenduruan. Selanjutnya diteruskan oleh Mbah Zainal Abidin,” jelas Ustadz Munir. ”Dan, konon, dia memang orang Tionghoa,” imbuhnya.

Keberadaan makam Kik Leng yang masih menyisakan perdebatan sejarah ini justru semakin memperkaya mozaik perjalanan panjang Desa Tambaksumur. Dari sinilah tampak bahwa jejak sejarah desa ini tidak hanya terhubung dengan tradisi Islam dan para ulama, tetapi juga dengan keberagaman etnis yang pernah singgah dan memberi peran.

Masih di kompleks makam utama terdapat dua makam lain, yakni makam Nyai Rofi’ah, putri keempat Mbah Zainal Abidin, beserta suaminya, Kiai Rajiman. Letaknya ada di sudut tenggara. Sementara di sudut barat daya, bersemayam Nyai Mu’thashimah, putri keenam Mbah Zainal Abidin, bersama suaminya, Kiai Mas’ud.Kehadiran makam para putri beserta menantu Mbah Zainal Abidin ini menambah lengkap panorama genealogis keluarga besar Mbah Zainal Abidin yang diabadikan di dalam satu kawasan.

Kelak, apabila pembangunan rumah joglo selesai, kompleks makam keluarga besar Mbah Zainal Abidin diperkirakan akan semakin tampak berwibawa dan anggun. Kehadiran rumah joglo bukan sekadar bangunan fisik, melainkan simbol penghormatan bagi seorang tokoh yang menjadi figur sentral masyarakat Tambaksumur.

Rumah joglo itu akan berfungsi sebagai ruang pertemuan dan pengajian. Sekaligus sebagai penanda penting bahwa Tambaksumur tengah menata diri menuju peran barunya sebagai destinasi wisata religi yang berwibawa. (*/Bersambung)

(*) Materi artikel ini disadur dari buku Sidoarjo Bumi Aulia atas seizin Bappeda Kabupaten Sidoarjo sebagai pemilik produk

Naufal

Recent Posts

Kenjeran Jadi Saksi Lahirnya Laboratorium Keliling Deteksi Ancaman Mikroplastik

Mobil laboratorium pendidikan keliling Perjalanan Mikroplastik (Microplastic Journey), yang merupakan yang pertama di Indonesia dioperasionalkan.

2 hours ago

Komisi B DPRD Surabaya Soroti Pagar Tinggi Mal di Surabaya: Jangan Bangun Kesan Kota Mencekam

Pemasangan pagar tinggi di sejumlah pusat perbelanjaan di Surabaya menuai sorotan. Anggota Komisi B DPRD…

2 hours ago

Kanwil DJP II Jatim Capai Penerimaan Rp16,08 T, Buah Sinergi dengan Media

Kanwil DJP Jatim II mencatat penerimaan pajak telah mencapai Rp16,08 triliun. Kepatuhan wajib pajak juga…

3 hours ago

Gantikan Rontgen, Hormon dalam Air Liur Bisa Diagnosa Kapan Gigi Anak Tumbuh

Guru Besar Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga, Prof. Dr. Sindy Cornelia Nelwan, drg., Sp.KGA., K-KGA.,…

4 hours ago

Operasi SAR Khusus KM Mutiara Sentosa 2 Dihentikan, Bangkai Kapal Diduga Terbawa Arus

Operasi Pencarian dan Pertolongan khusus penanganan kebakaran KM Mutiara Sentosa II resmi dihentikan dan dialihkan…

11 hours ago

Jenazah Dua Korban KM Mutiara Sentosa 2 Diserahkan ke Keluarga, Tiga Jenazah Menyusul

Dua jenazah korban kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 telah resmi diserahterimakan kepada pihak keluarga. Tim…

15 hours ago

This website uses cookies.