Categories: Surabaya

Wawali Armuji Minta Maaf, Madas Cabut Laporan Demi Kondusifitas Surabaya

METROTODAY, SURABAYA – Perseturuan antara Wakil Wali Kota Surabaya Armuji dan organisasi masyarakat (ormas) Madura Asli Sedarah (Madas) berakhir damai setelah melalui mediasi dan dialog terbuka di Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) Surabaya.

Bahkan, Madas telah resmi mencabut laporan yang sebelumnya diajukan terhadap Armuji di Polda Jawa Timur.

Armuji menyampaikan permintaan maaf kepada Madas terkait pernyataan yang memicu polemik. “Saya mohon maaf dan tidak ada niat sedikit pun untuk menstigmatisasi Madas,” ujarnya, Selasa (6/1).

Menurut Armuji, pernyataan tersebut muncul saat ia menanggapi laporan masyarakat dalam sebuah inspeksi mendadak, kemudian berkembang setelah diberitakan media dan tersebar luas di media sosial.

Wakil Wali Kota Surabaya Armuji duduk bersama dengan Madas dan Prof. Siti Marwiyah di Kampus Unitomo Surabaya, Selasa (6/1/2026). Kedua pihak memilih berdamai untuk menjaga kondusifitas kota Surabaya. (Foto: Istimewa)

Ia mengakui sempat menyebut nama Madas dalam dialog yang disiarkan melalui kanal YouTube dan media sosial pribadinya, namun dilakukan secara spontan tanpa maksud menyudutkan organisasi.

“Saya menyebut itu sekali, dan setelah diklarifikasi ternyata bukan atribut Madas,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum Madas Mohammad Taufik menegaskan bahwa organisasi yang dipimpinnya tidak terlibat dalam peristiwa yang dipersoalkan dan menolak stigma premanisme yang sempat muncul.

“Madas bukan ormas preman. Tidak ada satu pun dokumen atau berita acara yang menyebut keterlibatan organisasi kami,” tegas Taufik.

Ia menjelaskan, kejadian yang dipersoalkan terjadi pada Agustus 2025, sementara dirinya baru menjabat sebagai Ketua Umum pada Oktober 2025. Hasil kajian internal dan tim hukum Madas juga tidak menemukan keterlibatan organisasi dalam peristiwa tersebut.

“Kalau ada pelanggaran hukum oleh individu, kami mendukung aparat untuk memproses sesuai aturan,” katanya.

Taufik mengaku Madas memilih jalur damai dan mencabut laporan terhadap Armuji demi menjaga kondusivitas kota Surabaya.

“Kami menerima permintaan maaf dan memilih untuk mengakhiri polemik. Kita ingin suasana tetap kondusif,” ujar Taufik.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Madura atas stigma yang sempat berkembang akibat polemik tersebut.

“Semoga ini menjadi pembelajaran bersama agar tidak ada lagi kesalahpahaman di kemudian hari,” pungkasnya. (ahm)

Jay Wijayanto

Recent Posts

Taxmon Perkuat Pengawasan Pajak Daerah, Pemkab Sidoarjo Targetkan 454 Titik Terpasang Akhir Juli 2026

Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus mempercepat digitalisasi pengelolaan pajak daerah melalui pemasangan Tax Monitoring System (Taxmon)…

7 hours ago

Socceroos Kena Tilang di Seattle, Amerika Melaju ke 32 Besar Piala Dunia 2026

Amerika Serikat memastikan langkah ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Australia dengan…

19 hours ago

Cinta Rashford pada Barcelona Bertepuk Sebelah Tangan meski Sudah Rela Turun Harga

Masa depan Marcus Rashford menjadi salah satu “kisah cinta” paling dramatis di bursa transfer Eropa.…

19 hours ago

Cak Klepon Pabean Cantian Jemput Bola Urus Akta Kelahiran dan Kematian Warga Surabaya

Kecamatan Pabean Cantian menghadirkan terobosan layanan administrasi kependudukan bernama Cak Klepon atau Cetak Akte Kelahiran…

19 hours ago

Gaji ke-13 dan TPP ASN/PPPK Surabaya Dipastikan Cair, TPP Naik Menjadi 100 Persen

Pemkot Surabaya memastikan gaji ke-13 serta Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN)…

20 hours ago

Liverpool Bertaruh dengan Iraola, Van Dijk Akui Terkejut Slot Didepak

Liverpool FC resmi mengakhiri kerja sama dengan Arne Slot setelah dua musim kebersamaan dan langsung…

21 hours ago

This website uses cookies.