Categories: Surabaya

Cak Eri: Prostitusi Bukan di Dolly tapi di Rumah Kos, Siapkan Sanksi Berat

METROTODAY, SURABAYA – Penangkapan mucikari dan pekerja seks komersial (PSK) di sekitar eks Lokalisasi Dolly pada Sabtu (15/11) dini hari lalu, mendapat tanggapan dari Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi.

Ia menegaskan bahwa aktivitas prostitusi tersebut terjadi di sejumlah rumah kos yang disalahgunakan, bukan di kawasan Dolly itu sendiri.

“Kita tetap jalan terus. Tempat-tempat seperti itu bukan di Dolly-nya. Dolly-nya itu clear, aman. Ini adanya di kos-kosan,” tegas Eri, Minggu (16/11).

Eri memastikan bahwa Pemkot Surabaya terus melakukan pengawasan bersama Polrestabes Surabaya terkait potensi munculnya kembali aktivitas lokalisasi di Surabaya. Pengawasan tidak hanya dilakukan di kawasan eks Dolly, tetapi juga di titik-titik lain yang berpotensi menjadi tempat praktik prostitusi terselubung.

“Kita koordinasi dengan Polrestabes sama seperti di Moroseneng. Kita join terus sampai sekarang, tidak pernah berhenti,” ujarnya.

Cak Eri sapaan akrabnya juga menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam menjaga kawasan eks Dolly tetap bersih. Ia meminta warga sekitar untuk aktif melapor jika menemukan aktivitas yang mencurigakan. Menurutnya, pengawasan masyarakat sangat penting karena praktik prostitusi kini lebih banyak bersembunyi di kos-kosan.

“Itu tergantung warga. Makanya saya bilang, titip kepada warganya,” katanya.

Eri menegaskan komitmen Pemkot Surabaya untuk menjaga eks lokalisasi Dolly sebagai kawasan yang bersih, aman, dan telah berubah total sejak penutupannya.

Terkait pelaku yang terjaring, ia memastikan akan dikenai sanksi tegas. “Tersangkanya sanksi abot. Haram, iki haram,” tegasnya. (ahm)

Jay Wijayanto

Recent Posts

WFH Sehari dalam Sepekan Jadi Strategi Hemat Energi, Konsumsi BBM Turun 20 Persen

Pemerintah menyiapkan langkah-langkah penghematan energi nasional. Eskalasi di Timur Tengah dengan peran antara Israel-Amerika Serikat…

16 minutes ago

Makam Sesepuh Desa Tambaksumur; Makam Tengah sebagai Titik Sentral (3)

Luas Makam Islam Desa Tambaksumur sekitar 1 hektare. Di sudut timur laut, terdapat bangunan calon…

2 hours ago

Berumrah di Tengah Perang di Timur Tengah (12): Kereta Cepat “Whoosh” yang Menyambung Dua Kota Suci

Ada satu hal menarik yang saya rasakan setiap kali menaiki kereta cepat. Bukan hanya karena…

4 hours ago

Waspadai Penyakit Menular saat Musim Mudik, Balai Karantina Pantau Bandara dan Pelabuhan

Mudik Lebaran merupakan tradisi masyarakat Indonesia untuk pulang ke kampung halaman setiap tahunnya. Namun, masyarakat…

22 hours ago

Temukan Tempat Hiburan Nekat Buka selama Ramadan, Satpol PP Surabaya Beri Sanksi

Satpol PP Kota Surabaya menemukan sejumlah tempat hiburan umum yang tetap beroperasi selama bulan Ramadan,…

1 day ago

Berumrah di Tengah Perang di Timur Tengah (11): Berlebaran di Tanah Haram

Lebaran di Tanah Haram jauh lebih sederhana, bahkan sangat sederhana. Bukan karena efek efisiensi lantaran…

1 day ago

This website uses cookies.