Categories: Surabaya

Ungkap Resep UMKM Naik Kelas, Crazy Rich Surabaya Raih Gelar Doktor dari Unair

METROTODAY, SURABAYA – Di tengah kesibukannya sebagai pengusaha dan wakil rakyat di Komisi V DPR RI, Arizal Tom Liwafa membuktikan bahwa pendidikan tetaplah nomor satu.

Politisi muda yang juga crazy rich itu berhasil meraih gelar Doktor dari Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, usai mempertahankan disertasinya dalam ujian tertutup yang digelar di Kampus Pascasarjana Kampus B Unair, Rabu (15/10).

Disertasi Tom Liwafa yang berjudul “Pengaruh Entrepreneurial Orientation dan Knowledge Transfer Terhadap Innovation Aesthetics dan Sustainable Competitive Advantage” mengupas tuntas bagaimana orientasi kewirausahaan dan transfer pengetahuan dapat memengaruhi estetika inovasi serta keunggulan kompetitif berkelanjutan bagi UMKM.

Penelitian ini diharapkan mampu memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan sumber daya manusia, khususnya dalam konteks inovasi dan daya saing bisnis di Indonesia.

“Penelitian ini penting untuk memahami bagaimana perusahaan, khususnya UMKM, dapat terus berinovasi dan bersaing secara berkelanjutan di era yang semakin kompetitif ini,” ungkap Tom Liwafa.

Menempuh pendidikan S3 Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) selama 3 tahun 2 bulan, Tom Liwafa mengakui bahwa membagi waktu antara kuliah, tugas sebagai anggota DPR RI, dan mengelola bisnis bukanlah perkara mudah.

“Tidak ada hal yang diistimewakan sama halnya mahasiswa. Saya kuliah 2,5 tahun garap disertasi juga ujian proposal ujian kelayakan. Tidak ada yang diistimewakan di Unair. Inilah hebatnya Unair, saya menyatakan orang yang kuliah di Unair orang hebat,” tegasnya.

Prof. Fendy Suhariadi, Co-Promotor disertasi, menambahkan bahwa proses bimbingan dilakukan secara adil dan berorientasi pada capaian mahasiswa.

“Mahasiswa tetap kuliah dan mengikuti ujian sesuai yang dikerjakan, tidak ada yang diistimewakan,” jelasnya.

Sementara itu, Prof. Tommy Kaihatu, salah satu penguji, menuturkan bahwa riset Tom Liwafa memiliki potensi besar untuk pengembangan ilmu PSDM.

“Ini menjadi bahan untuk mengembangkan ilmu PSDM dalam rangka meningkatkan sustainability competitive advantage dan UMKM.

Tentunya ada inovasi estetik yang perlu dikembangkan oleh UMKM agar mereka bisa berkembang, bisa sustain lagi,” ujarnya, seraya berharap agar riset ini terus dikembangkan dengan pendekatan-pendekatan baru. (ahm)

Jay Wijayanto

Recent Posts

Taxmon Perkuat Pengawasan Pajak Daerah, Pemkab Sidoarjo Targetkan 454 Titik Terpasang Akhir Juli 2026

Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus mempercepat digitalisasi pengelolaan pajak daerah melalui pemasangan Tax Monitoring System (Taxmon)…

10 hours ago

Socceroos Kena Tilang di Seattle, Amerika Melaju ke 32 Besar Piala Dunia 2026

Amerika Serikat memastikan langkah ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Australia dengan…

22 hours ago

Cinta Rashford pada Barcelona Bertepuk Sebelah Tangan meski Sudah Rela Turun Harga

Masa depan Marcus Rashford menjadi salah satu “kisah cinta” paling dramatis di bursa transfer Eropa.…

22 hours ago

Cak Klepon Pabean Cantian Jemput Bola Urus Akta Kelahiran dan Kematian Warga Surabaya

Kecamatan Pabean Cantian menghadirkan terobosan layanan administrasi kependudukan bernama Cak Klepon atau Cetak Akte Kelahiran…

22 hours ago

Gaji ke-13 dan TPP ASN/PPPK Surabaya Dipastikan Cair, TPP Naik Menjadi 100 Persen

Pemkot Surabaya memastikan gaji ke-13 serta Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN)…

23 hours ago

Liverpool Bertaruh dengan Iraola, Van Dijk Akui Terkejut Slot Didepak

Liverpool FC resmi mengakhiri kerja sama dengan Arne Slot setelah dua musim kebersamaan dan langsung…

24 hours ago

This website uses cookies.