Categories: Surabaya

Eri Cahyadi Cari Dirut KBS dengan Inovasi Tinggi, Pertimbangkan Pertukaran Panda dengan Tiongkok

METROTODAY, SURABAYA – Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, memberikan tanggapan terkait kekosongan jabatan Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Daerah Taman Satwa Kebun Binatang Surabaya (PDTS KBS).

Menurutnya, proses seleksi ini bertujuan untuk mencari kandidat yang memiliki inovasi dan kapabilitas dalam mengembangkan KBS.

Eri Cahyadi, mencontohkan beberapa inovasi yang bisa dikembangkan oleh Dirut KBS nantinya, seperti pertukaran satwa panda merah dan panda besar dari Tiongkok melalui kerja sama pinjam-meminjam satwa.

“Dirut yang akan datang harus membuat yang tidak mungkin jadi mungkin, kami butuh inovasi-inovasi dalam pengembangan KBS,” ujar Eri, Jumat (8/8).

Cak Eri menekankan bahwa ia tidak ingin sembarangan memilih orang untuk menduduki jabatan tersebut.

Ia mencari sosok yang benar-benar tepat dan memiliki kemampuan untuk memajukan KBS, karena pemilihan yang terburu-buru bisa merugikan perusahaan.

Singa, salah satu koleksi satwa di KBS. (Foto: Istimewa)

“Kalau saya inginnya orang yang benar-benar tepat. Kalau tidak punya kemampuan seperti jenengan dari perusahaan buka direksi, nanti tidak ada perkembangan dan malah merugikan perusahaan,” tegas Cak Eri.

Menurut Cak Eri, kinerja PDTS KBS saat ini justru mengalami peningkatan, dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan program pertukaran satwa yang berjalan dengan baik.

Oleh karena itu, ia menginginkan Dirut yang baru bisa memberikan kontribusi lebih besar dari direksi yang sudah ada.

Meskipun mencari sosok yang inovatif dari luar, Wali Kota Eri tidak menutup kemungkinan untuk merekrut dirut dari kalangan internal PDTS KBS. Ia mempersilakan siapa saja yang merasa mampu untuk mendaftar.

“Tugas direktur utama itu berat, karena harus memastikan pendapatan KBS terus naik. Maka saya inginnya direktur utama lebih dari direksi yang ada saat ini. Kalau dari kalangan internal ada kandidat saya persilahkan mendaftar,” jelasnya.

Selain itu, Wali Kota Eri juga mengungkapkan rencananya untuk membuat wahana baru di KBS sebagai daya tarik tambahan.

Wahana baru tersebut tidak akan mempengaruhi harga tiket masuk kebun binatang.

“Wahana barunya berbayar sendiri di dalam. Kalau dia tidak mau ke wahana ini, tidak perlu membayar lagi bisa menikmati satwa yang ada di KBS,” tandasnya.

Sementara itu, Direktur Operasional PDTS Kebun Binatang Surabaya (KBS), Nurika Widyasanti, mengatakan bahwa pengembangan KBS ke depan akan berfokus pada wahana dan koleksi satwa.

Salah satu wahana baru yang akan dihadirkan adalah Rabbit in Wonderland, yang bertujuan untuk mengenalkan satwa yang lebih familiar bagi anak-anak, yaitu kelinci.

“Wahana ini tidak hanya akan menampilkan kelinci lokal, tetapi juga beberapa kelinci impor,” kata Rika.

Selain itu, KBS juga berhasil melakukan pengembangbiakan singa. Seekor anak singa jantan yang baru lahir pada 8 April lalu kini berusia sekitar 3 bulan.

Anak singa bernama Koko ini merupakan hasil pengembangbiakan (breeding) singa untuk ketiga kalinya di KBS.

“Anak singa ini akan kami perkenalkan kepada masyarakat segera. Saat ini, kami sedang melakukan perawatan optimal untuk anak singa tersebut,” pungkasnya. (ahm)

Jay Wijayanto

Recent Posts

Atasi Banjir di Surabaya Selatan, Pemkot Fokus Penyambungan Saluran dan Penyamaan Ketinggian Air

Penanganan banjir di wilayah Surabaya Selatan dilakukan dengan pendekatan yang menyeluruh. Pemerintah kota menitikberatkan pada…

7 hours ago

Anas Karno Resmi Jabat Sekretaris Komisi A Bidang Pemerintahan DPRD Kota Surabaya

Anas Karno ditetapkan sebagai Sekretaris Komisi A DPRD Kota Surabaya dalam rapat paripurna yang digelar…

7 hours ago

Gantikan Adi Sutarwijono, Syaifuddin Zuhri Dilantik sebagai Ketua DPRD Surabaya, Fokus Optimalisasi Pendapatan Daerah

Syaifuddin Zuhri resmi dilantik dan mengucap sumpah jabatan sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)…

7 hours ago

Kelihaian Perempuan Mengubah Diam Menjadi Emas

KALIMAT yang diucapkan belum sepenuhnya tuntas. Tapi, air matanya sudah tumpah membasahi pipi. Ia tak…

9 hours ago

Pakar: Pengelolaan Budaya Surabaya Dinilai Masih Fase Transisi

Penyediaan ruang publik serta transformasi lembaga kesenian menjadi lembaga kebudayaan dinilai sebagai langkah positif menuju…

1 day ago

KAI Uji Coba Biodiesel B50 di KA Sembrani, Performa Tetap Optimal di Jalur Surabaya – Jakarta

PT KAI melakukan terobosan baru dengan menggelar uji coba perdana penggunaan bahan bakar Biodiesel B50…

1 day ago

This website uses cookies.