Categories: Surabaya

Wali Kota Eri Cahyadi Kukuhkan Paguyuban Cak & Ning sebagai Representasi Pemuda Kolaboratif dan Inspiratif Surabaya

METROTODAY, SURABAYA – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi pada Kamis (5/6) secara resmi mengukuhkan Dewan Kehormatan, Dewan Pengurus, dan anggota Paguyuban Cak & Ning Surabaya periode 2025-2028.

Bertempat di Ruang Majapahit, Kantor Bappedalitbang Kota Surabaya, pengukuhan ini menandai babak baru bagi peran Paguyuban Cak & Ning sebagai garda terdepan pemuda Surabaya yang kolaboratif dan inspiratif.

Dalam sambutannya, Wali Kota Eri menekankan bahwa Cak & Ning bukan hanya duta pariwisata dan budaya, melainkan juga representasi pemuda yang turun langsung ke masyarakat dan membawa dampak nyata.

“Cak & Ning adalah ikon pemuda inspiratif yang menjadi wajah Surabaya di mata publik. Mereka adalah agen perubahan, duta budaya, sekaligus influencer positif di tengah masyarakat dan media sosial,” tegas Wali Kota Eri.

Ia mengungkapkan bahwa Surabaya tengah bertransformasi menuju kota kreatif dan berkelanjutan, di mana anak muda adalah motor penggerak inovasi. Ia melihat potensi besar dari pemimpin organisasi kepemudaan di Surabaya dan mengajak seluruh elemen pemuda untuk bersatu membangun kota.

“Anak muda bukan sekadar pelengkap, tetapi pemimpin perubahan. Kita perlu selalu mengingat bahwa kita tidak bisa berdiri dan bergerak sendiri. Kolaborasi adalah kunci,” ajaknya.

Sebagai wujud nyata dukungan terhadap kolaborasi ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya sedang melakukan pembenahan di High Tech Mall atau eks THR/TRS. Lantai 2, 3, dan 4, akan diprioritaskan sebagai pusat berkumpulnya anak muda, di samping Surabaya Expo Center (SBEC) yang semua tenant-nya akan dialokasikan untuk anak muda.

“Jika ada yang bertanya, di mana tempat kumpulnya anak muda Surabaya? jawabannya adalah High Tech Mall. Saya yakin potensi kreatif anak-anak muda Surabaya juga luar biasa, dan inilah wadahnya,” imbuhnya.

Wali Kota Eri juga berharap peran Cak & Ning melampaui sekadar duta pariwisata. Mereka diharapkan menjadi duta yang memperkenalkan Surabaya melalui berbagai sektor wisata, tidak hanya kuliner, tetapi juga wisata alam, wisata medis (medical tourism), dan wisata sejarah.

Lebih jauh, Cak & Ning diharapkan dapat melanjutkan peran Kader Surabaya Hebat (KSH) sebagai penggerak di masyarakat.

“Melalui kolaborasi dengan organisasi kepemudaan lainnya, Cak & Ning bisa menggelar kegiatan bakti sosial seperti pengobatan gratis. Anak-anak muda bisa menjadi panitia dan berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes), serta kegiatan ini bisa berputar di setiap kecamatan dan kelurahan,” terangnya.

Pemanfaatan teknologi digital, khususnya media sosial, juga menjadi fokus penting bagi Cak & Ning untuk mempromosikan destinasi wisata seperti kampung ikonik, wisata sejarah, hingga wisata medis.

“Kita harus mengubah mindset bahwa wisata itu bukan hanya keindahan alam, tapi juga bisa menjadi wisata sejarah dan ada medical tourism,” tuturnya.

Menyambut arahan Wali Kota Eri, Ketua Paguyuban Cak & Ning Kota Surabaya 2025-2028, Ning Yazerlyn Nadila Balqis (Ning Zerlyn), menegaskan bahwa kepengurusannya akan membawa semangat baru.

“Ini adalah suatu babak baru. Kami hadir bukan hanya sebagai wajah kebudayaan, tetapi sebagai representasi pemuda yang tumbuh, tangguh, dan membawa dampak,” ujar Ning Zerlyn.

Ning Zerlyn mengungkapkan rasa syukur atas dukungan Pemkot Surabaya. Dukungan ini menjadi dorongan bagi mereka untuk memberikan timbal balik kepada pemuda-pemuda lain di Surabaya agar semakin banyak yang mendapatkan ruang dan panggung untuk bertumbuh.

“Kami percaya nilai terbesar dari Cak & Ning bukan hanya sekadar seragam atau gelarnya saja, tapi justru setelah turun panggung grand final itu kita dituntut untuk bagaimana bisa membuat dampak setelah itu,” ungkapnya.

Dengan visi mengakselerasi Cak & Ning Surabaya menjadi representasi pemuda yang kolaboratif dan inspiratif, Ning Zerlyn berkomitmen untuk membawa kebanggaan Surabaya tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga nasional hingga internasional.

“Kami Cak & Ning siap untuk berdialog dengan dunia, membawa kemajuan untuk Surabaya menjadi humanis dengan tetap menjaga nilai dan budaya kami sebagai arek-arek Surabaya, juga memaksimalkan regenerasi sumber daya manusia yang berkelanjutan untuk membangkitkan nama Surabaya,” pungkasnya. (red)

Jay Wijayanto

Recent Posts

WFH Sehari dalam Sepekan Jadi Strategi Hemat Energi, Konsumsi BBM Turun 20 Persen

Pemerintah menyiapkan langkah-langkah penghematan energi nasional. Eskalasi di Timur Tengah dengan peran antara Israel-Amerika Serikat…

1 hour ago

Makam Sesepuh Desa Tambaksumur; Makam Tengah sebagai Titik Sentral (3)

Luas Makam Islam Desa Tambaksumur sekitar 1 hektare. Di sudut timur laut, terdapat bangunan calon…

4 hours ago

Berumrah di Tengah Perang di Timur Tengah (12): Kereta Cepat “Whoosh” yang Menyambung Dua Kota Suci

Ada satu hal menarik yang saya rasakan setiap kali menaiki kereta cepat. Bukan hanya karena…

5 hours ago

Waspadai Penyakit Menular saat Musim Mudik, Balai Karantina Pantau Bandara dan Pelabuhan

Mudik Lebaran merupakan tradisi masyarakat Indonesia untuk pulang ke kampung halaman setiap tahunnya. Namun, masyarakat…

24 hours ago

Temukan Tempat Hiburan Nekat Buka selama Ramadan, Satpol PP Surabaya Beri Sanksi

Satpol PP Kota Surabaya menemukan sejumlah tempat hiburan umum yang tetap beroperasi selama bulan Ramadan,…

1 day ago

Berumrah di Tengah Perang di Timur Tengah (11): Berlebaran di Tanah Haram

Lebaran di Tanah Haram jauh lebih sederhana, bahkan sangat sederhana. Bukan karena efek efisiensi lantaran…

1 day ago

This website uses cookies.