Categories: Surabaya

Pupuk dari Kotoran Hewan Kurban, Solusi Ramah Lingkungan dari Peternak Surabaya

METROTODAY, SURABAYA – Menjelang Idul Adha, menjamurnya lapak hewan kurban di Surabaya berpotensi menimbulkan masalah limbah berupa kotoran hewan.

Namun, seorang peternak di kawasan Lontar, Surabaya, bernama Hariyanto, berinisiatif mengubah limbah tersebut menjadi solusi yang bermanfaat: pupuk kandang gratis untuk petani sekitar.

Hariyanto menjelaskan alasan di balik inisiatifnya ini. “Ya bisa menanggulangi penyakit juga, kita bisa bersihkan setiap hari kotorannya terus kita berikan ke petani sekitar,” ujarnya pada Senin (26/5).

Menurutnya, pengolahan kotoran hewan menjadi pupuk merupakan langkah efektif untuk menjaga kebersihan kandang dan mencegah penyebaran penyakit.

Setiap harinya, Hariyanto mampu mengumpulkan lebih dari 100 kilogram kotoran kambing yang kemudian diolah menjadi pupuk.

“Ya kadang 100-150 kilogram bisa terkumpul. Lalu saya olah menjadi pupuk kandang. Ini juga menjadi solusi kandang menjadi bersih dan tidak tertular penyakit,” tegasnya.

Ia telah menjalankan praktik ini selama 10 tahun, dan menjelang Idul Adha, jumlah kotoran yang diolah pun meningkat signifikan.

Pupuk kandang hasil olahan Hariyanto sangat bermanfaat bagi para petani di sekitarnya, salah satunya Subeki. Subeki mengaku senang mendapatkan pupuk gratis ini.

“Subur untuk tanaman apalagi juga bisa ambil cuma-cuma dari mas Hariyanto. Saya bisa ambil 2 kali biasnya dalam seminggu,” tuturnya.

Subeki menggunakan pupuk tersebut untuk menyuburkan tanaman cabai dan terongnya, dan mengaku mendapatkan hasil panen yang melimpah berkat pupuk tersebut. Petani lain juga memanfaatkan pupuk ini, bahkan untuk tanaman hias.

“Biasanya mereka dua hari sekali datang ke sini untuk mengambil pupuk yang sudah siap. Ya rata-rata dari petani yang ada di sini dan untuk pedagang tanaman hias biasanya juga ambil,” jelas Hariyanto.

Praktik ini menunjukkan bagaimana limbah dapat diubah menjadi sumber daya berharga, sekaligus menjadi contoh solusi ramah lingkungan dan saling menguntungkan bagi peternak dan petani di tengah perayaan Idul Adha. (*)

Jay Wijayanto

Recent Posts

Atasi Banjir di Surabaya Selatan, Pemkot Fokus Penyambungan Saluran dan Penyamaan Ketinggian Air

Penanganan banjir di wilayah Surabaya Selatan dilakukan dengan pendekatan yang menyeluruh. Pemerintah kota menitikberatkan pada…

7 hours ago

Anas Karno Resmi Jabat Sekretaris Komisi A Bidang Pemerintahan DPRD Kota Surabaya

Anas Karno ditetapkan sebagai Sekretaris Komisi A DPRD Kota Surabaya dalam rapat paripurna yang digelar…

7 hours ago

Gantikan Adi Sutarwijono, Syaifuddin Zuhri Dilantik sebagai Ketua DPRD Surabaya, Fokus Optimalisasi Pendapatan Daerah

Syaifuddin Zuhri resmi dilantik dan mengucap sumpah jabatan sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)…

7 hours ago

Kelihaian Perempuan Mengubah Diam Menjadi Emas

KALIMAT yang diucapkan belum sepenuhnya tuntas. Tapi, air matanya sudah tumpah membasahi pipi. Ia tak…

9 hours ago

Pakar: Pengelolaan Budaya Surabaya Dinilai Masih Fase Transisi

Penyediaan ruang publik serta transformasi lembaga kesenian menjadi lembaga kebudayaan dinilai sebagai langkah positif menuju…

1 day ago

KAI Uji Coba Biodiesel B50 di KA Sembrani, Performa Tetap Optimal di Jalur Surabaya – Jakarta

PT KAI melakukan terobosan baru dengan menggelar uji coba perdana penggunaan bahan bakar Biodiesel B50…

1 day ago

This website uses cookies.