Categories: Surabaya

Tolak Direlokasi, 13 Bangunan Liar di Bantaran Sungai Lamong Benowo Surabaya Dibongkar

METROTODAY, SURABAYA – Upaya relokasi yang gagal tak menghentikan langkah tegas Pemkot Surabaya dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo.

Sebanyak 13 bangunan liar yang berdiri di sempadan Sungai Lamong, Kecamatan Benowo, akhirnya dibongkar, Jumat (16/5).

Penertiban dilakukan oleh tim gabungan yang melibatkan Satpol PP, Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM), TNI-Polri, serta unsur terkait lainnya.

Puluhan personel dikerahkan untuk memastikan proses pembongkaran berjalan lancar dan aman.

Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan BBWS Bengawan Solo, Sri Wahyu Kusumastuti, menegaskan bahwa pembongkaran ini bukan tindakan mendadak.

“Kami sudah memberikan surat peringatan dan sosialisasi kepada pemilik bangunan. Semua sesuai prosedur,” ujarnya.

Pembongkaran bangunan liar di bantaran Sungai Lamong oleh petugas gabungan. (Foto: Istimewa)

Menurut Wahyu, bangunan liar tersebut mengganggu pemeliharaan infrastruktur sungai, terutama parapet penahan banjir sepanjang 1,6 kilometer.

“Pasca penertiban, kami akan segera membersihkan area parapet dan melakukan edukasi kepada warga sekitar,” imbuhnya.

BBWS memberikan waktu satu minggu bagi warga yang belum membongkar sendiri bangunannya untuk segera melakukannya secara mandiri.

Sementara itu, Camat Benowo, Denny Christupel Tupamahu, mengungkapkan bahwa pemerintah sebenarnya telah menyediakan lahan relokasi bagi warga terdampak. Namun, banyak dari mereka menolak pindah.

“Lokasi relokasi dianggap terlalu jauh dari kawasan pergudangan tempat mereka bekerja atau berusaha,” jelas Denny.

Lahan alternatif disiapkan di Dukuh Gedong RW 3 dan Adventure Land Romokalisari. Namun, proses relokasi masih menghadapi kendala teknis.

“Kami terus menjalin komunikasi dengan pemilik lahan di Romokalisari demi mencari solusi terbaik,” tambahnya.

Ketua Tim Kerja Penindakan Satpol PP Surabaya, Agnis Juistityas, menyampaikan bahwa bangunan yang dibongkar terdiri dari berbagai jenis, seperti bangunan semi permanen, warung, hingga gudang.

“Kami juga mengerahkan alat berat excavator dari DSDABM untuk mempercepat proses pembongkaran,” katanya.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga fungsi sungai dan mencegah risiko banjir akibat okupansi ilegal di sempadan sungai. (*)

Jay Wijayanto

Recent Posts

WFH Sehari dalam Sepekan Jadi Strategi Hemat Energi, Konsumsi BBM Turun 20 Persen

Pemerintah menyiapkan langkah-langkah penghematan energi nasional. Eskalasi di Timur Tengah dengan peran antara Israel-Amerika Serikat…

2 hours ago

Makam Sesepuh Desa Tambaksumur; Makam Tengah sebagai Titik Sentral (3)

Luas Makam Islam Desa Tambaksumur sekitar 1 hektare. Di sudut timur laut, terdapat bangunan calon…

4 hours ago

Berumrah di Tengah Perang di Timur Tengah (12): Kereta Cepat “Whoosh” yang Menyambung Dua Kota Suci

Ada satu hal menarik yang saya rasakan setiap kali menaiki kereta cepat. Bukan hanya karena…

5 hours ago

Waspadai Penyakit Menular saat Musim Mudik, Balai Karantina Pantau Bandara dan Pelabuhan

Mudik Lebaran merupakan tradisi masyarakat Indonesia untuk pulang ke kampung halaman setiap tahunnya. Namun, masyarakat…

24 hours ago

Temukan Tempat Hiburan Nekat Buka selama Ramadan, Satpol PP Surabaya Beri Sanksi

Satpol PP Kota Surabaya menemukan sejumlah tempat hiburan umum yang tetap beroperasi selama bulan Ramadan,…

1 day ago

Berumrah di Tengah Perang di Timur Tengah (11): Berlebaran di Tanah Haram

Lebaran di Tanah Haram jauh lebih sederhana, bahkan sangat sederhana. Bukan karena efek efisiensi lantaran…

1 day ago

This website uses cookies.