Categories: Sidoarjo

Ikon Tulisan SIDOARJO di Pusat Kota Tenggelam, Tuai Kritik Warga

METROTODAY, SIDOARJO – Ikon tulisan raksasa “SIDOARJO” yang berada di kawasan pusat kota Jalan Pahlawan Sidoarjo menuai kritik dari warga.

Tulisan raksasa berwarna hijau-putih itu sejatinya diharapkan bisa menjadi landmark kebanggaan sekaligus identitas visual kota.

Namun faktanya, ikon tersebut justru dinilai kurang estetik dan tidak menonjol karena posisinya cenderung tenggelam terhalang pagar, pepohonan, dan ornamen jalan di sekitarnya.

Pantauan di lokasi, ikon tulisan tersebut terletak di sisi jalan raya utama yang cukup padat lalu lintas. Sayangnya, letak strategis itu tidak dimaksimalkan dengan baik.

Dari kejauhan, tulisan “SIDOARJO” tampak tenggelam di balik elemen-elemen sekitar, sehingga tidak memberikan kesan ikonik sebagaimana landmark kota pada umumnya.

“Kesan pertama waktu lihat, ikonnya seperti tersembunyi. Sayang sekali, padahal itu bisa jadi spot foto atau penanda identitas kota Sidoarjo,” ujar Agustin, warga Jabon.

Agustin menambahkan, landmark kota seharusnya didesain tidak hanya sebagai hiasan semata, tetapi juga sebagai simbol kebanggaan yang bisa memperkuat citra daerah.

“Sidoarjo ini kan kota berkembang, apalagi lokasinya berdekatan dengan Surabaya. Kalau ikon kotanya saja kurang menonjol, kesannya jadi tidak membanggakan,” tuturnya.

Sementara banyak kota lain di Indonesia memiliki ikon tulisan raksasa yang estetikanya diperhitungkan.

Misalnya, ikon “ALUN-ALUN BANDUNG” yang dirancang dengan tata ruang terbuka, bersih, dan instagramable.

Di Surabaya, tulisan “SURABAYA” di Taman Bungkul atau Taman Apsari juga ditata dengan pencahayaan yang menarik, sehingga tampak ikonik baik siang maupun malam.

Begitu pula di Yogyakarta dengan tulisan “0 KM JOGJA” yang sudah menjadi magnet wisatawan untuk berfoto.

Sayangnya, ikon tulisan “SIDOARJO” belum terlihat mampu mengimbangi daya tarik tersebut.

Alih-alih menjadi magnet wisata, ikon tersebut kerap terlewatkan begitu saja oleh pengguna jalan karena posisinya kurang mendukung.

Sebagai daerah penyangga Surabaya sekaligus kota dengan pertumbuhan pesat, Sidoarjo sebetulnya memiliki potensi besar untuk menghadirkan ikon-ikon visual yang berkelas.

Selain dikenal dengan kuliner khas seperti lontong kupang, bandeng asap, dan otak-otak, Sidoarjo juga bisa memperkuat citranya lewat landmark modern yang mudah dikenali.

Keberadaan ikon tulisan “SIDOARJO” seharusnya bisa menjadi pintu masuk untuk memperkuat branding kota.

Jika ditata dengan baik, ikon tersebut bukan hanya mempercantik wajah kota, tetapi juga berfungsi sebagai daya tarik wisata, titik temu masyarakat, hingga penanda visual dalam setiap dokumentasi publik. (amel/red)

Jay Wijayanto

Recent Posts

Komisi B DPRD Surabaya Soroti Pagar Tinggi Mal di Surabaya: Jangan Bangun Kesan Kota Mencekam

Pemasangan pagar tinggi di sejumlah pusat perbelanjaan di Surabaya menuai sorotan. Anggota Komisi B DPRD…

28 minutes ago

Kanwil DJP II Jatim Capai Penerimaan Rp16,08 T, Buah Sinergi dengan Media

Kanwil DJP Jatim II mencatat penerimaan pajak telah mencapai Rp16,08 triliun. Kepatuhan wajib pajak juga…

1 hour ago

Gantikan Rontgen, Hormon dalam Air Liur Bisa Diagnosa Kapan Gigi Anak Tumbuh

Guru Besar Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga, Prof. Dr. Sindy Cornelia Nelwan, drg., Sp.KGA., K-KGA.,…

2 hours ago

Operasi SAR Khusus KM Mutiara Sentosa 2 Dihentikan, Bangkai Kapal Diduga Terbawa Arus

Operasi Pencarian dan Pertolongan khusus penanganan kebakaran KM Mutiara Sentosa II resmi dihentikan dan dialihkan…

9 hours ago

Jenazah Dua Korban KM Mutiara Sentosa 2 Diserahkan ke Keluarga, Tiga Jenazah Menyusul

Dua jenazah korban kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 telah resmi diserahterimakan kepada pihak keluarga. Tim…

13 hours ago

Jatim Segera Punya Embarkasi Baru di Bandara Dhoho Kediri, Ringankan Beban Juanda dan Asrama Haji Surabaya

Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI, Mochamad Irfan Yusuf, menyatakan penyelenggaraan ibadah haji 2026 secara…

13 hours ago

This website uses cookies.