Categories: Sidoarjo

Pasutri Asal Sidoarjo Jadi Perantara Perdagangan Ginjal ke India, Fee Puluhan Juta hingga Peran Istri Dibongkar

METROTODAY, SIDOARJO – Praktik jual beli organ tubuh lintas negara terbongkar di persidangan.

Kali ini melibatkan pasangan suami istri asal Sidoarjo, Farid dan Ayu, yang diduga menjadi perantara dalam perdagangan ginjal ke India.

Fakta mengejutkan ini terungkap dalam sidang lanjutan di Pengadilan Negeri (PN) Sidoarjo, Rabu (25/6).

Dalam sidang pemeriksaan terdakwa, Farid secara blak-blakan mengakui perannya mengatur perjalanan dan proses transplantasi ginjal pasangan Baharudin dan Rina, yang juga menjadi terdakwa dalam kasus yang sama.

Ia menyebut mengenal keduanya lewat media sosial Facebook, dan hanya butuh tiga hari setelah perkenalan sebelum mengundang mereka ke rumahnya di Pekarungan, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo.

“Saya ajak ke rumah karena takut ditipu. Mereka mau tahu prosesnya, saya sudah pernah melakukannya,” ujar Farid di hadapan majelis hakim.

Tak hanya menjadi penghubung, Farid juga berperan aktif mengatur logistik dan perjalanan ke India, termasuk mengurus visa, tiket pesawat, hingga akomodasi yang semuanya dibiayai oleh keluarga calon penerima ginjal, seorang warga Indonesia bernama Siti Nur Haliza alias Nunu.

Dari transaksi tersebut, Farid mengaku mendapat fee sebesar Rp50 juta. Namun, sebagian dana itu, sekitar Rp15 juta, digunakan untuk membayar jasa penerjemah selama di India.

“Total harga ginjal disepakati Rp650 juta. Itu naik Rp50 juta karena keluarga penerima ingin tambah anggota yang ikut dan upgrade tiket ke bisnis class,” jelas Farid.

Menariknya, Farid turut mengajak istrinya, Ayu, dalam perjalanan ke India.

Menurutnya, Ayu tidak terlibat dalam proses negosiasi, melainkan hanya membantu kebutuhan rumah tangga selama mereka tinggal di apartemen tempat calon donor dan penerima menjalani proses medis.

“Saya ajak istri cuma bantu masak dan bersih-bersih. Kondisi saya habis operasi, ginjal tinggal satu. Saya tidak fit,” kata Farid.

Ayu sendiri membantah mengetahui rincian transaksi tersebut. Ia mengklaim baru mengetahui rencana transplantasi setelah Baharudin dan Rina datang ke rumah mereka.

“Saya ikut karena khawatir dengan kondisi suami. Awalnya tidak tahu apa-apa soal rencana ini,” ujar Ayu.

Keduanya kini dijerat Pasal 432 ayat (1) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan junto Pasal 55 ayat (1) KUHP tentang turut serta melakukan tindak pidana.

Jaksa Penuntut Umum dari Kejaksaan Negeri Sidoarjo, Wahid dan Guntur, dijadwalkan membacakan tuntutan dua pekan mendatang. (roz)

Jay Wijayanto

Recent Posts

Atasi Banjir di Surabaya Selatan, Pemkot Fokus Penyambungan Saluran dan Penyamaan Ketinggian Air

Penanganan banjir di wilayah Surabaya Selatan dilakukan dengan pendekatan yang menyeluruh. Pemerintah kota menitikberatkan pada…

7 hours ago

Anas Karno Resmi Jabat Sekretaris Komisi A Bidang Pemerintahan DPRD Kota Surabaya

Anas Karno ditetapkan sebagai Sekretaris Komisi A DPRD Kota Surabaya dalam rapat paripurna yang digelar…

7 hours ago

Gantikan Adi Sutarwijono, Syaifuddin Zuhri Dilantik sebagai Ketua DPRD Surabaya, Fokus Optimalisasi Pendapatan Daerah

Syaifuddin Zuhri resmi dilantik dan mengucap sumpah jabatan sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)…

7 hours ago

Kelihaian Perempuan Mengubah Diam Menjadi Emas

KALIMAT yang diucapkan belum sepenuhnya tuntas. Tapi, air matanya sudah tumpah membasahi pipi. Ia tak…

9 hours ago

Pakar: Pengelolaan Budaya Surabaya Dinilai Masih Fase Transisi

Penyediaan ruang publik serta transformasi lembaga kesenian menjadi lembaga kebudayaan dinilai sebagai langkah positif menuju…

1 day ago

KAI Uji Coba Biodiesel B50 di KA Sembrani, Performa Tetap Optimal di Jalur Surabaya – Jakarta

PT KAI melakukan terobosan baru dengan menggelar uji coba perdana penggunaan bahan bakar Biodiesel B50…

1 day ago

This website uses cookies.