Categories: Surabaya Raya

Architecture Photography Vol. 1: Belajar Arsitektur lewat Jepretan Kamera di Kota Lama Surabaya

Dalam sesi eksplorasi, peserta belajar memahami angle, komposisi, framing, perspektif, hingga teknik refleksi atau mirror photography. Hujan yang sempat mengguyur sekitar 15 menit menjadi momen tambahan pembelajaran visual bagi peserta.

”Genangan air justru memberikan tambahan visual untuk teknik mirror atau refleksi. Setelah hujan reda, cahaya kembali muncul dan langit masih biru, sehingga banyak pilihan teknik pemotretan yang bisa dicoba,” ujar Dite Surendra di sela kegiatan.

Selama sesi berburu foto, peserta begitu antusias. James, salah seorang peserta, mengaku kondisi hujan membuat eksplorasi visual menjadi lebih menarik. Sementara Elleisha lebih tertarik memotret detail-detail bangunan menggunakan teknik framing.

Berbeda lagi dengan Mikael yang mencoba mengambil gambar dari berbagai sudut. ”Semua sudut pengambilan gedung saya coba ambil agar nanti bisa dievaluasi mana yang paling menarik,” katanya. Mayoritas peserta  menggunakan kamera ponsel untuk hunting fotografi arsitektur tersebut.

Peserta mengambil gambar di kawasan Kya-Kya dalam kegiatan Architecture Photography Vol. 1 diadakan oleh SmARCH (Architecture Course for Kids & Teens). (metrotoday)

Founder SmARCH, Maria Levina Hidajat S.T, M Arch mengatakan, fotografi memiliki peran penting dalam pembelajaran arsitektur sejak usia dini.

”Melalui fotografi, anak-anak belajar melihat ruang, bentuk, cahaya, komposisi, serta proporsi secara lebih mendalam. Kami ingin mereka memahami bahwa arsitektur tidak hanya tentang bangunan, tetapi juga tentang bagaimana sebuah visual dapat bercerita,” ujarnya.

Menurutnya, metode belajar visual dan praktik langsung menjadi cara efektif agar anak lebih mudah memahami perspektif dan estetika arsitektur. Anak-anak diajak mengamati lingkungan sekitar dan mencoba berbagai sudut pengambilan gambar secara langsung.

”Kami berharap anak-anak menjadi lebih observatif, percaya diri dalam mengekspresikan ide visual, dan memiliki cara pandang kreatif terhadap lingkungan di sekitar mereka,” tambahnya.

Program Architecture Photography Vol. 1 juga menjadi ruang bagi peserta untuk menampilkan karya terbaik mereka. Seluruh hasil foto peserta akan dikurasi oleh tim SmARCH dan diumumkan pada 20 Mei 2026. Karya terbaik akan mendapatkan hadiah uang tunai dan voucher. (dte/MT)

Page: 1 2

Naufal

Recent Posts

Meksiko Ngeri-Ngeri Sedap, Pulangkan Ekuador dan Putus Kutukan 8 Kali Eliminasi

Timnas Meksiko akhirnya memutus kutukan panjang di fase gugur Piala Dunia setelah menumbangkan Ekuador dengan…

2 days ago

Gyokeres-Isak Sudah Sangar, Lini Depan Ilegal Les Bleus Bikin Kengerian Swedia Bubar

Prancis kembali menegaskan statusnya sebagai salah satu kandidat terkuat juara Piala Dunia 2026 setelah membungkam…

2 days ago

Persebaya Siap Ikuti Piala Presiden 2026, Jadi Ajang Pemanasan Jelang Super League 2026

Persebaya Surabaya resmi menyatakan kesiapannya untuk mengikuti ajang Piala Presiden 2026. Keikutsertaan tim berjuluk Bajul…

2 days ago

RSPAL Dr. Ramelan Jajaki Kerja Sama dengan BRI Jemursari, Perkuat Akses Layanan Keuangan

RSPAL Dr. Ramelan Surabaya menjajaki kerja sama strategis dengan PT BRI Branch Office Surabaya Jemursari.…

2 days ago

Dompet Turis Digeprek Mesin Kasir, Suporter Bola di AS Susah Lolos dari Jebakan Tip 30 Persen

Piala Dunia 2026 tak hanya menghadirkan kejutan di lapangan hijau, tetapi juga di meja restoran.…

2 days ago

Dari Burung hingga Kucing Bakau, 74 Spesies yang Terjaga di Kebun Raya Mangrove Surabaya

Keberadaan puluhan jenis burung, kupu-kupu, kucing bakau, hingga kepiting pemanjat pohon menjadi bukti nyata bahwa…

2 days ago

This website uses cookies.