Categories: Surabaya Raya

Mahasiswa Perantau di Surabaya Tak Pulang Lebaran ke Kampung Halaman, Ini Alasannya!

METROTODAY, SURABAYA – Momen Idulfitri biasanya dinanti oleh mahasiswa perantau untuk kembali ke kampung halaman dan bersilaturahmi dengan keluarga.

Namun, Wira Dharma Alrasyid, mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) asal Aceh, memutuskan untuk tidak pulang ke rumah pada momen lebaran tahun ini, meskipun ini adalah tahun pertamanya berkuliah di Surabaya.

Keputusan tersebut telah ia pikirkan secara matang. “Iya aku fix ngga pulang karena kebetulan keluarga juga sedang di Jakarta sekarang, tapi, walaupun keluarga sedang di Aceh, aku tetap ga pulang soalnya liburnya sebentar banget dari universitas,” ujarnya, Minggu (22/3).

Selain faktor waktu, lonjakan harga tiket pesawat di masa lebaran juga menjadi pertimbangan untuk menghemat biaya dan mencari pengalaman baru di perantauan.

Bagi Wira, menikmati Idulfitri tanpa keluarga memberikan kesan berbeda. Jika biasanya ia selalu memasak menu kesukaan keluarganya, kini ia harus beradaptasi dan menciptakan rasa nyaman untuk menemukan makna “rumah” di tanah rantau.

“Setidaknya masih ada hal-hal yang bisa bikin aku nyaman, entah itu lebaran dengan teman-teman Surabaya atau yang lain,” tambahnya.

Mahasiswa Ilmu Komunikasi ini beranggapan bahwa sebagai mahasiswa perantau, ia harus siap menghadapi segala kemungkinan dan kejutan dalam kehidupan.

Untuk mengisi waktu lebaran, Wira berencana melaksanakan salat Eid di masjid Unair. Selain itu, ia juga akan berkunjung ke Malang untuk bersilaturahmi dengan kerabat dan teman-temannya.

Meskipun antusias menyambut Idulfitri di Surabaya, Wira tidak menyangkal bahwa ada banyak hal yang ingin ia lakukan seperti saat di kampung halaman, salah satunya membuat kue di Bulan Ramadan. Ia mengaku sebagai orang yang paling terampil dalam membuat kue kering dan bolu di keluarga.

Wira juga memberikan pesan kepada sesama mahasiswa yang tidak bisa mudik tahun ini. Ia mengajak untuk menikmati momen tersebut sebagai kesempatan untuk belajar dari tradisi Idulfitri di daerah lain.

“Memang awalnya terasa aneh dan sedih, tapi lebaran di tempat baru itu seru. Kita bisa lebih mengerti tradisi daerah lain. Tapi yang paling penting, tetap jangan lupa video call dengan keluarga di rumah,” pungkasnya. (ahm)

Jay Wijayanto

Recent Posts

Konsumsi Jelang Lebaran: Wajar Asal Jangan Sampai Konsumtif

Masyarakat Indonesia umumnya meningkatkan konsumsi menjelang Hari Raya Idul Fitri. Kebutuhan yang dibeli meliputi pakaian…

10 hours ago

Inovasi Yoghurt Maja Buatan Mahasiswa Surabaya untuk Kesehatan Pencernaan saat Lebaran

Mahasiswa Universitas Kristen (UK) Petra memperkenalkan GO! MAJA, sebuah inovasi pangan fungsional berbasis greek yoghurt…

11 hours ago

Petugas Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya Amankan Puluhan Burung Langka dari Pemudik Papua

Petugas keamanan Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, berhasil menggagalkan upaya penyelundupan puluhan burung langka yang dibawa…

11 hours ago

Hendak Bersilahturahmi Lebaran, Tiga Mobil Tabrakan Beruntun di Jalan Ahmad Yani Surabaya

Kecelakaan lalu lintas beruntun melibatkan tiga mobil terjadi di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Gayungan, Kota…

11 hours ago

WFH Sehari dalam Sepekan Jadi Strategi Hemat Energi, Konsumsi BBM Turun 20 Persen

Pemerintah menyiapkan langkah-langkah penghematan energi nasional. Eskalasi di Timur Tengah dengan peran antara Israel-Amerika Serikat…

19 hours ago

Makam Sesepuh Desa Tambaksumur; Makam Tengah sebagai Titik Sentral (3)

Luas Makam Islam Desa Tambaksumur sekitar 1 hektare. Di sudut timur laut, terdapat bangunan calon…

21 hours ago

This website uses cookies.