Categories: Surabaya Raya

Kelola Sampah Ramah Lingkungan, KKN Mahasiswa UBHARA Bangun Tungku Pembakaran Minim Asap

METROTODAY, SURABAYA – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Bhayangkara Surabaya (UBHARA) menghadirkan solusi pengelolaan sampah ramah lingkungan melalui pembangunan tungku pembakaran sampah minim asap (insinerator) di Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Jambangan, Surabaya. Program tersebut menjadi jawaban atas persoalan pembakaran sampah terbuka yang selama ini menimbulkan asap dan gangguan kesehatan bagi warga.

Kegiatan KKN yang berlangsung pada 15 November hingga 14 Desember 2025 tersebut berhasil merealisasikan dua unit tungku pembakaran. Masing-masing ditempatkan di area makam dan di sekitar lokasi usaha maggot RW 01. Tungku dirancang khusus untuk membakar sampah kering seperti daun dan kertas dengan emisi asap yang minimal.

Dosen Pembimbing Lapangan Dr. Fitria Widiyani Roosinda, S.Sos., M.Si menyampaikan bahwa program KKN tersebut memberikan solusi nyata terhadap permasalahan sampah di Kebonsari.

”Selama ini warga membakar sampah secara terbuka sehingga asapnya mengganggu kesehatan dan mencemari lingkungan. Dengan adanya tungku ini, pembakaran menjadi lebih terkendali,” ujarnya. ”Harapannya, ke depan program ini bisa dilanjutkan dan diperluas ke wilayah lain,” imbuh Fitria.

Dosen pembimbing lapangan Dr. Fitria Widiyani Roosinda, S.Sos, M.Si memberikan cinderamata sekaligus menyerahkan secara simbolis tungku pembakaran sampah untuk digunakan warga kepada Lurah Kebonsari Rery Setianingtyas. (MT)

Senada, Anis Suryaningrum, S.T., M.T., selaku dosen pembimbing kedua menyatakan bahwa keberadaan tungku minim asap sangat membantu masyarakat. ”Program ini bermanfaat karena mampu mengurangi timbunan sampah dan asap yang dihasilkan sangat sedikit sehingga tidak mengganggu lingkungan. Selain itu, lokasi tungku tidak berada langsung di permukiman warga,” jelasnya.

Perwakilan mahasiswa KKN, Putri Maya, mahasiswa Ilmu Komunikasi konsentrasi Hubungan Masyarakat, menjelaskan bahwa tungku tersebut dibangun menggunakan material hebel (bata ringan). Dimensinya tinggi 2 meter, lebar 70 sentimeter, dan panjang 130 sentimeter.

”Satu tungku mampu membakar sekitar 50 hingga 250 kilogram sampah per hari untuk skala satu RT atau RW. Residu berupa abu juga bisa dimanfaatkan kembali sebagai media tanam,” terangnya kepada metrotoday.id.

Putri Maya menambahkan, tidak semua jenis sampah diperbolehkan untuk dibakar. ”Kami khususkan untuk sampah kering. Sampah berbahaya seperti baterai, lampu, limbah medis, serta plastik tidak boleh dibakar karena memerlukan pengolahan khusus dan sebagian masih memiliki nilai daur ulang,” paparnya.

Sementara itu, Lurah Kebonsari Rery Setianingtyaswati menyambut dengan antusias kegiatan KKN mahasiswa UBHARA Surabaya. ”Kami sangat mengapresiasi program ini. Selain membantu pengelolaan sampah, kegiatan ini juga sejalan dengan gerakan bank sampah dan edukasi pemilahan sampah rumah tangga yang bernilai ekonomis,” ujarnya.

Menurut Rery, kolaborasi antara mahasiswa dan warga menjadi langkah penting dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan bebas dari penyakit. Program tungku pembakaran minim asap diharapkan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah yang bertanggung jawab. (dite)

Naufal

Recent Posts

Atasi Banjir di Surabaya Selatan, Pemkot Fokus Penyambungan Saluran dan Penyamaan Ketinggian Air

Penanganan banjir di wilayah Surabaya Selatan dilakukan dengan pendekatan yang menyeluruh. Pemerintah kota menitikberatkan pada…

8 hours ago

Anas Karno Resmi Jabat Sekretaris Komisi A Bidang Pemerintahan DPRD Kota Surabaya

Anas Karno ditetapkan sebagai Sekretaris Komisi A DPRD Kota Surabaya dalam rapat paripurna yang digelar…

8 hours ago

Gantikan Adi Sutarwijono, Syaifuddin Zuhri Dilantik sebagai Ketua DPRD Surabaya, Fokus Optimalisasi Pendapatan Daerah

Syaifuddin Zuhri resmi dilantik dan mengucap sumpah jabatan sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)…

8 hours ago

Kelihaian Perempuan Mengubah Diam Menjadi Emas

KALIMAT yang diucapkan belum sepenuhnya tuntas. Tapi, air matanya sudah tumpah membasahi pipi. Ia tak…

10 hours ago

Pakar: Pengelolaan Budaya Surabaya Dinilai Masih Fase Transisi

Penyediaan ruang publik serta transformasi lembaga kesenian menjadi lembaga kebudayaan dinilai sebagai langkah positif menuju…

1 day ago

KAI Uji Coba Biodiesel B50 di KA Sembrani, Performa Tetap Optimal di Jalur Surabaya – Jakarta

PT KAI melakukan terobosan baru dengan menggelar uji coba perdana penggunaan bahan bakar Biodiesel B50…

1 day ago

This website uses cookies.