Pelaksanaan AI Goes to School oleh Dinas Kominfo Provinsi Jawa Timur dan Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO). (Foto: Istimewa)
METROTODAY, MALANG – Dinas Kominfo Provinsi Jawa Timur melaksanakan Kelas Kecerdasan Artifisial – AI Goes to School bersama Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO), Senin (9/9/2025). Program itu menjadi langkah strategis untuk mendampingi lebih dari 10.000 guru di 40 kota selama 18 bulan agar lebih siap menghadapi tantangan dunia pendidikan di era digital.
Program AI Goes to School mendapat dukungan dari mitra global seperti Google.org, AVPN, dan Asian Development Bank (ADB). Selain itu, pelaksanaan di daerah menggandeng pemangku kepentingan lokal agar implementasi bisa berjalan efektif di setiap wilayah.
Melalui pelatihan tersebut, para guru diajak memahami berbagai aspek kecerdasan artifisial. Mulai teknologi dasar, etika pemanfaatan, manajemen prompt, pemanfaatan AI untuk pembelajaran kreatif, hingga pengelolaan kelas berbasis AI. Guru juga dibekali akses ke Learning Management System (LMS) sehingga dapat mengikuti materi secara fleksibel dan berkelanjutan.
Pelatihan perdana di UPT Pengelolaan Pendapatan Daerah Kota Malang diikuti 75 guru jenjang SMA dan SMK yang diundang oleh Dinas Pendidikan setempat. Trainer utama adalah Fitria Widiyani Roosinda dan Roziki Alianto, fasilitator AI Goes to School dari MAFINDO wilayah Surabaya. Mereka sebelumnya telah menjalani Training of Trainer yang diselenggarakan MAFINDO bersama AVPN.
Fitria menekankan materi tentang dasar penggunaan AI dalam menyusun bahan pembelajaran serta pentingnya memahami etika dalam penggunaan AI baik bagi guru maupun murid. Sementara Roziki membantu para guru memahami teknis penggunaan AI untuk memudahkan pengajaran.
Para guru menerima empat modul utama yang bisa diakses sepenuhnya lewat LMS. Setelah menyelesaikan pelatihan, mereka akan memperoleh sertifikat resmi senilai 20 JP (jam pelajaran).
Kepala Dinas Kominfo Provinsi Jawa Timur Sherlita Ratna Dewi Agustin, S.Si., M.IP., yang membuka kegiatan tersebut menyebutkan bahwa AI Goes to School merupakan implementasi nyata program Cerdig atau cerdas digital. Program itu diharapkan bisa meningkatkan literasi digital dan pengetahuan masyarakat, khususnya di bidang teknologi.
Sementara itu, Fajar Ningtyas, S.Pd., salah satu peserta dari SMKN 2 Singosari, mengakui bahwa kegiatan tersebut sangat bermanfaat. ”Pelatihan ini membantu kami memahami penggunaan AI dan memilih tools yang tepat untuk proses belajar sesuai mata pelajaran yang kami ampu,” ujar guru Bahasa Inggris itu.
AI Goes to School adalah inisiatif MAFINDO untuk mendampingi 10.000 guru di 40 kota selama 18 bulan. Program itu bertujuan membantu pendidik memahami serta mengintegrasikan kecerdasan artifisial dalam pembelajaran sehari-hari. Dengan begitu, tercipta lingkungan belajar yang inovatif dan relevan dengan kebutuhan zaman.
Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO) adalah organisasi nirlaba yang didirikan pada 2016 untuk melawan misinformasi dan hoaks. Saat ini MAFINDO memiliki lebih dari 95.000 anggota daring dan 1.000 sukarelawan. Selain aktif dalam program anti-hoaks, MAFINDO gencar mendorong literasi digital melalui berbagai inisiatif, termasuk AI Goes to School. (dite)
Penanganan banjir di wilayah Surabaya Selatan dilakukan dengan pendekatan yang menyeluruh. Pemerintah kota menitikberatkan pada…
Anas Karno ditetapkan sebagai Sekretaris Komisi A DPRD Kota Surabaya dalam rapat paripurna yang digelar…
Syaifuddin Zuhri resmi dilantik dan mengucap sumpah jabatan sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)…
KALIMAT yang diucapkan belum sepenuhnya tuntas. Tapi, air matanya sudah tumpah membasahi pipi. Ia tak…
Penyediaan ruang publik serta transformasi lembaga kesenian menjadi lembaga kebudayaan dinilai sebagai langkah positif menuju…
PT KAI melakukan terobosan baru dengan menggelar uji coba perdana penggunaan bahan bakar Biodiesel B50…
This website uses cookies.