Saat kekeringan melanda, permukaan air tanah dapat merosot drastis yang semula hanya sedalam 1 meter bisa turun hingga 10 meter. Kondisi ini menyulitkan akses air bersih, menurunkan tingkat higienitas masyarakat, dan memicu munculnya berbagai penyakit.
Di sisi lain, durasi kekeringan yang berkepanjangan juga dipengaruhi pola konsumsi masyarakat yang belum ramah lingkungan. Oleh karena itu, Aditya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menerapkan pola hidup hemat dan berkelanjutan.
“Kita harus mulai berbicara terkait dengan green consumption, jangan terlalu over consumption. Kita harus menata kebutuhan sesuai dengan apa yang benar-benar kita butuhkan,” pungkasnya. (ahm)
Saat kekeringan melanda, permukaan air tanah dapat merosot drastis yang semula hanya sedalam 1 meter bisa turun hingga 10 meter. Kondisi ini menyulitkan akses air bersih, menurunkan tingkat higienitas masyarakat, dan memicu munculnya berbagai penyakit.
Di sisi lain, durasi kekeringan yang berkepanjangan juga dipengaruhi pola konsumsi masyarakat yang belum ramah lingkungan. Oleh karena itu, Aditya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menerapkan pola hidup hemat dan berkelanjutan.
“Kita harus mulai berbicara terkait dengan green consumption, jangan terlalu over consumption. Kita harus menata kebutuhan sesuai dengan apa yang benar-benar kita butuhkan,” pungkasnya. (ahm)