Ilustrasi
METROTODAY, SIDOARJO – Budaya fanwar dan cyberbullying di media sosial kini menjadi fenomena yang semakin erat dengan kehidupan remaja Indonesia. Perdebatan antar kubu fandom, komentar bernada hinaan, hingga serangan masal di platform digital tidak lagi dianggap sekadar “drama internet”, tetapi mulai masuk ke ranah hukum pidana.
Seiring berkembangnya zaman, kejahatan tak hanya terjadi di dunia nyata, tetapi juga terjadi di dunia maya. Dalam beberapa tahun terakhir, kepolisian mencatat peningkatan laporan terkait ujaran kebencian, pencemaran nama baik, hingga penyebaran konten bermuatan SARA melalui media sosial. Mayoritas kasus melibatkan pengguna usia muda yang aktif di platform media sosial seperti X, TikTok, Instagram, hingga Discord.
Beberapa waktu lalu, budaya K-pop ramai disukai masyarakat Indonesia. Penggemar K-pop semakin menjamur hingga membentuk komunitas yang disebut juga fanbase.
Fans atau penggemar membentuk akun-akun fanbase atas keinginan pribadi tanpa bayaran apapun. Bagi mereka, yang terpenting adalah bagaimana idola kesukaannya dikenal khalayak luas.
Perilaku-perilaku penggemar dalam mengagumi idolanya beragam. Mulai dari hal yang positif seperti penggalangan dana hingga yang negatif seperti rela datang pagi buta untuk mengantre, ricuh saat konser, menyela antrean konser, memaki, berkomentar jahat di medsos, perang antar fans (fanwar), dan sebagainya.
Tim Rasena dari Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin (FTMM) Universitas Airlangga (Unair) merancang AURIS (Auditory…
Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) terus diperketat untuk mengawal kinerja perangkat daerah sekaligus mencegah risiko…
BRI menyalurkan bantuan paket sembako kepada sembilan panti asuhan, lembaga kesejahteraan sosial anak, dan gereja…
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Surabaya menyiapkan sistem informasi khusus untuk mendata dan…
Perwakilan pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sidoarjo menemui Bupati Sidoarjo H. Subandi SH MKn…
Regenerasi kepemimpinan mulai menjadi warna baru di tubuh PKB Sidoarjo. M. Rafi Wibisono dipercaya menjadi…
This website uses cookies.