Tim Garda Ksatria Airlangga saat akan berangkat ke NTT untuk membantu penanganan pasca gempa. (Foto: istimewa)
METROTODAY, SURABAYA – Unit Garda Ksatria Airlangga mengerahkan tim aju tanggap darurat untuk membantu penanganan korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Pelepasan tim berlangsung pada Senin (17/8) bersamaan dengan peringatan Hari Kemerdekaan ke-81 RI dari Balai RUA, Kantor Manajemen Kampus MERR-C Unair. Tim awal bertugas mengidentifikasi kondisi lapangan, memetakan kebutuhan medis, serta memberikan penanganan langsung pada fase akut pascabencana.
Rektor Unair, Prof. Muhammad Madyan, menyatakan penerjunan tim ini adalah bentuk kepedulian sekaligus tanggung jawab institusi pendidikan tinggi untuk hadir di tengah masyarakat yang sedang tertimpa musibah.
“Kami sebagai institusi pendidikan tinggi juga turut berbelasungkawa atas bencana yang melanda NTT. Penerjunan ini menjadi wujud kontribusi dan respons. Kami berharap tim bisa memberi manfaat bagi penanganan pasca bencana di lokasi,” ungkapnya, Senin (17/8).
Prof. Madyan juga mengapresiasi kesiapan tim dan berpesan agar senantiasa menjaga nama baik almamater selama bertugas. “Saya mengapresiasi tim yang siap berangkat ke lokasi bencana. Selalu jaga nama baik UNAIR di manapun. Selamat bertugas,” tuturnya.
Tim aju dipimpin langsung oleh dr. Teddy Wardhana, Sp.OT., Koordinator Bantuan Medis Garda Ksatria Airlangga sekaligus Koordinator Program Studi Orthopedi dan Traumatologi FK UNAIR.
Anggota tim terdiri dari tiga orang PPDS, satu dokter senior spesialis anestesi dan orthopedi, seorang PPDS putra daerah NTT, serta perawat anestesi dan orthopedi. Seluruh perlengkapan operasi, anestesi, dan kebutuhan pendukung telah dibawa sehingga tim dapat bekerja secara mandiri di lokasi.
dr. Teddy menjelaskan prioritas utama tim adalah membantu korban yang membutuhkan penanganan segera, mengingat keterbatasan tenaga medis spesialis di wilayah terdampak.
“Prioritas kami adalah korban-korban yang membutuhkan penanganan segera. Jumlah dokter bedah dan anestesi di sana tidak banyak, sehingga kami berharap bisa membantu fase akut dari trauma ini,” ujarnya.
Page: 1 2
Tim Rasena dari Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin (FTMM) Universitas Airlangga (Unair) merancang AURIS (Auditory…
Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) terus diperketat untuk mengawal kinerja perangkat daerah sekaligus mencegah risiko…
BRI menyalurkan bantuan paket sembako kepada sembilan panti asuhan, lembaga kesejahteraan sosial anak, dan gereja…
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Surabaya menyiapkan sistem informasi khusus untuk mendata dan…
Perwakilan pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sidoarjo menemui Bupati Sidoarjo H. Subandi SH MKn…
Regenerasi kepemimpinan mulai menjadi warna baru di tubuh PKB Sidoarjo. M. Rafi Wibisono dipercaya menjadi…
This website uses cookies.