Polda Jatim saat merilis temuan penyalahgunaan LPG dan BBM bersubsidi yang diklaim merugikan negara hingga Rp 7,5 miliar. (Foto: istimewa)
METROTODAY, SURABAYA – Polda Jawa Timur berhasil membongkar praktik mafia penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan LPG bersubsidi. Selama periode Januari hingga April 2026, tercatat sebanyak 66 kasus berhasil diungkap dengan potensi kerugian negara mencapai Rp 7,5 miliar.
Pengungkapan kasus ini dilakukan oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jatim Kamis (30/4).
Kepala Bidang Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast, menjelaskan bahwa para pelaku menggunakan berbagai modus operandi untuk mengeruk keuntungan secara ilegal.
“Ada yang melakukan penyuntikan LPG nonsubsidi dengan subsidi, hingga memodifikasi tangki mobil atau motor agar bisa memuat banyak BBM subsidi lalu dijual kembali dengan harga lebih tinggi,” ungkap Jules.
Ia menegaskan, penindakan ini dilakukan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto dan Kapolri Listyo Sigit Prabowo agar distribusi energi subsidi benar-benar tepat sasaran dan tidak disalahgunakan.
“Dari prespektif ekonomi, penyalahgunaan subsidi dapat menimbulkan distorsi distribusi dan merugikan masyarakat. Sementara di sisi sosial hal ini berpotensi memicu ketidakadilan dan menurunkan kepercayaan publik,” tegasnya.
Page: 1 2
Timnas Austria sukses mengawali kiprahnya di Piala Dunia 2026 dengan kemenangan 3-1 atas debutan Yordania…
Pelatih kepala Persebaya Surabaya, Coach Bernardo Tavares, memberikan penjelasan mendalam terkait kedatangan lima penggawa anyar…
Pemerintah secara resmi menaikkan harga bahan bakar minyak jenis Pertamax menjadi Rp 16.250 per liter.…
Juara bertahan Argentina memulai langkahnya di Piala Dunia 2026 dengan kemenangan meyakinkan 3-0 atas Aljazair…
Timnas Norwegia membuka peta Piala Dunia 2026 dengan kemenangan meyakinkan 4-1 atas Irak pada laga…
Tim nasional (Timnas) Prancis mengawali langkahnya di Piala Dunia 2026 dengan kemenangan 3-1 atas Senegal…
This website uses cookies.