Categories: Nasional

Pasca Musibah Ponpes Al-Khoziny, Pemerintah Pastikan Pendampingan Korban

METROTODAY, SIDOARJO – Pemerintah pusat terus menunjukkan perhatiannya pada musibah ambruknya bangunan musala Pondok Pesantren Al-Khonizy, Buduran, Sidoarjo. Jumat (10/10) pagi, Menteri Sosial Saifullah Yusuf menjenguk korban yang dirawat di RSUD R.T. Notopuro, Sidoarjo.

Saifullah Yusuf atau atau yang akrab disapa Gus Ipul datang sekitar pukul 08.30 WIB. Dalam kunjungannya, Gus Ipul secara khusus menengok Syehlendra Haical Aditya. Haical adalah salah satu santri Ponpes Al Khoziny yang mengalami luka berat hingga harus menjalani amputasi.

Gus Ipul menyampaikan apresiasi terhadap pelayanan medis yang diberikan pihak rumah sakit dan para dokter yang menangani para korban. ”Penanganan di Rumah Sakit Notopuro cukup bagus. Para dokter bekerja profesional dan terus mengikuti perkembangan kesehatan saudara atau anak kita, adik kita Haical,” ujar Gus Ipul.

Menteri Sosial menegaskan bahwa pemerintah pusat bersama pemerintah daerah terus memberikan perhatian dan pendampingan terhadap seluruh korban. Begitu juga dengan keluarga yang masih menunggu proses identifikasi di RS Bhayangkara Polda Jatim.

Menurutnya, penanganan bencana dilakukan melalui tiga tahap, yaitu evakuasi, tanggap darurat, dan kini memasuki tahap rehabilitasi dan rekonstruksi.

”Setelah masa evakuasi dan tanggap darurat, kini kita fokus pada tahap rehabilitasi. Tahap ini difokuskan untuk pemulihan para korban, baik yang mengalami luka berat, sedang, maupun ringan,” jelasnya.

Berdasar data sementara, tercatat 74 korban luka ringan, 24 luka berat, dan 67 orang meninggal dunia akibat peristiwa tersebut.

Gus Ipul menambahkan, pemerintah akan memastikan seluruh korban dan keluarga mendapatkan perlindungan dan jaminan sosial yang layak, termasuk pemulihan trauma, jaminan kesehatan, bantuan kebutuhan pokok, serta jaminan pendidikan bagi anak-anak korban.

”Selain rehabilitasi medis di rumah sakit, nanti juga akan dilakukan rehabilitasi sosial di rumah dan sekolah. Kami pastikan seluruh kebutuhan korban akan dibantu, termasuk kursi roda, kaki palsu, dan alat bantu lainnya,” paparnya.

Lebih lanjut, Gus Ipul menjelaskan bahwa pemerintah juga akan memberikan pendampingan pemberdayaan ekonomi bagi keluarga korban. Dengan begitu, mereka bisa kembali bangkit setelah musibah ini.

”Yang lebih penting dari semua ini adalah jaminan perlindungan dan pendampingan bagi keluarga korban agar bisa kembali beraktivitas dan berdaya,” tegasnya. (dite)

Naufal

Recent Posts

Kenjeran Jadi Saksi Lahirnya Laboratorium Keliling Deteksi Ancaman Mikroplastik

Mobil laboratorium pendidikan keliling Perjalanan Mikroplastik (Microplastic Journey), yang merupakan yang pertama di Indonesia dioperasionalkan.

2 hours ago

Komisi B DPRD Surabaya Soroti Pagar Tinggi Mal di Surabaya: Jangan Bangun Kesan Kota Mencekam

Pemasangan pagar tinggi di sejumlah pusat perbelanjaan di Surabaya menuai sorotan. Anggota Komisi B DPRD…

3 hours ago

Kanwil DJP II Jatim Capai Penerimaan Rp16,08 T, Buah Sinergi dengan Media

Kanwil DJP Jatim II mencatat penerimaan pajak telah mencapai Rp16,08 triliun. Kepatuhan wajib pajak juga…

4 hours ago

Gantikan Rontgen, Hormon dalam Air Liur Bisa Diagnosa Kapan Gigi Anak Tumbuh

Guru Besar Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga, Prof. Dr. Sindy Cornelia Nelwan, drg., Sp.KGA., K-KGA.,…

4 hours ago

Operasi SAR Khusus KM Mutiara Sentosa 2 Dihentikan, Bangkai Kapal Diduga Terbawa Arus

Operasi Pencarian dan Pertolongan khusus penanganan kebakaran KM Mutiara Sentosa II resmi dihentikan dan dialihkan…

12 hours ago

Jenazah Dua Korban KM Mutiara Sentosa 2 Diserahkan ke Keluarga, Tiga Jenazah Menyusul

Dua jenazah korban kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 telah resmi diserahterimakan kepada pihak keluarga. Tim…

15 hours ago

This website uses cookies.