Secara keseluruhan, rangkaian SFF berlangsung selama tiga hari, mulai 19 hingga 21 Juni 2026. Selain pertunjukan busana, kegiatan ini juga dimeriahkan dengan berbagai agenda lain, seperti Festival Kuliner UMKM dan Multi Produk, lomba mewarnai tingkat TK se-Jawa Timur, kompetisi tari tradisional dan kreasi, lomba baris-berbaris, pertunjukan DJ, kompetisi marching band, serta panggung hiburan.
“Tak hanya menjadi ajang pertunjukan, festival ini juga melibatkan ribuan peserta dari berbagai kalangan, mulai komunitas, desainer, pelaku UMKM, penjahit lokal, perias wajah, hingga pedagang kaki lima yang ikut merasakan dampak meningkatnya aktivitas ekonomi selama acara berlangsung,” paparnya.
Melalui kesempatan ini, Fikser mengajak seluruh warga untuk menjadikan momentum tersebut sebagai bentuk dukungan nyata terhadap karya anak bangsa.
“Mari jadikan festival ini sebagai momentum untuk terus mencintai produk lokal. Banggalah memakai busana karya anak negeri dan banggalah dengan kreativitas desainer Surabaya, sehingga industri kreatif dan perekonomian Kota Surabaya semakin kuat,” pungkasnya. (ahm)
Secara keseluruhan, rangkaian SFF berlangsung selama tiga hari, mulai 19 hingga 21 Juni 2026. Selain pertunjukan busana, kegiatan ini juga dimeriahkan dengan berbagai agenda lain, seperti Festival Kuliner UMKM dan Multi Produk, lomba mewarnai tingkat TK se-Jawa Timur, kompetisi tari tradisional dan kreasi, lomba baris-berbaris, pertunjukan DJ, kompetisi marching band, serta panggung hiburan.
“Tak hanya menjadi ajang pertunjukan, festival ini juga melibatkan ribuan peserta dari berbagai kalangan, mulai komunitas, desainer, pelaku UMKM, penjahit lokal, perias wajah, hingga pedagang kaki lima yang ikut merasakan dampak meningkatnya aktivitas ekonomi selama acara berlangsung,” paparnya.
Melalui kesempatan ini, Fikser mengajak seluruh warga untuk menjadikan momentum tersebut sebagai bentuk dukungan nyata terhadap karya anak bangsa.
“Mari jadikan festival ini sebagai momentum untuk terus mencintai produk lokal. Banggalah memakai busana karya anak negeri dan banggalah dengan kreativitas desainer Surabaya, sehingga industri kreatif dan perekonomian Kota Surabaya semakin kuat,” pungkasnya. (ahm)