Eksplorasi Bentuk dan Kehidupan Lewat Pameran Seni Fraktal di ArtSpace Surabaya

METROTODAY, SURABAYA – Sebanyak 25 karya seni rupa kontemporer hasil kreasi tiga seniman visual Indonesia, yaitu XGO, Anas Hope, dan Rony Sanjaya, dipamerkan dalam pameran bertajuk Fraktal. Pameran ini digelar di ARTSPACE ARTOTEL Hayam Wuruk Surabaya dan mengajak masyarakat melihat kembali bentuk, ruang, serta makna kehidupan sehari-hari melalui perspektif seni.

Dikuratori oleh Frigidanto Agung, pameran ini mengusung konsep fraktal sebagai wujud kesadaran manusia akan keteraturan bentuk yang ada di alam maupun lingkungan sekitar. Menurut Agung berbagai unsur yang tampak sederhana sesungguhnya saling terhubung membentuk susunan yang lebih kompleks dan bermakna.

“Melalui eksplorasi garis, warna, bidang, dan komposisi visual, karya-karya tersebut membuka ruang bagi beragam tafsir terhadap realitas yang dialami sehari-hari,” tuturnya, Sabtu (20/6).

Ketiga seniman menghadirkan pendekatan visual yang khas dan berbeda satu sama lain, namun tetap bersatu pada gagasan utama penempatan bentuk sebagai fondasi karya seni. Keberagaman gaya ini diharapkan memberikan pengalaman menikmati seni yang kaya serta memicu daya pikir pengunjung.

General Manager ARTOTEL Hayam Wuruk Surabaya, Teddy Patrick, menyatakan kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen pihaknya dalam mendukung perkembangan seni rupa kontemporer di Indonesia.

“Melalui pameran Fraktal, kami ingin menghadirkan ruang apresiasi bagi seniman sekaligus mempertemukan karya seni dengan masyarakat luas. Kami berharap pameran ini dapat memperkaya ekosistem kreatif di Surabaya,” ujar Teddy.

Pameran Fraktal terbuka untuk umum dan akan berlangsung hingga 5 September 2026. Pengunjung dapat menikmati setiap karya yang mengajak menyelami hubungan antara susunan bentuk, ruang, dan kehidupan melalui pandangan kreatif para seniman. (ahm)

METROTODAY, SURABAYA – Sebanyak 25 karya seni rupa kontemporer hasil kreasi tiga seniman visual Indonesia, yaitu XGO, Anas Hope, dan Rony Sanjaya, dipamerkan dalam pameran bertajuk Fraktal. Pameran ini digelar di ARTSPACE ARTOTEL Hayam Wuruk Surabaya dan mengajak masyarakat melihat kembali bentuk, ruang, serta makna kehidupan sehari-hari melalui perspektif seni.

Dikuratori oleh Frigidanto Agung, pameran ini mengusung konsep fraktal sebagai wujud kesadaran manusia akan keteraturan bentuk yang ada di alam maupun lingkungan sekitar. Menurut Agung berbagai unsur yang tampak sederhana sesungguhnya saling terhubung membentuk susunan yang lebih kompleks dan bermakna.

“Melalui eksplorasi garis, warna, bidang, dan komposisi visual, karya-karya tersebut membuka ruang bagi beragam tafsir terhadap realitas yang dialami sehari-hari,” tuturnya, Sabtu (20/6).

Ketiga seniman menghadirkan pendekatan visual yang khas dan berbeda satu sama lain, namun tetap bersatu pada gagasan utama penempatan bentuk sebagai fondasi karya seni. Keberagaman gaya ini diharapkan memberikan pengalaman menikmati seni yang kaya serta memicu daya pikir pengunjung.

General Manager ARTOTEL Hayam Wuruk Surabaya, Teddy Patrick, menyatakan kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen pihaknya dalam mendukung perkembangan seni rupa kontemporer di Indonesia.

“Melalui pameran Fraktal, kami ingin menghadirkan ruang apresiasi bagi seniman sekaligus mempertemukan karya seni dengan masyarakat luas. Kami berharap pameran ini dapat memperkaya ekosistem kreatif di Surabaya,” ujar Teddy.

Pameran Fraktal terbuka untuk umum dan akan berlangsung hingga 5 September 2026. Pengunjung dapat menikmati setiap karya yang mengajak menyelami hubungan antara susunan bentuk, ruang, dan kehidupan melalui pandangan kreatif para seniman. (ahm)

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait