Categories: Lifestyle

Sasar Usia 18–40 Tahun, Ribbon of Hope 2026 Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Payudara di Surabaya

Berbeda dengan metode penyuluhan kesehatan yang umumnya berjalan satu arah dan terkesan kaku, tim mahasiswa mengemas kegiatan ini dengan pendekatan yang lebih interaktif, aktif, dan menyenangkan.

Selain sesi penyampaian materi edukasi mengenai tanda-tanda awal dan cara melakukan SADARI dengan benar, peserta juga diajak berdialog langsung serta belajar menggunakan media edukatif berupa kotak interaktif atau interactive box.

Suasana semakin hidup dengan diadakannya sesi olahraga bersama yang diikuti oleh sekitar 79 peserta dari berbagai kalangan usia.

Mereka diajak melakukan gerakan Pound Fit, yaitu olahraga kardio yang memadukan gerakan tubuh dengan irama musik menggunakan alat khusus berbentuk stik drum yang disebut ripstix.

Menurut Ida Bagus yang akrab disapa Gusde, pemilihan aktivitas ini memiliki makna yang mendalam sekaligus tujuan strategis agar pesan kesehatan dapat diterima dengan lebih baik.

“Lewat Ribbon of Hope, kami ingin membuktikan bahwa edukasi kanker payudara tidak melulu harus kaku seperti seminar searah, tapi bisa dikemas secara aktif dan energik. Ketukan ripstix di sini jadi simbolisasi untuk menyuarakan kepedulian secara lantang, sekaligus mengajak peserta membangun kesadaran terhadap kondisi tubuh yang menjadi inti utama dari SADARI,” tegasnya.

Tak hanya berolahraga, peserta juga diajak terlibat aktif dalam kegiatan kreatif merangkai dan menghias aksesori.

Sebagai bentuk solidaritas, setiap hasil karya disematkan pita berwarna merah muda, yang secara global diakui sebagai lambang kepedulian dan dukungan bagi perjuangan melawan kanker payudara.

Melalui gelaran ini, Ribbon of Hope membuktikan bahwa proses pembelajaran di jurusan Ilmu Komunikasi UK Petra tidak hanya berfokus pada pencapaian nilai akademis semata, namun juga mampu melahirkan gagasan dan gerakan sosial yang membawa manfaat nyata bagi masyarakat.

“Berkat pendekatan yang kreatif, santun, dan modern, kegiatan ini diharapkan mengubah persepsi dan menjadikan SADARI yang dulu dianggap tabu kini mulai diterima dan tumbuh menjadi bagian dari gaya hidup sehat masyarakat Surabaya,” pungkasnya.(ahm)

Page: 1 2

Jay Wijayanto

Recent Posts

Kemenag Terapkan Manajemen Talenta, Promosi Jabatan ASN Kini Berdasarkan Kompetensi

Kementerian Agama menerapkan manajemen talenta sebagai fondasi sistem merit yang lebih transparan, objektif, dan inklusif.…

2 days ago

Mantan Dirut KBS Ditahan Kejati Jatim, Korupsi Pakan Satwa Rp10 M, Rp7, 4 M Dipakai Kepentingan Pribadi

Kejati Jatim resmi menetapkan mantan Direktur Utama Perusahaan Daerah Taman Satwa Kebun Binatang Surabaya (PD…

2 days ago

Wabup Mimik Idayana Sidak Sentra Kuliner Gajah Mada, Penataan Lapak dan Revitalisasi Jadi Prioritas

Kondisi Sentra Kuliner Gajah Mada mendapat perhatian serius Pemerintah Kabupaten Sidoarjo. Wakil Bupati Sidoarjo Hj.…

2 days ago

Kecamatan Gedangan Juara Umum MTQ Ke-32 Kabupaten Sidoarjo, Pemkab Siapkan 2 Tiket Umrah

Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-32 Tingkat Kabupaten Sidoarjo Tahun 2026 tuntas pada Senin (20/7/2026) malam.…

2 days ago

Sidoarjo Kejar STBM Paripurna, Tim Provinsi Verifikasi Sanitasi di 12 Desa

Komitmen mewujudkan lingkungan sehat dan bebas pencemaran di Kabupatan Sidoarjo terus digeber. Salah satunya melalui…

2 days ago

Tangis Tango Membasahi Pipi, Duo Lionel Menepi, Argentina Kini Bersiap Berbenah Diri

Laga final lawan Spanyol diperkirakan menjadi panggung Piala Dunia terakhir bagi Lionel Messi dan sejumlah…

2 days ago

This website uses cookies.